Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI-L] Something nice to share??. (fwd)

From "Julian Zahrial" <julianz @ somewhere.in.the.world>
Date Mon, 19 Jun 2000 21:02:49 +0700

Nice story anyway.

----- Original Message -----
From: Teni Tresnawati <teni @ somewhere.in.the.world>
To: <piksi-l @ somewhere.in.the.world>
Sent: Saturday, June 17, 2000 12:44 AM
Subject: [PIKSI-L] Something nice to share??. (fwd)


> sorry kalau pernah dapat,
> kalau bisa aku mau curhat lagi nih ;-)
>
> kalau aku baca cerita di bawah dulu dulu, mungkin respon ku akan : iya,
> betul sekali!
> tapi ternyata things are not that simple.kadang-kadang kita harus
> dibenturkan dengan berbagai kepentingan di sekitar kita. kadang kadang
> kita harus berada dalam perang kebenaran, etika, dan kepentingan orang
> lain. kita hidup tidak sendiri. nilai mana yg harus kita ambil????
> keputusan mana yg harus kita ambil?
> eh sorry kalau bikin bingung. kalau jadi bingung, ya nggak usah dipikirin.
> tapi kalau punya jawaban, terima kasih banyak untuk sharing nya. sorry
> sharing saya tidak bisa lebih lengkap.

Selama bumi berputar, pasti akan ada benturan-benturan kepentingan. Itulah
harmoni kehidupan: How to become 'ummatan wasathan', menjadi 'wasit' kepada
umat lainnya. Pedomannya dengan berpegang pada nash-nash Qur'an, Hadist ato
nurani yang suci.

Jika tidak bersangkutan dengan dirinya, manusia mungkin dapat membuat
penilaian-penilaian yang 'cukup' objektif, tapi jika sudah menyangkut diri
sendiri (interest pribadi maupun kelompok), sulit sekali (ato bahkan tidak
mungkin?) menghilangkan faktor ego. Amerika bisa teriak HAM ke Tim-tim, tapi
untuk Maluku?

> ps :
> mungkin sebenarnya kalau kita mengikuti jalan yg benar dari awal, kita
> akan selamat juga. tapi kadang-kadang kita melakukan "kesalahan".saya
> pakai tanda kutip karena mungkin sebetulnya tidak terlalu salah juga, cuma
> ada sesuatu yg kurang benar disitu. nah, kalau itu sudah terjadi, what
> next?

Yang pertama, kan ada opsi untuk bertobat, mohon ampun. Yang kedua, kan ada
pepatah 'keledai aja nggak mau terperosok ke lubang yang sama kedua
kalinya'. Yang pertama relatif mudah dilakukan, tapi untuk yang kedua
rasanya sich nggak banyak.


JZ
"Nggak ada dosa besar kalo mau minta ampun, dan nggak ada dosa kecil kalo
dilakukan berulang-ulang"
--- lupa dari mana, en sori kalo kalimatnya nggak pas.


PS: Kalo saya lihat dari cerita tsb, pada dasarnya jangan sampai kita punya
pandangan/ point of view yang 'sempit' dan 'tertutup' (Inti kata kafir/kufur
adalah ketertutupan dan penolakan). Misalnya langit kuningnya PKB itu lho.
Just open your mind and see the truth.

Dari beberapa komentar yang sudah ada, interpretasi atas cerita ini cukup
beragam. Apakah ini artinya terjadi perbenturan pendapat ??







Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.

Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world

 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:29 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10