Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Anzar Pradityo <anzar @ somewhere.in.the.world> |
| Date | 14 Dec 99 16:55:46 JVT |
| List-archive | <http://www.egroups.com/group/piksi-l/> |
| List-help | <http://www.egroups.com/group/piksi-l/info.html>, <mailto:piksi-l-help@egroups.com> |
Ok.. Tapi gimana kalau si pasangan ini telah siap untuk komitmen supaya 'tepat dan halal'. Tapi si orang tua menolak dengan alasan mereka belum siap dari segi materi. Belum punya rumah sendiri, tidak bisa membuat pesta pernikahan yang wah.., "gimana kata orang2??", "gimana kata saudara??"... Si orang tua mengusulkan (baca: memerintahkan) untuk menunda pernikahan minimal setahun. Apa yang harus dilakukan oleh si pasangan ini??? Tambahan skenario: Si pasangan sudah menjelaskan pada si orang tua, bahwa mereka hanya ingin berbuat sesuai dengan nilai islam, sesuai dengan siroh nabi. Kalau tidak punya materi, yaa.. pesta yang sederhana, rumah kontrak, dll. Tapi tetap si orang tua tetap pada pendirian semula. Salah satu alasannya, "..kita nggak bisa ambil siroh nabi begitu saja di jaman sekarang ini.." (?!?!). - Anzar - "Hendarwin Hendarwin" <HHENDAR @ somewhere.in.the.world> wrote: Hemmm... ini topik yang cukup menarik juga... Aku sengaja berbincang-bincang imajiner dengan seorang gadis imajiner yang sedang pusii...iing dengan masalah ini. Kalo mau ngedengerin, silakan aja baca dibawah, kalo engga, yo...wis.. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. Konsistensi itu 'kan kaitannya dengan komitmen. Sedang komitmen itu sendiri sangat tergantung dari tujuan komitmennya, bentuk komitmennya, dan cara melaksanakan komitmennya. Bila tujuan, bentuk, dan cara adalah yang "tepat dan halal", maka komitmen itu sudah pantas untuk di-konsistensi-kan. > Apa maksudnya "tepat dan halal" ? "Halal" berarti tidak bertentangan dengan value of Islam, sebagai pegangan hidup kita. "Tepat" berarti komitmen tsb tidak "lebih" menguntungkan salah satu pihak saja. Berarti harus ada unsur keadilan di dalam tuntutan terhadap kedua belah pihak ! > "Ah nggak ngerti, mbok ya ngomong pake bahasa rakyat, gitu lho..." Biar gampang pake contoh aja. Kalo anda (wanita) berkomitmen dengan seorang pria dalam bentuk "pacaran", maka: - dari segi tujuan : bila tak jelas kapan target nikahnya (tanggal,bulan,tahun), maka itu hanya menguntungkan si pria saja, sedang anda berada dalam ketidak-pastian ! ini berarti komitmen ini TIDAK TEPAT untuk anda (wanita). - dari segi bentuk : menurut ke"halal"an, bentuk pacaran tidak ber-value islam, jadi TIDAK HALAL. >...tak potong dulu, lha ini kan sama dengan ta-'aruf, toh ? Beda dong ! Ta-aruf tidak memiliki komitmen / tuntutan apa-apa. Sedang Pacaran pun bukan bentuk dari "Khitbah / meminang", dan meminang-pun ada batas waktu kadaluarsa-nya ! - dari segi cara : Pacaran itu cenderung meng-halal-kan yang haram. Dimulai dari berdua-duaan, berpegangan tangan, lantas mulai deh cium pipi dan kening, dan selanjutnya teserah dia (pria) ! Ingat, bahwa wanita amat mudah dipaksa berbuat begitu bila mendapat tekanan dari orang (pria) yang kepada siapa dia (wanita) berikan komitmennya. Ingat-ingatlah rangkaian kata-kata bullshit berikut ini: "tunjukin dong kalo kamu cinta sama aku", "ini aku lakukan sebagai tanda sayang aku sama aku", dsb. >...eit, gimana kalo dia-nya engga begitu, lagian dia udah janji kok mau nikahin aku tahun depan kalo udah kerja.. Nah, disinilah pintar-pintarnya anda bernegosiasi dengan dia. Kalau dia (pria) menuntut komitmen anda untuk tidak ngelirik-lirik pria lain, maka kamu juga harus menuntut komitmen dia untuk mewujudkan janjinya lewat PLAN yang JELAS dan TERUKUR ! Contoh, kalo si dia masih kuliah, maka lihat komitmen dia dalam hal : kapan target sidang-nya, gimana belajar-nya, rajin nggak bimbingan ke dosennya, tercapai nggak target waktu