Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Ikhlasul Amal" <amal @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Tue, 2 Jan 2001 23:59:23 +0000 |
| Organization | Kampung Angin Berdesir |
Setiap perubahan niscaya membawa gegar budaya bagi mereka yang
menerimanya. Mereka yang siap atau belum. Mereka yang mendapatkannya
sebagai evolusi atau revolusi. Ini sedikit catatan ringan saya menjelang
akhir tahun yang telah lalu.
1. Sudah larut malam ketika komputer yang saya perbaiki di salah satu
kecamatan di Pulau Jawa perlu 'boot' dari disket. Aduh, ternyata
'floppy drive' kotor!
Terpaksa kami keliling ke beberapa toko elektronik setempat, karena
kalau harus pergi ke ibukota kabupaten percuma sudah terlalu malam.
Toko pertama, kedua, ketiga, ... ya sama saja setiap kali ditanyakan
'floppy drive cleaner' atau disederhanakan 'disket cleaner', semua
mengernyitkan dahi sebentar, terus mengeluarkan 'CD drive cleaner'.
Itu pun jangan sekali-kali menyebut sebagai 'CD Drive', melainkan
VCD!
Jadi, itulah lompatan teknologi kita: floppy dan hard disk terlewat,
langsung masuk ke teknologi 'storage' 640MB bernama VCD. Pita
sekuensial bernama VHS dan Betamax juga sudah lenyap, hangus tak
bersisa, apalagi projektor seluloid. Laserdisk juga menjadi
kenang-kenangan sedikit orang berduit.
2. Lewat daerah Dago, Sabtu malam, di tengah hiruk-pikuk, kekacauan
adab, eh, ada juga sayup-sayup terdengar irama gambus. Ampun, siapa
juga ikut hajatan pakai irama Arab ini? "Kuping warisan kampung"
milik saya jadi penasaran. Maklumlah di tempat kelahiran saya gambus
yang kearab-araban itu sudah dikonotasikan dengan selamatan, 'musik
langgar', dan aktivitas yang bersinggungan dengan dakwah.
Busyet, ternyata di salah satu pojok Dago ada dua mobil mentereng
dibuka pintunya dan dari dalam dibunyikan gambus. Di sekelilingnya,
beberapa anak-muda keturunan Arab berjoget dalam liuk khas Arab dan
Afrika Utara menghadap Laut Tengah. Jangan-jangan suatu saat mereka
datang lengkap mengenakan gamis dan kafiyeh.
3. Di salah satu titik kunjungan silaturahim Iedul Fitri, kami
diputarkan VCD. Judulnya menarik, "Syria Video Center" (SVC) dan
menurut pemiliknya berisi irama gambus. Wah, mentang-mentang gambus
sudah diusung ke istana, sekarang orang tidak malu-malu punya koleksi
irama gambus.
Tapi gambus yang mana dulu? Semua judul, nama penyanyi, pencipta
('titling') memang ditulis dari kanan ke kiri alias huruf Arab
gundul. Begitu jreng... wah, kok aransemennya sudah terpengaruh irama
Latin seperti intro Ricky Martin? Terus klip videonya? Alamak...
imitasi dari 'Ray of Light' Madonna dan joged macam Conga si Gloria
Estefan "Miami Sound Machine"!
Gambus sih gambus...
Syria sih Syria...
Aku jadi ingat ilustrasi yang cukup 'sinis' di National Geographic
beberapa tahun lalu tentang Damaskus. Foto yang ditampilkan di sana
berupa dua warga Damaskus sedang menikmati bentang alam kota Damaskus
yang padat dari ketinggian. Yang tidak enak, di meja mereka terdapat
dua gelas minuman 'teh berbuih' (mewakili kadar alkohol cukup tinggi)
dan dikomentari, "minum sesuatu yang sangat terlarang dalam hukum
Islam yang ketat".
Zaman wis akhir, zaman wis akhir, ...
-- puji-pujian
--
amal
Ayo tersenyum: negeri ini memerlukannya
Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.
Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:45 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10