Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Pramudya Bondan Irawan" <pramudya.bondan @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Fri, 16 Mar 2001 14:43:54 +0700 |
|
DULU Dulu ketika saya dan teman-teman melakukan aksi memiliki tujuan Penggulingan Soharto. Sasaran utama memang menggulingkan Soharto. Maslah yang lainnya... itu dikebelakangkan. Saya pernah bergabung bersama kawan-kawan dari Forkot CS. Memang, teman-teman di Forkot sangat pemberani. Saya sendiri heran.. kenapa mereka bisa seberani itu... Namun yang jelas, yang saya lihat sebelum mereka melakukan aksi mereka menggunakan minuman beralkohol untuk membangkitkan semangat mereka. Saya pernah ditawari untuk minum... namun saya tolak... Bahkan saya (yang saat itu masih kuliah di Bandung sempat menginap di markaz mereka) Padahal jumlah mereka sangat sedikit... namun apabila melakukan aksi... na'udzu billah min dzalik... sangat kasar, dan mereka memang tidak menggunakan hati nuraninya... karena saya yakin.. hati mereka telah ditutupi oleh iblis melalui minuman yang mereka konsumsi... Sepintas saya berfikir... mereka mahasiswa atau bukan ya... soalnya dibandingkan dengan saya, kok jauh sekali pautan umur mereka.. atau barangkali mereka adalah mahasiswa abadi... atau barangkali mahasiswa yang nggak akan pernah lulus... Saya pernah berkenalan dengan Bang Ginting (namanya nggak tau, karena dia bilang panggil aja Ginting, setau saya Ginting itu salah satu Marga orang Batak, kalau nggak salah Batak Karo) .. Ingat sekali nama itu... karena dia pernah memberikan sepotong roti kepada saya ... Saya tanya kuliah di mana bang... "di UKI" jawabnya... Semester berapa ... "Sudah lupa" katanya.. soalnya dua tahun ini nggak pernah ngikuti kuliah ... bla.. bla .. bla ... umur bang ginting sekarang berapa ? "sekitar 30-han" .. Saya tidak begitu kaget.. melihat tampangnya memang saya duga sekitar segitu... Tapi sudahlah... mau lulus atau nggak itu urusan dia ... Yang jelas saya saat itu salut dengan teriakan nya (mereka) ... dalam rangka menjatuhkan Soeharto .. Bener-bener pasukan berani mati.. Hanya saja saya sempet kaget, karena saya juga pernah diberi bom molotov ... Saya bilang untuk apa ? Ya... Untuk ngelempar Aparat.. kata mereka.. Wah... saya dulu juga benci sama aparat, tapi terus terang, saya nggak pernah punya niat melukai aparat, apalagi melempar mereka dengan bom molotov yang tentu saja membahayakan nyawanya juga. Dan saya fikir, aparat juga manusia. Dia punya hati dan perasaan. Kalau ada aksi pasti ada reaksi, itu rumus fisika yang pernah saya pelajari. Dan itu juga merupakan hukum alam... dimana ada tekanan yang besar, pasti yang ditekan akan memberikan reaksi sebesar apa yang diterimanya ... bla-bla -bla ... kalau saya terangin dikira sombong lagi.. atau mungkin bayak yang nggak ngerti... Tapi biarlah... saya tidak melakukan apapun.. saya memisahkan diri dengan teman-teman di Forkot CS. Yang jelas saya sudah tau apa mereka, siapa mereka, apa tujuan mereka, dari mana mereka, dan tentu saja... siapa di belakang mereka... atau siapa yang bayar mereka... Soalnya saya sempet juga nyaksiin bagaimana mereka membagi-bagikan bonus. Saya sendiri menghindar, karena perbekalan dari orang tua saya masih cukup banyak. Dari kecil memang saya biasa sendiri, karena semenjak SMP saya sudah jauh dari orang tua saya. SMP saya di Surabaya, dan SMA saya di Bandung. Sementara orang tua saya di Malang. Akhirnya saya bergabung dengan teman-teman dari Bandung yang baru saja datang. Ternyata benar juga... apa yang saya khawatirkan terjadi. Rekan-rekan dari Forkot sangat agresif terhadap aparat. Mereka tidak sungkan-sungkan mengerjai aparat.. tentu saja.. aparat memberikan reaksi. Yah... cukup banyak aparat yang benjol-benjol... namun tidak sedikit dari rekan-rekan FORKOT CS yang babak belur... Saya sendiri sempat gundah, apakah saya akan terus