Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] perang sistematis di Maluku

From Riski.Witjaksono @ somewhere.in.the.world
Date Mon, 17 Jan 2000 21:14:38 +0700
List-archive <http://www.egroups.com/group/piksi-l/>
List-help <http://www.egroups.com/group/piksi-l/info.html>, <mailto:piksi-l-help@egroups.com>

Taqobalallahu Minna Wa Minkum, Minal 'aidzin wal faidzin,
Trus ini ada yang serius dari Maluku,
Siapa brani mengorbankan harta dan atau nyawa ...............

Cheers,

(R),

n.b.
Anto, Indra Arco pindahan ke TB Simatupang ?

-----------------------------------

Nampaknya kelompok Kristen melakukan perang secara sistematis.

Di Ambon mereka melakukan cara dengan biadab, yaitu membantai umat
Islam serta meng-Kristen-kan yang masih hidup secara paksa.

Di Jakarta, melalui media massa serta para jago propaganda (terkadang
menyamar sbg Kristen moderat, atau berpura2 Islam), mereka melakukan
propaganda untuk menghancurkan semangat lawan untuk membela saudara2
Muslim di Ambon yang terus dibantai hingga sekarang.

Untuk mencapai kemenangan, memang harus dilakukan teknik belah bambu
atau divide et impera, pecah-belah dan kuasai sebagaimana yang
dilakukan Belanda dulu. Di Ambon ribuan muslim dibantai, sementara di
daerah yang mayoritasnya Muslim mereka berpura2 ingin berdamai.

Tapi apa pula yang mereka lakukan di luar negeri? Mereka menyiarkan
kabar bohong seolah2 umat Islam membantai mereka.

---
Berita yang diterima orang Maluku di Belanda dari rekannya di
Ambon justru mengatakan bahwa pihak "merah" Maluku diserbu
oleh pihak "putih" dengan senjata-senjata otomatis di mana
mereka terpaksa harus menandinginya dengan senjata parang,
kelewang, senjata rakitan buatan sendiri, bahkan ada juga yang
menggunakan senjata tua peninggalan kolonial Belanda. Mereka
mengklaim pula bahwa banyak korban di pihak kristen dengan luka
tembak, terutama korban pertempuran setelah Agustus 1999, yang
semuanya mengindikasikan bahwa pihak muslim memiliki senjata
modern dari TNI.

---

Lihat cuplikan berita di atas, karena fitnah tsb, akhirnya LSM Belanda
segera mengirimkan senjata, demikian pula dgn orang2 Kristen di
Filipina (Detik & Republika). Akibatnya, dgn persenjataan lengkap,
mereka berhasil membantai ribuan Muslim yang cuma bersenjatakan parang.
Tak heran jika 120 ribu Muslim terpaksa kabur ke Sulawesi Selatan,
karena tak sanggup menahan kebiadaban orang2 Kristen yang melakukan
gerakan Kristenisasi secara biadab, yaitu lewat pembantaian thd orang2
yang tidak mau masuk ke agama Kristen.

Hal ini persis seperti zaman Inquisisi dulu di Spanyol dan Portugis, di
mana para pendeta tak segan2 meneteskan cairan besi panas ke mata orang
yang tidak mau masuk ke dalam agama Kristen di ruangan Gereja. Umat
Islam juga pernah mengalami kebiadaban Paus di Vatikan yang menyerang
umat Islam selama seratus tahun lebih pada Perang Salib.

Pada abad pertengahan (tahun 1400-1900), orang2 Kristen menyerang umat
lainnya di Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Penyerangan ini
dikenal motifnya sebagai 3 G, yaitu: Gold, Glory, and last but not
least GOSPEL (KRISTENISASI). Para pendeta selalu menyertai setiap kapal
perang mereka. Dengan disaksikan para pendeta, para penjajah seperti
Pizzaro sanggup membantai 5000 penduduk Inca dalam satu hari, atau
penjajah Inggris yang sanggup meracuni mata air yang biasa diminum
penduduk Aborigin, sementara di Amerika, mereka memberikan selimut yang
terkontaminasi cacar, sehingga penduduk Indian yang tidak memiliki
imunitas thd penyakit cacar banyak yang meninggal.

