Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Ikhlasul Amal" <amal @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Sat, 2 Jun 2001 02:59:23 +0700 |
| Organization | Kampung Angin Berdesir |
[Fri, 01 Jun 2001, 08:24:01 +0700 1.7K] epsi menulis (diedit):
% kayaknya inti masalahnya lebih kebidang politik-sosial-budaya bukan
% ekonomi teori ekonomi lebih sederhana, para ahli ekonom tak berkutik
% dgn implikasi politik-sosial-budaya (contoh ya negara kita ini)
Menurut saya tesis Myrdal masih wajar-wajar saja. Setiap ahli
salah satu bidang ilmu tentu membatasi kompleksitas sistem
dengan jalan menyederhanakan masalah dan sebisa mungkin kompromi
dalam hal dampaknya. Perubahan kondisi juga sesuatu yang tidak
terelakkan dan bisa jadi menyebabkan penjelasan itu perlu
diterjemahkan dengan bahasa aktual. Sebagai misal lain, Adam
Smith, pencetus pasar bebas, tentu tidak membayangkan pada
zamannya bahwa sekarang ini barang datang ke pasar dibungkus
merk dan merk itulah yang 'lebih dominan' dibanding kualitas
barang sendiri.
Ahli politik pun berpikiran yang penting proses politik berjalan
dengan baik dan terkadang mengabaikan ongkos riil yang harus
dikeluarkan. Terhadap hal ini, saya ingat ada ulasan khusus
tentang demokratisasi di Kompas beberapa bulan lalu. Ada salah
satu buku-teks yang disusun ahli politik di salah satu
universitas di AS bahwa "negara yang belum siap, jangan
main-main dengan proses demokratisasi." Ini 'menentang arus'
terhadap anggapan lama bahwa yang penting rakyat memilih,
memilih, dan memilih.
% ini pun salah!, di indonesia si kenek tinggal diplototin
Dalam hal seperti di atas saya masih 'konservatif'. Setiap hari
kalau saya naik KRD pergi dari atau pulang ke rumah, saya
saksikan sendiri puluhan orang melakukan hal seperti itu. Yang
membikin saya prihatin, pelakunya adalah orang-orang yang sama
berkali-kali dan, maaf saja, tidak menunjukkan perasaan bersalah
sama sekali.
Dalam kadar yang berbeda, saya masih menganggap dilematis
persoalan seperti pedagang kaki lima dan kondisi sekitarnya dan
pengamen di perempatan lampu lalu lintas.
Catatan: memang hebat jalur distribusi email lewat
'mailing-list' di Indonesia. Coba saja, untuk email ajakan
membantu orang kecil yang mengawali obrolan ini, saya terima
dobel dari Piksi-L ditambah satu lagi dari 'mailing-list' lain,
dan barangkali akan bertambah lagii dari forum lain.
Yang sering 'mengesalkan', kenapa ya kalau ada pesan
diteruskan ('forwarded') seperti itu tidak dirapikan dulu
teksnya dan dijelaskan penulis dan rantai penyebarannya.
Pokoknya, karena ajakan kebaikan (lebih sering malah berisi
pesan menakut-nakuti) asal kirim saja.
---end quoted text---
--
amal
Ayo tersenyum: negeri ini memerlukannya
----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.
Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.
Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:00 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10