melakukan aksi.. atau saya sudahi sampai di sini ...? Tidak ! saya akan terus... Saya ingat apa yang selalu diajarkan bapak saya. Le.... nek dadi wong sing bener yo le.. ojo neka-neko... Inget ning Gusti Alloh yo le... Urip sak ene'e... belajar prihatiin... Begitulah yang selalu dikatakan bapak saya kepada anak-anaknya yang lima orang dan kebetulan laki-laki semua. Namun kami anak-anaknya sangat kompak, dan Alhamdulillah semuanya kini sudah selesai menjalankan studinya di 5 PTN (ternama semua) yang berbeda. Kakak saya yang paling tua di ITS, kemudian yang kedua di UNAIR, Yang ketiga saya di ITB, adik saya di UGM dan si bungsu di UNIBRAW (biasa.. anak bungsu, nggak mau jauh dari si mbok). Singkatnya, kami telah berhasil menjatuhkan Soeharto CS. Alhamdulillah.... Semuanya berkat Allah SWT. Bukan karena saya, bukan karena Teman-teman dari Bandung.. bukan karena FORKOT CS... kami hanya perantara saja.. Namun yang menjadi kenangan indah saya adalah bagaimana saya berinteraksi dengan teman-teman di FORKOT CS. KINI Sekarang.... Adik-adik dari BEM (Yang dimotori UI) bentrok dengan rekan-rekan dari FORKOT CS. Melihat dari siapa sebenarnya di belakang FORKOT CS, saya bisa memastikan bahwa PASTI ada skenario provokator yang sengaja membuatnya. Yaitu tujuannya adalah membuat opini bahwa aksi mahasiswa menjurus pada tindakan anarkis.. Padahal saya tau betul, dan bisa dipastikan bahwa yang anarkis sebenarnya sipa, yaitu rekan-rekan dari FORKOT CS. Ini jelas merupakan tuduhan pribadi saya. Saya tau banyak latar belakang FORKOT, juga BEM... adik-adik di BEM saat ini adalah bukan titisan mahasiswa yang dulu ikut ke gelanggang dalam menjatuhkan Soeharto. Mereka masih butuh banyak pengalaman. Karena dulu waktu masa saya dan rekan-rekan turun ke jalan, mereka adalah mahasiswa yang manis, yang tidak mau turun ke jalan. Kini mereka sudah merasa siap dengan modal jumlah mereka yang saat ini (boleh dibilang) menguasai kampus-kampus ternama [kalo' FORKOT kayaknya yang memotori adalah kampus-kampus kristen atau swasta yang tidak terkenal, jadi bisa dilihat keintelektualannya, analisa saya, massa yang tidak intelek pasti gampang terprovokasi, termasuk FORKOT CS.. luar biasa mamang FORKOT mencari basis massanya]. Nah... beda dengan BEM yang memang cukup intelek.. Saya cukup sering mengikuti tindak tanduk mereka .. saya cukup kagum kepada mereka.. mereka berbeda dengan saya yang dulu.. mereka sangat idealis, dan yang cukup mencengangkan saya adalah... mereka tersebar ke seluruh penjuru nusantara, tentu saja.. di setiap univ. yang ternama.. Saya cukup respect dengan perjuangan mereka... namun keidealismean mereka hendaknya tidak membuat mereka kaku untuk bergerak. Dan kehijauan mereka dalam berpolitik hendaknya membuat mereka harus berfikir keras. Mereka masih anak-anak baru yang masih bau kencur (kata si mbok). Tapi ternyata mereka sudah bisa merepotkan barisan GD.. Adik-adik BEM, waspadalah, karena saya tau, FORKOT CS tidak akan tinggal diam, pasti anda menerima teror, penculikan, dan bukan tidak mustahil... PEMBUNUHAN. Rapatkan barisan anda, karena kalau tidak, anda akan menjadi bulan - bulanan FORKOT CS, baik di media massa mupun kontak fisik... Selamat berjuang adik-adik BEM.. malam ini saya akan ke Ibu kota, berusaha mencari tau atau menyocokkan kebenaran informasi yang saya terima... Insya Allah anda berada di jalur yang benar... bersambung.. Insya Allah Comment : plese e-mail to : Zafar Aqlianto [zeffff2000 @ somewhere.in.the.world] SWJJR, MLG, 15 Mar 2001 KISAH BERIKUTNYA Siapa itu BEM Apa latar belakang tindakan FORKOT CS. terhadap BEM Siapa itu SOEKARNOISME [khususnya di Bandung] --> pendukung Mbak Mega Kedekatan GD dengan FORKOT
---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. |
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:48 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10