Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Riski.Witjaksono @ somewhere.in.the.world |
| Date | Mon, 17 Jan 2000 21:14:38 +0700 |
| List-archive | <http://www.egroups.com/group/piksi-l/> |
| List-help | <http://www.egroups.com/group/piksi-l/info.html>, <mailto:piksi-l-help@egroups.com> |
Taqobalallahu Minna Wa Minkum, Minal 'aidzin wal faidzin, Trus ini ada yang serius dari Maluku, Siapa brani mengorbankan harta dan atau nyawa ............... Cheers, (R), n.b. Anto, Indra Arco pindahan ke TB Simatupang ? ----------------------------------- Nampaknya kelompok Kristen melakukan perang secara sistematis. Di Ambon mereka melakukan cara dengan biadab, yaitu membantai umat Islam serta meng-Kristen-kan yang masih hidup secara paksa. Di Jakarta, melalui media massa serta para jago propaganda (terkadang menyamar sbg Kristen moderat, atau berpura2 Islam), mereka melakukan propaganda untuk menghancurkan semangat lawan untuk membela saudara2 Muslim di Ambon yang terus dibantai hingga sekarang. Untuk mencapai kemenangan, memang harus dilakukan teknik belah bambu atau divide et impera, pecah-belah dan kuasai sebagaimana yang dilakukan Belanda dulu. Di Ambon ribuan muslim dibantai, sementara di daerah yang mayoritasnya Muslim mereka berpura2 ingin berdamai. Tapi apa pula yang mereka lakukan di luar negeri? Mereka menyiarkan kabar bohong seolah2 umat Islam membantai mereka. --- Berita yang diterima orang Maluku di Belanda dari rekannya di Ambon justru mengatakan bahwa pihak "merah" Maluku diserbu oleh pihak "putih" dengan senjata-senjata otomatis di mana mereka terpaksa harus menandinginya dengan senjata parang, kelewang, senjata rakitan buatan sendiri, bahkan ada juga yang menggunakan senjata tua peninggalan kolonial Belanda. Mereka mengklaim pula bahwa banyak korban di pihak kristen dengan luka tembak, terutama korban pertempuran setelah Agustus 1999, yang semuanya mengindikasikan bahwa pihak muslim memiliki senjata modern dari TNI. --- Lihat cuplikan berita di atas, karena fitnah tsb, akhirnya LSM Belanda segera mengirimkan senjata, demikian pula dgn orang2 Kristen di Filipina (Detik & Republika). Akibatnya, dgn persenjataan lengkap, mereka berhasil membantai ribuan Muslim yang cuma bersenjatakan parang. Tak heran jika 120 ribu Muslim terpaksa kabur ke Sulawesi Selatan, karena tak sanggup menahan kebiadaban orang2 Kristen yang melakukan gerakan Kristenisasi secara biadab, yaitu lewat pembantaian thd orang2 yang tidak mau masuk ke agama Kristen. Hal ini persis seperti zaman Inquisisi dulu di Spanyol dan Portugis, di mana para pendeta tak segan2 meneteskan cairan besi panas ke mata orang yang tidak mau masuk ke dalam agama Kristen di ruangan Gereja. Umat Islam juga pernah mengalami kebiadaban Paus di Vatikan yang menyerang umat Islam selama seratus tahun lebih pada Perang Salib. Pada abad pertengahan (tahun 1400-1900), orang2 Kristen menyerang umat lainnya di Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Penyerangan ini dikenal motifnya sebagai 3 G, yaitu: Gold, Glory, and last but not least GOSPEL (KRISTENISASI). Para pendeta selalu menyertai setiap kapal perang mereka. Dengan disaksikan para pendeta, para penjajah seperti Pizzaro sanggup membantai 5000 penduduk Inca dalam satu hari, atau penjajah Inggris yang sanggup meracuni mata air yang biasa diminum penduduk