Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Heru Sunandar" <heru @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Tue, 25 Jan 2000 11:46:14 +0700 |
| Cc | <asisten @ somewhere.in.the.world> |
|
Microsoft
Membayar Sun 20 Juta Dollar AS untuk Kasus Java
Seattle, Rabu
Raksasa Software, Microsoft dan Sun
Microsystem, hari Selasa lalu (23/01) akhirnya menyudahi perkara hukum yang
pahit dan telah berlangsung selama 3 tahun di antara keduanya, dimana Microsoft
setuju membayar saingannya itu 20 juta dollar AS untuk penggunaan teknologi
pemrograman Java buatan Sun secara terbatas.
Gugatan yang diajukan Sun pada bulan Oktober 1997, berisi tuduhan bahwa
Microsoft melanggar syarat-syarat perjanjian penggunaan Java, karena perusahaan
milik Bill Gates itu memodifikasi teknologi Java sehingga hanya bekerja pada
sistem operasi Windows milik Microsoft.
Salah satu kesepakatan yang diambil untuk menyelesaian gugatan itu, adalah
mengijinkan Microsoft menggunakan Java untuk produk-produknya yang sudah ada,
seperti Internet Explorer, sampai tujuh tahun ke depan.
Java adalah bahasa komputer yang memungkinkan program-program berjalan dalam
berbagai sistem operasi dan berbagai piranti. Yang dipermasalahkan adalah
tuduhan bahwa Microsoft melakukan perubahan pada Java sehingga hanya beroperasi
di Windows dan dominasi Windows selama ini dapat dipertahankan.
Karena keputusan itu, produk masa depan Microsoft tidak dapat menggunakan
Java, yang sebenarnya telah disebarkan secara bebas lewat internet dan dipakai
dalam banyak software berbasis Web.
Sampai saat ini juga belum diketahui bagaimana hal itu akan berpengaruh
terhadap strategi Microsoft dalam pengembangan .NET, suatu teknologi dari
Microsoft yang bertujuan untuk menjadikan semua software-nya mampu mengirimkan
data pada pengguna di mana saja, dengan alat apa saja.
Tahun lalu Microsoft meluncurkan bahasa komputer saingan Java yang disebut C#
atau C-sharp, yang menurut perkiraan para analis akan mengambil alih posisi Java
dalam produk-produk Microsoft masa depan.
Sun, yang merupakan musuh bebuyutan Microsoft, juga menjadi pendukung
pemerintah AS untuk kasus yang menyerang Microsoft dalam hal monopoli dan
penggabungan beberapa perusahaan. Dalam kasus itu, Microsoft diminta untuk
memecah perusahaannya menjadi dua.
Kedua Pihak Mengaku Menang
Meski penyelesaian yang diambil mampu mengatasi persoalan-persoalan hukum
yang selama ini diperdebatkan dua perusahaan itu, namun hal itu tidak memberikan
arti cukup banyak dalam mengatasi pertentangan yang selama ini terjadi antara
keduanya.
"Sun telah menggunakan jalur hukum untuk menyaingi Microsoft dalam beberapa
tahun ini," ungkap juru bicara Microsoft Jim Cullinan. "Hal itu menyita banyak
biaya selama proses pengadilan, dan kami sebenarnya mencari jalan bagaimana
menyelesaikannya."
Cullinan juga menyatakan Microsoft puas dengan penyelesaian ini, karena jalan
yang diambil tidak memberi dampak buruk pada konsumen dan produknya.
"Namun kami puas dengan penyelesaian ini, karena hal ini melindungi konsumen
dan produk kami, sebab mereka tidak terkena dampak dari keputusan yang diambil,"
tandas Cullinan.
"Seperti yang Anda ketahui, tujuh tahun adalah waktu yang cukup lama dalam
dunia industri," komentarnya mengenai hak penggunaan Java oleh Microsoft selama
kurun waktu itu.
Di lain pihak, Sun juga merasa memenangkan perkara ini dengan mengatakan
keputusan itu menjaga keutuhan produknya (Java).
"Ini adalah kemenangan bagi lisensi kami dan konsumen kami," ungkap Chief
Executive Sun, Scott McNealy.
Sedangkan Patricia Sueltz, wakil presiden sistem software Sun, mengatakan,
"Microsoft tidak mau menerima peraturan dalam dunia Web, dan ketika dia harus
memilih antara kompatibilitas (penyesuaian produk) atau menghentikannya,
Microsoft memilih menghentikan."
"Saya kira kami tidak rugi sama sekali. Kami mengajukan kasus ini, mereka
membayar 20 juta dollar, kami menghentikan perjanjian, mereka melanjutkan
penggunaani versi lama dari teknologi kami, tapi mereka tidak bisa
menggunakannya untuk .NET, jadi pikirkanlah siapa yang menang dalam masalah
ini," ujar Sueltz.(Rtr/wsn) -- dikutip dari Kompas --
---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.egroups.com/group/piksi-l |
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:46 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10