Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Akhmad Hadi Susanto <akhmadhs @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Wed, 25 Apr 2001 18:47:58 -0700 (PDT) |
Bravo! Bondan, Senyum satir saya sama the "fastest SAP implementation" cuman sekelebatan pojok kecil di Kompas dua-bulanan lalu. Dalam hati saya bertanya sekompleks apakah business process disana? kalau mau mengganti dengan business process yang baru (dengan kemampuan SAP) apa iya semua lini pada setuju2 saja pakai "Off-the-shelf package"? Ok Accelerated SAP bisa jadi metode standar, tapi soal industri di indonesia? (hmm.. skeptis yang tidak perlu ya..) ok lets figure it out: Waktu implementasi = ((kompleksitas business process)/(pengalaman konsultan))*(ekspektasi) + (kondisi 'ERP' yang ada**) ** value: (-) kondisi ERP tidak transparan, garbage in garbage out (+) kondisi ERP jelas, transparan, konsisten. dan pasti ditambah parameter2 lain kali ya. Oh ya: kecepatan implementasi tidak selalu sebanding dengan tingkat kesuksesan.. am I right? lagi2 faktor manusia ya. Anto > wah sep, implementasi SAP bukan dinilai dari bagus > dan reliabilitynya > server. > Kecepatan implement dipengaruhi banyak hal : > 1. Kekompleksan bisnis proses > apakah banyak bisnis proses yang memakai SAP > standard > atau diperlukan tambahan external program, > shortcut, > form, query, navigator, dll > 2. Profesionalisme dan pengalaman sang konsultan > kalo konsultan sudah berpengalaman implement thd > bisnis > proses yang dimaksud makin cepat nantinya > kalo belum pernah, bahkan belum tau, walaupun > secara > teori sudah banyak di training dan explore bisa > jadi lebih > lama dibandingkan yang sudah pernah > 3 . Metodologi implementasi > pake tools metodologinya apa, kalo menggunakan > metodologi manual saja dibandingkan pake ASAP > (Accelerated SAP) apa nggak? > Kemudian pemetaan fase > implementasi dipakai apa tidak ? seperti : > Fase As Is (memetakan apa yang ada sekarang) > Fase To Be (apa yang akan dilakukan, berkurang, > tetap, > atau bertambah dari fase As Is) > Realization (mulai mapping bisnis proses ke SAP) > Integration test (Tes integrasi menyeluruh, > mulai test > development, sampai test QA), lalu GO LIVE > 4. Integrasi antar modul, bisnis proses, transaksi > Yang rumit juga kalo kita menggunakan multi > modul, yang > kompleks dan integrasinya yang harus dimanage > dengan > bagus, supaya semua orang menggunakan bahasa > yang > sama, biasanya selain Tim Leader di masing² > modul ada > yang namanya Integrator yang berfungsi > menjembatani > keperluan antar modul > 5. Tujuan implementasi ? > kalo tujuannya cuma buat merapihkan data, > integrasi, > semua menggunakan komputer, paperless, mungkin > bisa > cepat, apalagi kalo bisnis prosesnya sudah klop > antara > yang ada di lapangan dan di provide di SAP > nah ada yang tujuan implementasinya lebih > lanjut, misalnya > untuk melihat efisiensi bisnis prosesnya, > membongkar > kebrobokan menjadi transparansi, meningkatkan > kualitas, > kecepatan menghasilkan produk, bahkan sampai BPR > (Business Process Reengineering), jadi > merestrukturisasi > kembali cara kerja, sehingga banyak hal yang > perlu > dibenahi di lapangan, nah ini bisa lama. > > > salam, > > asep > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices http://auctions.yahoo.com/ ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:54 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10