Aborigin, sementara di Amerika, mereka memberikan selimut yang terkontaminasi cacar, sehingga penduduk Indian yang tidak memiliki imunitas thd penyakit cacar banyak yang meninggal. Kita sering mendengar teriakan provokator, tapi mana provokatornya? Siapa saja yang membantai, maka bunuhlah dia, tak peduli siapa provokator dibelakangnya. Siapa saja yang memperkosa, bunuhlah dia, karena dia telah berbuat kejahatan. Paling2 sisakan beberapa orang dari penjahat tsb, untuk mengetahui siapa dalangnya. Siar sendiri merupakan kelompok Kristen yang begitu terorganisir dalam melakukan propaganda untuk menghantam kekuatan Islam. Karena itulah mereka tak segan2 menyebarkan kabar bohong seperti peserta aksi Sejuta ummat dikatakan cuma tak lebih dari 20 ribu orang, padahal di TV saya lihat lapangan Monas begitu penuh, dan lapangan Monas ini luasnya paling tidak 10 kali luas Istora Senayan yang sanggup menampung 200 ribu orang (jika lapangan juga dipenuhi). Pers sendiri menaksir jumlahnya 500 ribu orang. Jadi hendaknya kita berhati2 dalam menerima berita bohong yang dilakukan oleh kelompok Kristen tsb: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, hendaklah kamu PERIKSA kebenarannya, jangan sampai kamu menganiaya suatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu" (Al Hujuraat: 6) Jika berita dari orang fasik (orang Islam tapi suka berbohong) saja kita tidak boleh percaya begitu saja, apalagi berita dari orang2 Kristen yang sekarang sedang membantai ribuan saudara Muslim kita di Maluku seperti Siar tsb. Berikut beberapa ayat di Alkitab yang memang mengajarkan kekerasan: "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa DAMAI, melainkan PEDANG" (Matius 10:34) "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!" (Lukas 12:49) "Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa DAMAI di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan PERTENTANGAN" (Lukas 12:51) "Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan BUNUHLAH mereka di depan mataku" (Lukas 19:27) "Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi (Matius 15:30) Yosua (yang dianggap orang Kristen sebagai panutan) menyerang dan membantai orang2 di Yerikho: "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai kepada LEMBU, DOMBA, dan KELEDAI" (Yosua 6:21) "Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS" (Ulangan 20:16) "Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, HARUSLAH DIHUKUM MATI" (Imamat 24:16) Firman Tuhan untuk membantai kaum Amalek: "Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU, maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI" (1 Samuel 15:3) Agar tidak dituduh memfitnah, hendaknya saudara2 sekalian membeli Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia di toko buku Gramedia atau Gunung Agung, kemudian cari sendiri ayat yang saya tunjukkan, insya Allah hal ini benar adanya, karena dari kitab itulah saya mengutipnya. Jadi jika orang-orang Kristen membantai ribuan umat Islam di Maluku, itu sih tidak aneh. Memang para pendeta Kristen banyak berkhotbah tentang "Cinta." Tapi di lapangan, mereka bertindak kejam, seperti membantai 200 ribu Muslim Bosnia, puluhan ribu Muslim Kosovo, ribuan Muslim di Chechnya, ribuan Muslim di Ambon, dan entah sampai kapan daftar pembantaian ini akan berakhir. Kekejaman tsb, tentulah tidak lepas dari