Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Ikhlasul Amal" <amal @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Thu, 12 Jul 2001 08:40:48 +0700 |
| Organization | Kampung Angin Berdesir |
Hari Sabtu lalu, 7/7, masyarakat Jatinangor, Sumedang, dikejutkan dengan
adanya benda yang dikira bom ditanam. Setelah didatangi polisi,
diperiksa, ternyata sebuah travo yang ditanam PLN. Berita ini ditulis di
koran Priangan, koran daerah Bandung Timur, keluarga Pikiran Rakyat.
Paragraf demi paragraf menggambarkan 'keributan' akibat salah sangka bom
ini dan penjelasan polisi dan PLN. Yang menarik, ditulis, "Menurut
rencana dalam waktu dekat ini bakal ada kunjungan Wakil Presiden ke
sana, sehingga PLN perlu menambah daya listrik."
Hebat kan, kalau orang gede datang?
Sampai-sampai urusan menambah daya listrik saja dipasangkan travo baru.
=====
Lima milyar rupiah (Rp 5 000 000 000, 00 atau 5E+9 rupiah), sebenarnya
besar tidak ya, untuk ukuran Indonesia dalam kondisi sekarang?
Ribut-ribut iklan PLN yang a.l. menampilkan Pak Bendot minta perhatian
agar subsidi diberikan kepada yang lebih memerlukan, bernilai 5 milyar
rupiah.
Kita hitung-hitungan saja.
Berarti untuk 'menasehati' setiap penduduk Indonesia diperlukan ongkos
Rp 5 milyar dibagi 200 juta atau sama dengan 25 rupiah. Sebagai
perbandingan, biaya untuk 'mendengar' dan mengakomodasikan sikap bangsa
Indonesia dalam bentuk SI MPR menelan ongkos 20 milyar per sidang, atau
100 rupiah per kepala. Jadi, memang, ongkos rakyat mendengar lebih murah
daripada bersikap atau berpendapat.
Saya pernah terlibat dalam salah satu projek pembacaan meter di
pembangkit, nilainya sekitar 0.5M. Karena salah satu tujuan pekerjaan
tsb. dalam rangka efisiensi di 'backend' PLN, boleh dikatakan terdapat
gambaran kasar rasio ongkos 1:10 (0.5M vs. 5M) antisipasi di bagian
'back office' (pembangkit) dan 'front office' (PLN distribusi, yang
menjual ke konsumen).
Sebagai ilustrasi, salah satu perjuangan mati-matian Microsoft menguasai
pasar komputer desktop ('front office') a.l. alasan mereka bahwa pasar
desktop sekalipun kesannya recehan tapi kuantitasnya menggiurkan
(termasuk kecenderungan untuk 'update', 'upgrade', 'install' yang
relatif mudah dilakukan di desktop). Silakan saja server menggunakan
Linux atau Sun Solaris, paling hanya beberapa biji komputer di ruang
dingin; sisanya, beberapa puluh komputer desktop bertaburan di meja
administrasi (yang selalu merengek meminta upgrade MS Office versi
terakhir) dan bos (yang selalu memerintahkan agar komputernya tidak
ketinggalan zaman) tetap terpasang logo jendela berkeping-keping...
Jadi demikianlah 5 milyar rupiah. Bahkan hanya untuk mengajak berhemat
dan peduli dengan subsidi kepada yang lebih memerlukan perlu dana yang
tidak main-main.
--
amal
Ayo tersenyum: negeri ini memerlukannya
----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.
Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.
Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:01 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10