Kita sering mendengar teriakan provokator, tapi mana provokatornya?
Siapa saja yang membantai, maka bunuhlah dia, tak peduli siapa
provokator dibelakangnya. Siapa saja yang memperkosa, bunuhlah dia,
karena dia telah berbuat kejahatan. Paling2 sisakan beberapa orang dari
penjahat tsb, untuk mengetahui siapa dalangnya.

Siar sendiri merupakan kelompok Kristen yang begitu terorganisir dalam
melakukan propaganda untuk menghantam kekuatan Islam. Karena itulah
mereka tak segan2 menyebarkan kabar bohong seperti peserta aksi Sejuta
ummat dikatakan cuma tak lebih dari 20 ribu orang, padahal di TV saya
lihat lapangan Monas begitu penuh, dan lapangan Monas ini luasnya
paling tidak 10 kali luas Istora Senayan yang sanggup menampung 200
ribu orang (jika lapangan juga dipenuhi). Pers sendiri menaksir
jumlahnya 500 ribu orang.

Jadi hendaknya kita berhati2 dalam menerima berita bohong yang
dilakukan oleh kelompok Kristen tsb:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa
berita, hendaklah kamu PERIKSA kebenarannya, jangan sampai kamu
menganiaya suatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas
perbuatanmu" (Al Hujuraat: 6)

Jika berita dari orang fasik (orang Islam tapi suka berbohong) saja
kita tidak boleh percaya begitu saja, apalagi berita dari orang2
Kristen yang sekarang sedang membantai ribuan saudara Muslim kita di
Maluku seperti Siar tsb.

Berikut beberapa ayat di Alkitab yang memang mengajarkan kekerasan:

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas
bumi; Aku datang bukan untuk membawa DAMAI, melainkan PEDANG" (Matius
10:34)

"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan,
api itu telah menyala!" (Lukas 12:49)

"Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa DAMAI di atas bumi?
Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan PERTENTANGAN" (Lukas
12:51)

"Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya,
bawalah mereka ke mari dan BUNUHLAH mereka di depan mataku" (Lukas
19:27)

"Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang
paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi (Matius
15:30)

Yosua (yang dianggap orang Kristen sebagai panutan) menyerang dan
membantai orang2 di Yerikho:

"Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota
itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai
kepada LEMBU, DOMBA, dan KELEDAI" (Yosua 6:21)

"Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu,
kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN
YANG BERNAFAS" (Ulangan 20:16)

"Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan
dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun
orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, HARUSLAH DIHUKUM MATI"
(Imamat 24:16)

Firman Tuhan untuk membantai kaum Amalek:
"Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala
yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah
semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG
MENYUSU, LEMBU, maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI" (1 Samuel 15:3)

Agar tidak dituduh memfitnah, hendaknya saudara2 sekalian membeli
Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia di toko buku Gramedia atau
Gunung Agung, kemudian cari sendiri ayat yang saya tunjukkan, insya
Allah hal ini benar adanya, karena dari kitab itulah saya mengutipnya.

Jadi jika orang-orang Kristen membantai ribuan umat Islam di Maluku,
itu sih tidak aneh. Memang para pendeta Kristen banyak berkhotbah
tentang "Cinta." Tapi di lapangan, mereka bertindak kejam, seperti
membantai 200 ribu Muslim Bosnia, puluhan ribu Muslim Kosovo, ribuan
Muslim di Chechnya, ribuan Muslim di Ambon, dan entah sampai kapan
daftar pembantaian ini akan berakhir. Kekejaman tsb, tentulah tidak
lepas dari penafsiran mereka tentang ayat2 Alkitab di atas.

Wassalamu 'alaikum wr wb:

PENDETA JADI PEMBANTAI:
-----Original Message-----
From: DPD PK MALUT <keadilan @ somewhere.in.the.world>
Date: Friday, January 14, 2000 4:33 AM
Subject: [ambon-post] mereka dedengkotnya..?


MEREKA DEDENGKOTNYA...?