penafsiran mereka tentang ayat2 Alkitab di atas. Wassalamu 'alaikum wr wb: PENDETA JADI PEMBANTAI: -----Original Message----- From: DPD PK MALUT <keadilan @ somewhere.in.the.world> Date: Friday, January 14, 2000 4:33 AM Subject: [ambon-post] mereka dedengkotnya..? MEREKA DEDENGKOTNYA...? Pada hari Jum'at tanggal 31 Desember 1999, pasukan Kristen yang dipimpin oleh Pdt J. Soselissa dan J. Huwae (Mantan Camat Tobelo) bergerak ke Gorua disertai grup Drum Band. Dengan pengeras suara (megaphone) Pdt. Soselissa mengucapkan kata-kata provokasi sebaga berikut : "Orang-orang Indonesia harus dihabiskan karena bikin kotor. Jangan takut, maju terus karena ada bantuan dari Belanda, Inggris dan Australia. Jadikan Tobelo sebagai ISRAEL KEDUA . Tokoh -tokoh Islam di Gorua harus ditangkap hidup-hidup seperti Hi. Abd. Rahim Hi Ahmad (Imam Desa Gorua) dan Hi Husri Hakim ". (ucapan ini sempat didengar oleh beberapa warga muslim Gorua) Di desa Gorua Kecamatan Tobelo itulah, merupakan pertahanan terakhir ummat islam Tobelo dan puluhan warga muslim yang mengamankan diri dalam mesjid Al-Muttaqin dibom dan dicincang mayatnya oleh orang Kristen kurang lebih 30 orang. Pertahanan di desa yang mayoritas islam ini bobol dan warga Kristen melanjutkanke desa popilo arah utara Kec. Popilo yang juga penduduknya mayoritas islam dibantai disaat ummat islam meyelamatkan diri di dalam Mesjid Muhajirin desa Popilo sehingga kurang lebih 30 orang dibunuh secarah sadis dalam mesjid tersebut. Dan kemudian dibumihanguskan berikut mesjidnya. Kejadian tersebut terjadi jam 10.00 waktu setempat. Mereka yang terlibat ataukah dedengkotnya ? Tragedi dan kerusuhan yang dimulai oleh warga Kristen ini mempunyai kerja yang sangat rapi dan sistematik karena mereka memiliki jaringan konspirasi dengan tragedy Ambon yang dilancarkan oleh orang-orang RMS (Republik Maluku Sarani=Selatan). Karena tokoh-tokoh kunci dalam tragedy Tobelo, Galela dan Halmahera pada umumnya dimotori oleh orang-orang asal Ambon seperti Pdt. J. Soselissa ( Pimpinan Jemaat Kupa-Kupa Tobelo Selatan), J Huwae (Mantan Camat Tobelo), dan Ny. May Luhulima (anggota DPRD II Maluku Utara dari Fraksi PDIP). Disamping Toloh-tokoh Asal Ambon di Tas ada juga Tokoh-tokoh lain yang cukup berpengaruh di daerah tersebut , yakni : Ir. Hendrik Namotemo, MSP (Kepala Bagian Perekonomian Bapedda Tingkat II Maluku Utara), Drs. Djidon Hangewa, MS (Kepala DLLAJ Maluku Utara) Zadrak Tongotong (Ketua Pemangku Dewan Adat Hibualamo Tebelo, pegawai Statistik Kecamatan Tobelo), Suami Isteri Pieter H, SH. (Pengurus Gereja Katholik) dan dra Joice Mahura (Pegawai Dinas Pariwisata Maluku Utara), Hanoch Tonoro (Pegawai kakancam Pdan K Tobelo), Pdt. Gultom (Dari Batak yang menjadi pimpinan Jemaat Gamhoku) serta Ketua Sekolah Tinggi Theologia (STT) Gemih Tobelo dan civitas Akademikanya.Di Sekolah inilah tempat bagi warga Kristen menyusun Strategi dan latihan penyerangan serta pengendalian alat tempur yang dilakukan dengan bimbingan Menwanya. Financial pendukung perlengkapan lain saat terjadi penyerangan di sokong oleh beberapa pengusaha keturunan (Cina) seperti : Haenart Kusuma (Pemilik KM Garuda Satu ) yang mengangkut bahan Amunisi dari pulau Bobale, Hate Tabako (Wasile), Pulau Kumo, Daru dan Doro menuju Tobelo. Hae Seke (Pemilik Golden Night Clup di Wosia) yang membawa bahan Bakar bensin dan