Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Mahfudh Junaryanto <junaryanto @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Tue, 12 Dec 2000 21:26:16 -0800 (PST) |
eittt ... tunggu dulu ... musik yg mana dulu harus jelas ... saya pikir di Indo lebih banyak musik yg membuat terlena dan orang tergelincir ke jurang kemaksiatan ... apalagi video klipnya ... minta ampun cara berpakaian dan jogetnya ...(sorry kalau sudah berubah, ini yg saya lihat 2 thn yg lalu di TV) beruntunglah saya tinggal di sini jadi terhindar .. dan disini palingg bisa nonton TV Malaysia nasyid Raihan, atau album terbaru Siti Nurhaliza yg justru penuh dg lagu tradisional dg video klip tentu baju & joget melayu yg anggun ...indahhh sekali !!! Dan tolong dicatat ini bukan project sukarela utk mempertahankan nilai tradisional di kalangan anak muda ... ini pure business, karena memang pasar di Malaysia, Brunai dan Singapore memang menginginkan musik yg seperti itu , tahu nggak bahwa seminggu setelah Mariah Carey manggung ke Singapore dulu, Siti Nurhaliza manggung .. dan harga tiket Siti 3X lebih mahal .... so what is the morale of the story then ..? Silakan ambil kesimpulan sendiri, yg jelas ini yg sangat membedakan antara orang "Melayu" Indonesia and the rest ...
dan kenapa kalau software kita boleh membajak... apakah bukti nyata di Indo masih kurang jelas ...? Bahwa artiss itu jauh lebih kaya daripada programmer yg berpengalaman puluhan tahun-pun. Sulit dibayangkan artis yg masih berumur puluhan tahun, jauh lebih populer, kaya, "disegani" .. daripada software profesioanal yg pengalamannya saja sudah puluhan tahun !
bukan produsen musik itu yg patut dikasiani ... tapi kita-kita ini karena terlena oleh musik mereka ... lupa kalau kita ini yg sebenarnya layak dikasiani yg malah mengasiani mereka ...
ini tentu diluar Bimbo, atau Syed Alwi ... yg meskipun di dunia mereka nggak mendapat balasan.. di akherat merkea akan mendapat kemewahan ... apalagi kalau kita bisa berdoa untuk mereka pula ...
Quoting Fadill
> saya setuju sama mas amal bahwa jangan membeli musik indonesia
> bajakan...........
> beda dengan yg amrik punya mereka sudah merambah seluruh dunia, balik
> modalnya cepet.....bahkan plus keuntungan yg melimpah ruah.
>
> Pertanyaannya : kenapa dibedakan yg amrik sama indo ? aku pikir gini:
> ...........kita berada di pasar bebas, siapa kuat dia yg menang
> ...........cuman yg menang akan semakin kuat
> ............yg kalah tersingkir
> ............kalo udah gini maka akan terjadi situasi 'hampir monopoli'.
> ............monopoli biasanya (kalo engga selalu) merugikan konsumen
> Nah kalo udah sampai tahap 'hampir monopoli' ini.............bisa
> dibilang
> tidak ada kekuatan lagi yg dapat mengontrol mereka(pemenang) kacuali
> regulasi/peraturan
>
> Yg sekarang kita bisa lakukan adalah : beri kekuatan bagi yg lemah yaitu
> dengan cara membeli produk/jasa/musik legal bagi produsen musik
> nasional.
>
> nah bagi yg besar ? biar regulasi yg mengaturnya......misalnya :
> mempersingkat jatah Hak Cipta (hak cipta khan ada batas jangka
> waktunya.....untuk musik kalo engga salah 20 tahun), dll lah
>
> Fadill
>
>
>
>
>
> Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang
> disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan
> kelembagaan Piksi secara formal.
>
> Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
>
-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
eLerts
It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
http://click.egroups.com/1/9699/0/_/48885/_/976682913/
---------------------------------------------------------------------_->
Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.
Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
| eGroups Sponsor |
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:45 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10