Pada hari Jum'at tanggal 31 Desember 1999,  pasukan Kristen yang
dipimpin oleh Pdt J. Soselissa dan J. Huwae (Mantan Camat Tobelo)
bergerak ke Gorua disertai grup Drum Band. Dengan pengeras suara
(megaphone) Pdt. Soselissa  mengucapkan kata-kata provokasi sebaga
berikut :


"Orang-orang Indonesia harus dihabiskan karena bikin kotor. Jangan
takut, maju terus karena ada bantuan dari Belanda, Inggris dan
Australia. Jadikan Tobelo sebagai ISRAEL KEDUA .  Tokoh -tokoh Islam di
Gorua harus ditangkap hidup-hidup seperti Hi. Abd. Rahim Hi Ahmad (Imam
Desa Gorua) dan Hi Husri Hakim ".   (ucapan ini sempat didengar oleh
beberapa warga muslim Gorua)



Di desa Gorua Kecamatan Tobelo itulah, merupakan pertahanan terakhir
ummat islam Tobelo dan puluhan warga muslim yang mengamankan diri dalam
mesjid  Al-Muttaqin  dibom dan dicincang mayatnya oleh orang Kristen
kurang lebih 30 orang.


Pertahanan di desa yang mayoritas islam ini bobol dan warga Kristen
melanjutkanke desa popilo arah utara Kec. Popilo yang juga penduduknya
mayoritas islam dibantai disaat ummat islam meyelamatkan diri di dalam
Mesjid Muhajirin desa Popilo sehingga kurang lebih 30 orang dibunuh
secarah sadis dalam mesjid tersebut. Dan kemudian dibumihanguskan
berikut mesjidnya. Kejadian tersebut terjadi jam 10.00 waktu setempat.


Mereka yang terlibat ataukah  dedengkotnya ?


Tragedi dan kerusuhan yang dimulai oleh warga Kristen ini mempunyai
kerja yang sangat rapi dan sistematik  karena mereka memiliki jaringan
konspirasi dengan tragedy Ambon yang dilancarkan oleh orang-orang RMS
(Republik Maluku Sarani=Selatan). Karena tokoh-tokoh kunci dalam
tragedy Tobelo, Galela dan Halmahera pada umumnya dimotori oleh
orang-orang asal Ambon seperti
Pdt. J. Soselissa ( Pimpinan Jemaat Kupa-Kupa Tobelo Selatan),
J Huwae (Mantan Camat Tobelo),
dan Ny. May Luhulima (anggota DPRD II Maluku Utara dari Fraksi PDIP).
Disamping Toloh-tokoh Asal Ambon di Tas ada juga Tokoh-tokoh lain yang
cukup berpengaruh di daerah tersebut , yakni  :
 Ir. Hendrik Namotemo, MSP (Kepala Bagian Perekonomian Bapedda Tingkat
II Maluku Utara),
Drs. Djidon Hangewa, MS (Kepala DLLAJ Maluku Utara) Zadrak Tongotong
(Ketua Pemangku Dewan Adat Hibualamo Tebelo, pegawai Statistik
Kecamatan Tobelo),
 Suami Isteri Pieter H, SH. (Pengurus Gereja Katholik) dan dra Joice
Mahura (Pegawai Dinas Pariwisata Maluku Utara),
Hanoch Tonoro (Pegawai kakancam Pdan K Tobelo),
 Pdt. Gultom (Dari Batak yang menjadi pimpinan Jemaat Gamhoku) serta
Ketua Sekolah Tinggi Theologia (STT) Gemih Tobelo dan civitas
Akademikanya.Di Sekolah inilah tempat bagi warga Kristen menyusun
Strategi dan latihan penyerangan serta pengendalian  alat tempur yang
dilakukan dengan bimbingan Menwanya.