minyak tanah. Suami Istri Jansen Pangkay dan Leni Carla Karyose (Pemilik Favourite Foto) Penyandang Dana dan Fasilitas lainnya Yak Sang , yang suka menyogok Pejabat dan Aparat Keamanan di Tobelo. Suami istri Edy Tobin (pemilik Toko Sinar Mas) Sebagai penyandang Dana. Pemutarbalikan fakta OLEH ORANG KRISTEN! >From: SiaR News Service <siar @ somewhere.in.the.world> >Subject: SiaR---KAPAL LAMBELO DIBAJAK, PULUHAN TEWAS >Sender: owner-siarlist @ somewhere.in.the.world > >KAPAL LAMBELO DIBAJAK, PULUHAN TEWAS > > JAKARTA, (SiaR, 13/1/2000). Peristiwa pembajakan KM Lambelu milik PT >Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada 26 Desember 1999 lalu, membawa >korban tewas puluhan orang penumpangnya. Demikian kesaksian sejumlah >penumpang kapal yang selamat kepada SiaR di Jakarta, awal pekan ini. >Pembajakan kapal yang berlayar menuju Surabaya dan Jakarta itu menyebabkan >kapal terlambat masuk Surabaya. Pembajakan itu dilakukan sekelompok >pengungsi dari Maluku yang hendak menyingkir dari kepulauan itu. Para korban >terutama adalah kalangan minoritas tertentu yang berada di atas kapal. Ny >Sal, salah seorang penumpang, kepada SiaR mengatakan para pembajak melakukan >sweeping dan membunuh para penumpang yang kedapatan beragama lain. Ny Sal >yang tak tahan melihat pembunuhan-pembunuhan itu melahirkan bayinya secara >prematur di atas kapal, karena stres. > > Menurut dia, ratusan penumpang membajak kapal sehari setelah perjalanan >menuju Jakarta. Seluruh awal kapal, termasuk kapten kapal diancam dengan >berbagai senjata tajam. Bahkan ada diantaranya yang membawa senjata api. >Seluruh penumpang lain baru menyadari kapal dibajak, setelah nahkoda kapal >mengumumkan melalui pengeras suara dengan suara yang bergetar, seperti orang >ketakutan. Para pembajak itu kemudian mendatangi kamar-kamar penumpang >dengan membawa berbagai senjata. Pembajakan dan pembunuhan tersebut, menurut >Ny Sal, diketahui sejumlah aparat militer bersenjata lengkap yang menumpang >kapal itu, namun tak dapat berbuat apa-apa. Selain puluhan korban tewas, ada >sekitar 10 anak buah kapal (ABK) yang juga dibunuh, dan mayatnya dibuang ke >laut setelah mencoba melindungi para penumpangnya. Namun, tentang korban ABK >ini belum diperoleh konfirmasi. > > Kejadian pembajakan kapal ini bukan kali pertama sejak pecahnya kerusuhan >di Maluku. Kesaksian lain seperti yang diungkap CM, seorang penyanyi senior. >Kepada SiaR, CM menceritakan pengalamannya di atas kapal yang sama di awal >Desember 1999 lalu. Ia merasa tersasar di kapal tersebut, karena ternyata di >perjalanan terjadi "sweeping". > > "Saya tak berani keluar kamar, sepanjang hari saya hanya berdoa, pasrah >kepada Tuhan. Belakangan setelah kapal sandar di pelabuhan Tanjungpriok, >tiga teman yang saya kenal di terminal pelabuhan keberangkatan, tewas, dan >mayatnya di buang di tengah laut," ungkapnya. > > Korban tewas di atas kapal juga dialami tiga orang mahasiswa Universitas >Patimura yang dibunuh di kamar masing-masing setelah tak mampu menghindar >dari "sweeping" yang dilakukan orang-orang tertentu. > > Tentang berbagai pemberitaan yang tidak obyektif, dan berat sebelah >sehingga mengaburkan kejadian sebenarnya, dan sekaligus dapat memprovokasi >umat juga dibenarkan oleh sosiolog UI Dr Thamrin Amal Tomagola. Menurut >Thamrin, istilah "moslem cleansing" yang digunakan Ketua MPR Amien Rais dan >kemudian dikutip berbagai media massa sebagai mengaburkan masalah, membuat >bias peristiwa sesungguhnya, sekaligus memprovokasi umat. > > "Bahaya jika mengeluarkan atau mengutip statement tanpa mempergunakan data >yang valid," ucapnya mengeritik pernyataan yang dilontarkan Amien Rais tersebut. ..... fitnah selanjutnya dari organisasi Kristen Siar didelete. 