Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Heru Sunandar" <heru @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Thu, 8 Mar 2001 13:50:42 +0700 |
| Cc | <piksi-l @ somewhere.in.the.world> |
Assalammualaikum wr.wb Maaf mas, Suratnya saya forwardin ke Milist juga. Siapa tahu ada yang tertarik diskusi mengenai Java2 Enterprise Edition (J2EE). Sekedar bagi-bagi pengalaman... > I lost my faith to EJB, so do many people (hee ...he > .. ) Oh gitu masa sih.. berita baru ini. Mas, saya sering ngebrowse mengenai java. dari web javaworld,theserverside,middleware,dll dan berbagai milist tapi saya belum pernah menemukan bahwa EJB kurang powerfull dibandingkan bean biasa untuk level enterprise. > Coba lihat IBM Commerce server, ini jelass full > transactional scalable eCommerce system, tapi mereka > malah pakai Bean biasa..padahal edisi sebelumnya > mereka pakai EJB ? > Too much overhead, unflexible design ...kita jadi > nggak bisa maenn sama design pattern . Wah ini berita baru lagi nih. Kalau punya info mengenai itu tolong kirim-kirim Mas.He he he ini big isyu baru yang mesti diungkap di perusahaan saya ini. Ini bisa change everything :) Saya sendiri punya IBM Commerce Server Terbaru (versi 5.1 bener nggak ini yang terbaru?) Dia menggunakan WebSphere V3.5 sebagai AppsServernya. Untuk StandarVersion memang dia hanya menggunakan bean biasa (tidak ada fasilitas EJB) tapi untuk level Advance Server dan Enterprise Server IBM tetap menngunakan EJB. Did I Miss Something ? Ini persis AppServer lain seperti iPlanet-nya Sun/Netscape . Untuk versi standar iPlanet juga tidak menyediakan EJB. Bean biasa tidak punya runtime enviroment.Dia numpang runtime environmentnya Servlet/Jsp. Jadi ordinary bean hanya bertindak sebagai librarynya servlet (mirip dengan file .dll-nya di Windows). Sementara EJB adalah remote object yang punya run time environment sendiri (Sun call it , EJB Container). Jadi bila Servlet+EJB di Appsserver punya dua aplikasi yang running. Ini memang bikin berat beban AppServer .Tapi Run Timenya EJB punya kemampuan jauh lebih powerfull daripada runtimenya servlet. Sebab Servlet framework tidak didesain untuk menghandle level Enterprise. Transaction Management, Pooling resources, Load Balancing, dll harus dicoding sendiri (even if you have bean to handle it) sementara di EJB FrameWork kita nggak usah repot-repot. Semuanya sudah di handle oleh EJB Containernya. Saya sendiri ngetest pake iPlanet. Untuk level standar saya test di rumah (AppServer jalan di PC intelCeleron 300 128 Mb) dengan pengakses 3 orang Jangan tanya deh hasilnya. Aplikasi tanpa EJB jalan cepat wust wust.. , sedangkan yang pake EJB jebloknya minta ampun. Tapi setelah di test diperusahaan dengan mengguanakan Sun E250 1 GB dengan pengakses 800 orang baru kelihatan powerfullnya EJB. Apalagi setelah di clustering dan Load Balancing dengan 2 server Sun E250 tambah cring hasilnya jauh menyusul yang tanpa EJB. Gitu mas pengalamannya... Kalau punya artikel tentang Bean dan EJB kirim-kirim deh,, mungkin saja ada bean-bean yang sudah jadi yang bisa menghandle kelebihan EJB. Memang bener bikin EJB itu ribet dan nggak fleksibel. Saya bikin di kantor sudah 100% persen jalan,eh dibawa ke client butuh seharian untuk jalan. Deploy dan registrinya itu.. di iPlanet ribet banget... Wassalammualakum wr.wb -Heru- ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:47 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10