Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Ikhlasul Amal" <iamal @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Fri, 30 Jul 1999 06:53:40 +0700 |
| Organization | Kampung Angin Berdesir |
| Sender | owner-piksi-l @ somewhere.in.the.world |
On Thu, Jul 29, 1999 at 10:48:37AM +0200, Ridwan SAORI wrote:
%
% Tuh Cak Amal, ada yang protes gara-gara sampeyan mengutip kata-kata dari buku
% yang sampeyan borong. Masih tetap berlaku tanzhur man qola (perhatikan siapa
% yang bicara), tidak hanya tanzhur ma qola (perhatikan apa yang dibicarakan) -
% kalau salah tolong para ustadz perbaiki, ya -.
[...]
% salam,
%
% ridwan
%
---end quoted text---
Orang yang suka mengarang buku untuk kesenangan orang lain,
memang orang gila.
-- Karl May, "Winnetou Gugur"
Tenang saja, Raharno kan sekedar bertanya. Jelas dia juga suka dongeng
'bualan' seperti itu. Dulu waktu aku 'tertangkap basah' membaca Mahesa
Jenar dan Wilis "Nagasasra Sabuk Inten", dia malah ikut baca juga kok
;-)
Isi keseluruhan dongeng-dongeng itu bagus, sekalipun Old Shatterhand
terpaksa minum darah segar serigala untuk menyambung nyawa di tengah
prairie, atau ada pesta berbau orgi dan 'cult' dalam Nagasasra Sabuk
Inten. Itu hanya cuplikan yang tidak berarti; yang lebih penting kan
penghargaan terhadap suku Comanche yang sebuas itu pun tetap teguh
dalam memegang janji dan adil dalam memutuskan perkara.
Sekitar 15-20 tahun lalu, Nagasasra Sabuk Inten merupakan puncak kisah
yang ditampilkan dalam setiap perjalanan ketoprak keliling Siswo Budoyo
dari Tulungagung. Kalau sedang mampir di Jember, mereka memasang
perhelatan budaya itu di tanah lapang Jalan KH Achmad Siddiq, dekat
dengan Pasar Tanjung dan Pondok Pesantren As-Siddiqy (kalau
transliterasi salah, tolong dikoreksi -- paling tidak enak menulis
Arab dengan huruf latin!). Karena tidak ada atraksi semacam dangdut
Sekaten, tidak menjadi masalah keramaian itu berlangsung setelah adzan
Isya' berkumandang.
Sekarang harmoni seperti itu sudah pupus. Siswo Budoyo tidak perlu
'tour de Jatim' karena sudah dikontrak Indosiar (?) dan ditayangkan
tengah malam -- pada jam saat penonton tv tinggal sejumput dan berusia
lanjut. Jam-jam tayang utama ('prime time') dijejali dengan kebudayaan
yang dipaksakan dengan 'citra' modern dan dinamis: Ricky Martin dengan
lagu 'Gembira Loka' (La Vida de Loca?) -- lihat saja video klip-nya,
isi kebon binatang Gembira Loka Yogya kan? -- atau "... lagak lu
borju!" yang berisi orang kaya menyindir orang borju.
Ah Cak Amal, kuno, ndeso, gaul dong...
Gaul-gaul-gaul... gundulmu amoh!
--
@mal
iamal @ somewhere.in.the.world
-----------------------
Who am I?
Try to finger me with subject: finger.
-----------------------------------------------------------
Milis ini diperuntukkan untuk keluarga besar PIKSI
Untuk join/keluar, mail ke majordomo @ somewhere.in.the.world
Isi mail :
Untuk join : subscribe piksi-l
Untuk keluar : unsubscribe piksi-l
-----------------------------------------------------------
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:16 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10