'Volkskrant' Gegerkan Orang Indonesia di Belanda Kumpulkan Dana Buat Beli Senjata? Koresponden Khusus: Eddi Santoso detikcom - Den Haag, Harian Volkskrant Belanda, edisi Rabu (12/1/2000) menggegerkan orang Indonesia di negeri kincir angin itu. Terutama berkaitan dengan pernyataan terbuka agar orang Maluku di Belanda mengumpulkan uang untuk membeli senjata lalu dikirim ke Maluku. Pernyataan terbuka yang dikutip harian Volkskrant itu antara lain bernada provokasi, "Orang-orang Maluku di Belanda serentak mengumpulkan dana untuk membeli senjata yang siap dikirim ke Maluku untuk membantu 'christian brothers en sisters' dalam pertempurannya melawan muslim." Desakan untuk mengirim senjata itu diperuntukkan ke daerah- daerah yang mereka sebut sebagai "benteng-benteng Kristen yang terancam". Daerah-daerah dimaksud adalah Ambon, Seram, Haruku, dan Saparua. Kalimat "Beri kami senjata, sehingga kami setidaknya bisa mati secara terhormat" adalah pesan yang diterima seorang Maluku asal Bovensmile dari kerabatnya di Ambon. Seorang Maluku asal Moordrecht mengatakan, bahwa dirinya tidak bisa membiarkan orang-orang Kristen di Maluku dibantai begitu saja oleh muslim.Maka, bila mereka tidak membantu supaya pertempuran berimbang, maka kelak orang Kristen Maluku tak tersisa. Hal ini tentu bertolak belakang dengan informasi yang terjadi sebenarnya di Ambon, juga Maluku Utara selama ini, di mana justru ratusan nyawa yang tewas sebagian besar muslim. Berita yang diterima orang Maluku di Belanda dari rekannya di Ambon justru mengatakan bahwa pihak "merah" Maluku diserbu oleh pihak "putih" dengan senjata-senjata otomatis di mana mereka terpaksa harus menandinginya dengan senjata parang, kelewang, senjata rakitan buatan sendiri, bahkan ada juga yang menggunakan senjata tua peninggalan kolonial Belanda. Mereka mengklaim pula bahwa banyak korban di pihak kristen dengan luka tembak, terutama korban pertempuran setelah Agustus 1999, yang semuanya mengindikasikan bahwa pihak muslim memiliki senjata modern dari TNI. Pada alinea penutup berita di Volkskrant, pihak Maluku di Belanda mengaku mempunyai channel internasional di mana bantuan keuangan itu ditukar dengan senjata di Filipina. Sejumlah kecil pengiriman senjata telah dikirim melalui Filipina Selatan ke Maluku Tengah dengan kapal laut. Perang Kemerdekaan RMS Sementara itu direktur Delft Information Society (DIS) menolak setiap analisis yang mengabaikan peran RMS dalam krisis di Maluku. "Anggapan bahwa RMS sudah tidak ada, seperti dikatakan Thamrin Tamagola, adalah sangat ngawur dan miskin data. Pemerintah pengasingan RMS masih tetap eksis, punya struktur pemerintahan dan rakyat. You mau tahu siapa presiden RMS sekarang? F.L.J. Tutuhatunewa! Hanya dua syarat yang perlu dipenuhi: pengakuan internasional dan teritorial. Syarat terakhir inilah yang sedang diwujudkan. Pengakuan internasional gampang, Belanda yang dulu menjanjikan tanah air itu siap menjadi