per-BAB-nya, dsb. Kalo untuk hal ini aja dia udah engga mampu komitmen (memberikan BUKTI), apalagi ternyata engga punya PLAN, gimana diharapin akan mampu berkomitmen untuk hal yang lebih berat lagi... Jangan sampai kamu berkomitmen hanya untuk memberikan kepuasan kepada dia (pria) saja (atas rasa aman bahwa kamu sudah dia "miliki") tapi dia tidak memberikan kepuasan kepada kamu (wanita) juga (atas rasa aman bahwa ini pasti berlanjut ke pernikahan, dan tidak akan putus di tengah jalan, sedangkan usia-mu mulai "kadaluarsa" !) Lain hal-nya dengan Pernikahan, yang sudah amat jelas "ketepatan" dan "kehalalan" komitmennya. >...jadi gimana dong... Dunia ini luas, toh... Tetap pertahankanlah kebebasan anda sampai anda menemukan orang yang tepat untuk berkomitmen yang "tepat dan halal". Kalo dia (pria) nya ndak mampu, ya tetap jaga saja dalam koridor persahabatan. Kalo dia udah berkomitmen, dan ternyata mulai banyak "ngibul"-nya, ya ingatkan dia aja, dan mulai cari yang lain deh... "It can takes hundreds of pages to make commitment with a deceiving people, but it takes only a word to make a commitment with a reliable person". "Akhmad Hadi Susanto" <ASUSANT @ somewhere.in.the.world> on 12/14/99 07:58:35 AM Please respond to piksi-l @ somewhere.in.the.world To: piksi-l @ somewhere.in.the.world cc: (bcc: Hendarwin Hendarwin/ARII/AIOGC/ARCO) Subject: [PIKSI-L] Re: accept? Bagiku, itu adalah satu bentuk dasar penilaianku terhadap *wanita*: konsistensi. Tetapi memang tergantung situasinya, kalau *sangat* mendasar masalahnya, misalnya dulu dia setia sekarang dia pacarnya lima, dulu dia sembayang, sekarang dia main layang-layang (eh..). Kalau alasannya dangkal dan dibuat-buat, hehe tunggu pembalasan kaum pria .. (eh..) don't worry be happy. "It would be hard to say, but it will hard to keep". (perhatikan kata"would be" dan "will") Anto what if we already accept it, we said yes, but then we changed our mind? Boleh nggak? Dosa nggak? ------------------------------------------------------------------------ --- Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal. Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world ------------------------------------------------------------------------ Was the salesman clueless? Productopia has the answers. http://clickhere.egroups.com/click/1702 eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/piksi-l http://www.egroups.com - Simplifying group communications ------------------------------------------------------------------------ --- Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal. Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world ------------------------------------------------------------------------ Don?t have the time or patience to search for unique products & services? Then click to let us find them for you. You Request, We Respond. http://clickhere.egroups.com/click/1957 eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/piksi-l http://www.egroups.com - Simplifying group communications ____________________________________________________________________ Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1 ------------------------------------------------------------------------ --- Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal. Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world ------------------------------------------------------------------------ FREE ADVICE FROM REAL PEOPLE! XpertSite is the biggest directory of Experts on the Web. Click http://clickhere.egroups.com/click/2031 for a REAL PERSON who will be happy to answer your questions! eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/piksi-l http://www.egroups.com - Simplifying group communications
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:19 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10