Financial pendukung perlengkapan lain saat terjadi penyerangan di
sokong oleh beberapa pengusaha keturunan (Cina) seperti :
Haenart Kusuma (Pemilik KM Garuda Satu ) yang mengangkut bahan Amunisi
dari pulau Bobale, Hate Tabako (Wasile), Pulau Kumo, Daru dan Doro
menuju Tobelo.
 Hae Seke (Pemilik Golden Night Clup di Wosia) yang membawa bahan Bakar
bensin dan minyak tanah.
Suami Istri Jansen Pangkay dan Leni Carla Karyose (Pemilik Favourite
Foto) Penyandang Dana dan Fasilitas lainnya
Yak Sang , yang suka menyogok Pejabat dan Aparat Keamanan di Tobelo.
Suami istri Edy Tobin (pemilik Toko Sinar Mas) Sebagai penyandang Dana.


Pemutarbalikan fakta OLEH ORANG KRISTEN!

>From: SiaR News Service <siar @ somewhere.in.the.world>
>Subject: SiaR---KAPAL LAMBELO DIBAJAK, PULUHAN TEWAS
>Sender: owner-siarlist @ somewhere.in.the.world
>
>KAPAL LAMBELO DIBAJAK, PULUHAN TEWAS
>
> JAKARTA, (SiaR, 13/1/2000). Peristiwa pembajakan KM Lambelu milik PT
>Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada 26 Desember 1999 lalu,
membawa
>korban tewas puluhan orang penumpangnya. Demikian kesaksian sejumlah
>penumpang kapal yang selamat kepada SiaR di Jakarta, awal pekan ini.
>Pembajakan kapal yang berlayar menuju Surabaya dan Jakarta itu
menyebabkan
>kapal terlambat masuk Surabaya. Pembajakan itu dilakukan sekelompok
>pengungsi dari Maluku yang hendak menyingkir dari kepulauan itu. Para
korban
>terutama adalah kalangan minoritas tertentu yang berada di atas kapal.
Ny
>Sal, salah seorang penumpang, kepada SiaR mengatakan para pembajak
melakukan
>sweeping dan membunuh para penumpang yang kedapatan beragama lain. Ny
Sal
>yang tak tahan melihat pembunuhan-pembunuhan itu melahirkan bayinya
secara
>prematur di atas kapal, karena stres.
>
> Menurut dia, ratusan penumpang membajak kapal sehari setelah
perjalanan
>menuju Jakarta. Seluruh awal kapal, termasuk kapten kapal diancam
dengan
>berbagai senjata tajam. Bahkan ada diantaranya yang membawa senjata
api.
>Seluruh penumpang lain baru menyadari kapal dibajak, setelah nahkoda
kapal
>mengumumkan melalui pengeras suara dengan suara yang bergetar, seperti
orang
>ketakutan. Para pembajak itu kemudian mendatangi kamar-kamar penumpang
>dengan membawa berbagai senjata. Pembajakan dan pembunuhan tersebut,
menurut
>Ny Sal, diketahui sejumlah aparat militer bersenjata lengkap yang
menumpang
>kapal itu, namun tak dapat berbuat apa-apa. Selain puluhan korban
tewas, ada
>sekitar 10 anak buah kapal (ABK) yang juga dibunuh, dan mayatnya
dibuang ke
>laut setelah mencoba melindungi para penumpangnya. Namun, tentang
korban ABK
>ini belum diperoleh konfirmasi.
>
> Kejadian pembajakan kapal ini bukan kali pertama sejak pecahnya
kerusuhan
>di Maluku. Kesaksian lain seperti yang diungkap CM, seorang penyanyi
senior.
>Kepada SiaR, CM menceritakan pengalamannya di atas kapal yang sama di
awal
>Desember 1999 lalu. Ia merasa tersasar di kapal tersebut, karena
ternyata di
>perjalanan terjadi "sweeping".
>
> "Saya tak berani keluar kamar, sepanjang hari saya hanya berdoa,
pasrah
>kepada Tuhan. Belakangan setelah kapal sandar di pelabuhan
Tanjungpriok,
>tiga teman yang saya kenal di terminal pelabuhan keberangkatan, tewas,
dan
>mayatnya di buang di tengah laut," ungkapnya.
>
> Korban tewas di atas kapal juga dialami tiga orang mahasiswa
Universitas
>Patimura yang dibunuh di kamar masing-masing setelah tak mampu
menghindar
>dari "sweeping" yang dilakukan orang-orang tertentu.
>
> Tentang berbagai pemberitaan yang tidak obyektif, dan berat sebelah
>sehingga mengaburkan kejadian sebenarnya, dan sekaligus dapat
memprovokasi
>umat juga dibenarkan oleh sosiolog UI Dr Thamrin Amal Tomagola. Menurut
>Thamrin, istilah "moslem cleansing" yang digunakan Ketua MPR Amien
Rais dan
>kemudian dikutip berbagai media massa sebagai mengaburkan masalah,
membuat
>bias peristiwa sesungguhnya, sekaligus memprovokasi umat.
>
> "Bahaya jika mengeluarkan atau mengutip statement tanpa mempergunakan
data
>yang valid," ucapnya mengeritik pernyataan yang dilontarkan Amien Rais
tersebut.