lokomotifnya." katanya. Ia, yang keberatan dikutip namanya karena alasan keamanan, menyimpulkan bahwa krisis di Maluku sekarang pada hakikatnya adalah perang kemerdekaan, revolusi bagi RMS, untuk mewujudkan kembali negara Republik Maluku Selatan. "Mumpung Indonesia sedang sangat lemah dan konstelasi politik dunia berubah. Kapan lagi kalau bukan sekarang?" "Karena itu berapa kali perjanjian damai diteken, tetap saja akan dilanggar dan pembunuhan akan terus berlangsung. Targetnya: melakukan perimbangan etnik, sambil menarik campur tangan internasional. Makin banyak manusia yang mati, cepat atau lambat dunia internasional pasti akan campur tangan" tuturnya. Ia lantas menunjukkan kliping harian Haagsche Courant, edisi Rabu 16/12/1998. Kutipan kliping itu berbunyi, "Pemerintah Republik Maluku Selatan (RMS) yang berbasis di Belanda kini tengah mematangkan persiapan untuk mengambil alih kekuasaan di Maluku Selatan" Menurut presiden RMS, F.L.J. Tutuhatunewa, saat ini di kepulauan Maluku Selatan sudah dibentuk struktur organisasi yang sewaktu-waktu siap mengambil alih kekuasaan Jakarta. Kepada harian Haagsche Courant, Tutuhatunewa mengatakan bahwa beberapa kader RMS dari Belanda saat ini sedang berada di Maluku untuk melakukan misi "memperkuat semangat di kalangan penduduk" dan menyempurnakan persiapan kemerdekaan Maluku Selatan. Tutuhatunewa memperhitungkan bahwa krisis ekonomi yang kini menerpa Indonesia dan kekacauan massa yang telah berlangsung berbulan-bulan, suatu saat akan memporak- porandakan Indonesia sebagai negara kesatuan. "Pada saat itu kami harus sudah siap. Tentu saja situasi chaos seperti di Jakarta tidak boleh terjadi di Ambon. Kami harus menjaga supaya kehidupan rakyat di kepulauan Maluku tetap berjalan normal seperti biasa pada saat pemerintah pusat di Jakarta jatuh." Tahun 1998 situasi di Indonesia memang sedang genting dan ekonomi terpuruk. Negara dalam keadaan lemah dan rapuh. Satu bulan setelah berita itu dilansir oleh Haagsche Courant, kerusuhan di Maluku pecah. Diawali di Ambon pada tanggal 18 Januari 1999. Akankah semua ini benar? _________________________________________________________________________ Disclaimer: "Any unauthorized form of reproduction of this message is strictly prohibited. The bank does not guarantee the security of any information electronically transmitted and is not liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication, nor for any delay in its receipt. THE USE OF EMAIL FOR ANY ILLEGAL PURPOSE OR FOR ANY PURPOSE OTHER THAN AS PERMITTED BY THE BANK IS STRICTLY PROHIBITED AND SUCH USE MAY RESULT IN DISCIPLINARY AND LEGAL ACTION." ------------------------------------------------------------------------ --- Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal. Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world ------------------------------------------------------------------------ For the fastest and easiest way to backup your files and, access them from anywhere. Try @backup Free for 30 days. Click here for a chance to win a digital camera. http://click.egroups.com/1/337/2/_/48885/_/948118634/ eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/piksi-l http://www.egroups.com - Simplifying group communications
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:19 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10