Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Akhmad Hadi Susanto <akhmadhs @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Fri, 27 Apr 2001 00:58:45 -0700 (PDT) |
--- Sri Sardjananto <janto_gmf @ somewhere.in.the.world> wrote: > Mas Bondan punya business proses "Subcontracting ". > SAP standar untuk maintenance airline (MRO, > Maintenance & Repair Organization)kurang bisa memenuhi > requirement. > Yang saya tahu memang SAP cocok untuk manufacture, > tapi untuk proses re-manufacturing agak perlu > enhanchment, tidak hanya customizing. maksud enhancement disini kita musti buat fungsi/methods baru? maksudnya tidak hanya dengan memanfaatkan "extra-fields" saja khan? kalau begitu bener2 memang harus dicustomized sampai level DLL, Forms atau mungkin executablesnya. > Sebagai gambaran di MRO, jika kita kirim part untuk > diperbaiki (PN,Sn), waktu brg sudah serviceable/finish > oleh kontractor, di receiving ada kendala karena PN > bisa berubah jika vendor melakukan modifikasi, SN bisa > berubah jika barang rusak ditukar dg yg serviceable > oleh vendor. > > Please, info BP subcontracting ya ??? Di BP sendiri khususnya untuk Upstream Oil&Gas aktivitas maintenance sepertinya sih generic saja, I mean semua strategi MMS masih sama dengan teori, hanya saja dalam praktik apakah harus subcount dsb itu soal cara agar lebih efisien: misalnya part untuk kompresor harus diganti harus bisa dilihat dari stock gudang, atau kalau tidak ada (min/max threshold) harus order PR dsb. Untuk servicing bisa dilakukan di internal (departement fabrikasi), pun juga dari luar (Pindad, IPTN, atau kirim barangnya ke Aberdeen sana, etc.), jadi semacam shop-lah. Untuk MRO memang tepat sekali untuk di-adopsi work-aroundnya mengingat spending cost dari dept SCM paling besar dalam aktifitas MRO. Typicalnya: untuk comodity yang bersifat consumables itu bersifat low order, high spending; sedangkan untuk MRO itu high order, relatively low spending. (order kecil harganya selangit vv). Makanya MRO bikin SCM pusying khan dibanding consumables spending? bisa dibayangkan betapa sulitnya memperkirakan min/max setiap parts yang terinstal di equipment2 field: ditimbun entar jelek di inventory, dikurangi entar kalau ada trouble gimana produksi; dunia ini memang serba susyah. Buat mas Epsi apa kabar? Penerapan ERP yang mahal2 bagi kumpeni besar memang nggak masalah asal sebanding dengan targetnya itu sendiri, seperti "setelah implementasi SAP, diharapkan bisa menghemat biaya untuk order barang, optimasi inventory, transparansi biaya, serta memudahkan untuk inbound transaction: nggak berbelit-belit), ya kalau perusahaannya kelas menengah kebawah ya lain cerita, persis yang mas @mal bilang: cari yang bagus mahal buat ngehabisin budget tahun ini.. eh!" > Untuk fase I yg katanya fatest implementation, memang > kita sebisa mungkin mengadop bisnis process standard > SAP. Modulnya cuma FI/CO dan MM, yg processnya bisa > dikatakan sudah baku. Aku kira sampai semua lini, makanya hebat betul...;) Cheers, Anto __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices http://auctions.yahoo.com/ ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:54 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10