.....
fitnah selanjutnya dari organisasi Kristen Siar didelete.


'Volkskrant' Gegerkan Orang Indonesia di Belanda
Kumpulkan Dana Buat Beli Senjata?
Koresponden Khusus: Eddi Santoso
detikcom - Den Haag, Harian Volkskrant Belanda, edisi Rabu
(12/1/2000) menggegerkan orang Indonesia di negeri kincir angin
itu. Terutama berkaitan dengan pernyataan terbuka agar orang Maluku
di Belanda mengumpulkan uang untuk membeli senjata lalu dikirim
ke Maluku. Pernyataan terbuka yang dikutip harian Volkskrant itu
antara lain bernada provokasi, "Orang-orang Maluku di Belanda
serentak mengumpulkan dana untuk membeli senjata yang siap
dikirim ke Maluku untuk membantu 'christian brothers en sisters'
dalam pertempurannya melawan muslim."

Desakan untuk mengirim senjata itu diperuntukkan ke daerah-
daerah yang mereka sebut sebagai "benteng-benteng Kristen yang
terancam".

Daerah-daerah dimaksud adalah Ambon, Seram, Haruku, dan
Saparua. Kalimat "Beri kami senjata, sehingga kami setidaknya
bisa mati secara terhormat" adalah pesan yang diterima seorang
Maluku asal Bovensmile dari kerabatnya di Ambon.

Seorang Maluku asal Moordrecht mengatakan, bahwa dirinya tidak
bisa membiarkan orang-orang Kristen di Maluku dibantai begitu
saja oleh muslim.Maka, bila mereka tidak membantu supaya
pertempuran berimbang, maka kelak orang Kristen Maluku tak
tersisa. Hal ini tentu bertolak belakang dengan informasi yang
terjadi sebenarnya di Ambon, juga Maluku Utara selama ini, di
mana justru ratusan nyawa yang tewas sebagian besar muslim.

Berita yang diterima orang Maluku di Belanda dari rekannya di
Ambon justru mengatakan bahwa pihak "merah" Maluku diserbu
oleh pihak "putih" dengan senjata-senjata otomatis di mana
mereka terpaksa harus menandinginya dengan senjata parang,
kelewang, senjata rakitan buatan sendiri, bahkan ada juga yang
menggunakan senjata tua peninggalan kolonial Belanda. Mereka
mengklaim pula bahwa banyak korban di pihak kristen dengan luka
tembak, terutama korban pertempuran setelah Agustus 1999, yang
semuanya mengindikasikan bahwa pihak muslim memiliki senjata
modern dari TNI.

Pada alinea penutup berita di Volkskrant, pihak Maluku di Belanda
mengaku mempunyai channel internasional di mana bantuan
keuangan itu ditukar dengan senjata di Filipina. Sejumlah kecil
pengiriman senjata telah dikirim melalui Filipina Selatan ke Maluku
Tengah dengan kapal laut. Perang Kemerdekaan RMS Sementara
itu direktur Delft Information Society (DIS) menolak setiap analisis
yang mengabaikan peran RMS dalam krisis di Maluku. "Anggapan
bahwa RMS sudah tidak ada, seperti dikatakan Thamrin
Tamagola, adalah sangat ngawur dan miskin data. Pemerintah
pengasingan RMS masih tetap eksis, punya struktur pemerintahan
dan rakyat. You mau tahu siapa presiden RMS sekarang? F.L.J.
Tutuhatunewa! Hanya dua syarat yang perlu dipenuhi: pengakuan
internasional dan teritorial. Syarat terakhir inilah yang sedang
diwujudkan. Pengakuan internasional gampang, Belanda yang dulu
menjanjikan tanah air itu siap menjadi lokomotifnya." katanya.

