Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Ikhlasul Amal" <amal @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Thu, 14 Dec 2000 00:26:51 +0000 |
| Organization | Kampung Angin Berdesir |
On Wed, Dec 13, 2000 at 04:29:06PM +0700, Agus Salim wrote (probably
edited):
% Aduh Pak, musik di Indonesia tidak cuman dankdut ala sekatenan yang
% goyangnya bikin dada banyak pria berdetak terlalu kencang. Bapak mau
% cari musik dari ala India, Arab, Primitif ampe Rap ada Pak, tidak
% berhenti hanya pada musik melayu tradisional.
[...]
% Gus Lim
%
---end quoted text---
Iya nih, si Mahfudh, opininya sudah Lee Kwan Yew sekali! :)
Kalau pulang ke Indonesia, menikmati musik ('to listen', bukan
'to hear') jangan hanya mengandalkan acara klip video di
televisi swasta. Juga jangan hasil memborong VCD-musik bajakan
produksi Tangerang yang diekspor secara ilegal atau dibawa TKI.
:)
Sudah pernah dengar Djaduk Feriyanto main Gamelan, album-album
Sawung Jabo, Iwan Fals bersama Rendra, perjalanan dokumentasi
Franky dan kolaborasinya dengan Emha/Fals, acara keliling Kyai
Kanjeng, dan sikap Sudjiwo Tedjo?
Atau yang agak 'lite': Achmad Band dengan Kuldesak, Dewa 19
dengan Bintang Lima dan Terbaik Terbaik, Gigi dengan album
Janji, sampai aransemen rockestra yang bagus untuk Bang Bang Tut
Slank, dan musik renyah Sheila on 7. Kalau melankolis, coba
dengar keajaiban berkali-kali dari Reza. Malaysia boleh bangga
sirkuit Sepang masuk dalam 'tour' Formula-1; kita berpartisipasi
lewat duet Reza dan penyanyi Jepang itu dalam F-1.
Masih belum puas dan ingin yang lebih menyentuh hati? Yang suka
Arabian, Alwi Hadad sudah memuaskan publik dan spektakuler dari
jumlah keping yang laku. Dengar juga baik-baik suara jernih
keluarga Munaf yang diwakili Sherina. Belum lagi beberapa dhiba'
(yang paling populer jelas ciptaan Abu Nawas) yang sudah
diaransemen ulang dan diorkestrakan.
Kalau soal variasi warna musik di Indonesia tidak dapat diikuti
oleh negeri-negeri jiran yang masih memilih irama akordion dan
gambus-style, apa mau dikata?
Saya pernah mengamati MTV Ampuh yang kebetulan dilanjutkan
dengan MTV Asia Hit List pada jam berikutnya (susunan ANTeve).
Sekalipun saya dapat maklum bahwa MTV bisa jadi belum
benar-benar mencerminkan kondisi yang sesungguhnya (misalnya
akapela seperti Raihan dan Senada, bisakah bersaing 'par-to-par'
dengan Boyz To Men [aduh, bagaimana tulisannya?]), tapi masih
terlihat beda menyolok antara hasil 10 terbaik di Indonesia
versi 'Ampuh' dan pilihan 'anak-anak muda Asia' di 'Asia Hit
List'. Lagu-lagu 'sampah' (maaf) seperti itukah yang digemari
anak muda Asia? Uf!
Pesan saya buat Mahfudh, jangan dua kali 'kejeblos' lubang: dulu
saudara salah tonton sinetron produksi keluarga Punjabi,
sekarang dengar musik salah pilih ciptaan Dedy Dores... :)
Salam hangat dari Indonesia,
jangan kuatir, sebagian dari 200 juta penduduk negeri ini juga
penggemar Siti Nurhaliza. Raihan juga keliling studio televisi
di Jakarta dalam bulan Ramadhan ini. Sheila Madjid pun saya
kenang sebagai penyanyi Malaysia terbaik yang [justru]
[di]sukses[kan] di Indonesia. Lagu laris dia "Antara Anyer dan
Jakarta", bukan "Antara Johor dan Kelantan"...
Kalau masih ingin menikmati akordion dan Bahasa Melayu, silakan
mengunjungi salah satu propinsi kami, Riau.
--
amal
Ayo tersenyum: negeri ini memerlukannya
-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
eLerts
It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
http://click.egroups.com/1/9699/0/_/48885/_/976729615/
---------------------------------------------------------------------_->
Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.
Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:45 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10