Ia, yang keberatan dikutip namanya karena alasan keamanan,
menyimpulkan bahwa krisis di Maluku sekarang pada hakikatnya
adalah perang kemerdekaan, revolusi bagi RMS, untuk
mewujudkan kembali negara Republik Maluku Selatan. "Mumpung
Indonesia sedang sangat lemah dan konstelasi politik dunia
berubah. Kapan lagi kalau bukan sekarang?"
"Karena itu berapa kali perjanjian damai diteken, tetap saja akan
dilanggar dan pembunuhan akan terus berlangsung. Targetnya:
melakukan perimbangan etnik, sambil menarik campur tangan
internasional. Makin banyak manusia yang mati, cepat atau lambat
dunia internasional pasti akan campur tangan" tuturnya.

Ia lantas menunjukkan kliping harian Haagsche Courant, edisi
Rabu 16/12/1998. Kutipan kliping itu berbunyi, "Pemerintah
Republik Maluku Selatan (RMS) yang berbasis di Belanda kini
tengah mematangkan persiapan untuk mengambil alih kekuasaan
di Maluku Selatan" Menurut presiden RMS, F.L.J. Tutuhatunewa,
saat ini di kepulauan Maluku Selatan sudah dibentuk struktur
organisasi yang sewaktu-waktu siap mengambil alih kekuasaan
Jakarta.

Kepada harian Haagsche Courant, Tutuhatunewa mengatakan
bahwa beberapa kader RMS dari Belanda saat ini sedang berada di
Maluku untuk melakukan misi "memperkuat semangat di kalangan
penduduk" dan menyempurnakan persiapan kemerdekaan Maluku
Selatan. Tutuhatunewa memperhitungkan bahwa krisis ekonomi
yang kini menerpa Indonesia dan kekacauan massa yang telah
berlangsung berbulan-bulan, suatu saat akan memporak-
porandakan Indonesia sebagai negara kesatuan.

"Pada saat itu kami harus sudah siap. Tentu saja situasi chaos
seperti di Jakarta tidak boleh terjadi di Ambon. Kami harus
menjaga supaya kehidupan rakyat di kepulauan Maluku tetap
berjalan normal seperti biasa pada saat pemerintah pusat di
Jakarta jatuh." Tahun 1998 situasi di Indonesia memang sedang
genting dan ekonomi terpuruk. Negara dalam keadaan lemah dan
rapuh. Satu bulan setelah berita itu dilansir oleh Haagsche
Courant, kerusuhan di Maluku pecah. Diawali di Ambon pada
tanggal 18 Januari 1999.
Akankah semua ini benar?






_________________________________________________________________________


Disclaimer:

"Any  unauthorized  form of reproduction of this message is strictly prohibited.
The  bank  does  not  guarantee  the  security of any information electronically
transmitted  and  is  not liable for the proper and complete transmission of the
information  contained  in this communication, nor for any delay in its receipt.
THE  USE  OF  EMAIL  FOR  ANY  ILLEGAL  PURPOSE OR FOR ANY PURPOSE OTHER THAN AS
PERMITTED  BY  THE  BANK  IS  STRICTLY  PROHIBITED  AND  SUCH  USE MAY RESULT IN
DISCIPLINARY AND LEGAL ACTION."




------------------------------------------------------------------------
---
Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.

Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world

------------------------------------------------------------------------
For the fastest and easiest way to backup your files and, access them from
anywhere. Try @backup Free for 30 days.  Click here for a chance to win a
digital camera.
http://click.egroups.com/1/337/2/_/48885/_/948118634/


eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/piksi-l
http://www.egroups.com - Simplifying group communications




 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:19 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10