Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] HELP : Kyai Langitan ,bagaimana kabarnya ?

From "Heru Sunandar" <heru @ somewhere.in.the.world>
Date Tue, 31 Jul 2001 08:16:24 +0700
Cc <asisten @ somewhere.in.the.world>

Seorang teman yang bukan Islam sering nanyamengenai tradisi
para pendukung GD terutama kyai-kyai langitan.
Mereka sering geleng-geleng kepala kalau mendengar cerita/pendapat
dari  kyai Langitan.

Pendapatnya yang sering aneh, nggak masuk diakal dan yang
membikin miris selalu berlindung atas wangsit dari Allah.
Ketika pendapatnya terbukti jauh dari realita yang ada ( := ngaco)
tanpa malu mengcounternya juga berlindung dari kata-kata
wangsit.

Kadang-kadang sampai  bingung gimana caranya menjawab.
Kalau terdesak terpaksa keluar kata-kata sakti .." yah
mereka kan ahli agama mungkin ada sesuatu rahasia dibalik
kata-kata mereka yang kita nggak tahu " sambil berusaha meyakinkan
bahwa nggak semua orang Islam punya tradisi seperti ini.
(sambil pura-pura melihat komputer supaya nggak ngelihat wajah teman
  yang cengengesan sedikit mengejek).

Ketika  ada berita dari detik.com/Jawapos tentang kejadian terbaru di ponpes
langitan. Gue benar-benar nggak bisa jawab apa-apa ketika dia nanya
lagi. Jangan dia gue aja  benar-benar bingung dan sedikit malu Bagi
teman-teman anak
piksi yang Nahdiyyin (Amin, Agus Salim, dll ) boleh dong sharing sedikit
pendapatnya
tentang Kyai Langitan ini (yang positif tentunya). Dan sekalian gimana
pendapatnya
tentang berita dibawah ini. Biar gue ada sesuatu yang dijelaskan ke teman
saya
ini. Yah sekalian sedikit dakwah , minimal teman saya dikurangi sedikit
persepsi
jeleknya mengenai ummat Islam

Wassalam

Heru

-----------------------------------------------------------------------
Ponpes Langitan Berduka
2 Santriwati Tewas, Belasan Luka
Sumber: Jawapos.co.id
detikcom - Jakarta, Ponpes Langitan Tuban berkabung. Dua santri putrinya
tewas dan belasan santri lainnya luka serius akibat berebut menuruni tangga
pondok. Rebutan itu dipicu dari kepanikan santri yang ketakutan karena
merasa diganggu makhluk halus.

Berdasarkan berita Jawapos, Selasa (31/7/2001), dua santriwati itu
menghembuskan nafas terakhir saat dievakuasi ke Puskesmas Babat. Mereka
ialah Nur Mazidah Mustain, 13, Desa Bending, Kecamatan Duduk Sampeyan,
Gresik dan Muhibatul Hawayati, 15, warga Dusun Leran, Desa Manyar, Gresik.

Sementara itu, delapan korban dirawat terpisah. Lima santri di Puskesmas
Babat dan tiga santri lainnya di RS NU (Nasrul Umah) Lamongan. Selain
mereka, masih ada sekitar 10 santri dalam perawatan intensif dr H Sudat di
ponpes setempat. Sebagian besar santriwati itu hanya menderita syok dan
hanya perlu pemulihan mental.

Insiden itu terjadi Minggu (29/7/2001) petang lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.
Seperti biasa, usai salat Maghrib, pondok yang diasuh KH Abdullah Faqih itu
memberlakukan kegiatan mengaji bersama. Tidak terkecuali santri putri yang
lokasi pondoknya di bagian belakang. Aktivitas ngaji itu diikuti sekitar 100
santri putri tanpa didampingi pengasuh.

Saat para santri putri itu khusyuk membaca lafal Qur'an, mereka dikejutkan
suara lengkingan wanita. "Suara itu terdengar keras dari semua arah," ujar
santri putri yang dihubungi melalui keluarganya.

Karena takut, spontan mereka semburat keluar melalui sebuah tangga yang
menghubungkan lantai dua dengan lantai dasar. Saking paniknya, para santri
itu tak berpikir keselamatannya. Mereka berusaha lari sekencang-kencangnya
sambil menuruni tangga. Dari sinilah petaka itu bermula. Saat mereka berebut
turun, banyak santri yang terjepit, terjatuh, dan terinjak.

Tidak sedikit dari mereka yang terpeleset dari tangga. Suasana kian panik
setelah tubuh santri itu bergelimpungan di lantai dan anak tangga. Sebagian
besar terluka akibat injakan kaki temannya. Sebagian santriwati lain
terlihat shock. Dua korban pertama yang menderita luka serius itu menurut
sumber di Ponpes Langitan menghembuskan nafas terakhir saat dirujuk ke
Puskesmas Babat.

Sampai berita ini diturunkan, situasi Ponpes Langitan masih belum sepenuhnya
pulih. Radar Bojonegoro juga tak berhasil mengkonfirmasi pemangku pondok.
Gus Ubaidillah -- putra tertua KH Abdullah Faqih, telepon di rumahnya
dimailbox. Sementara Gus Mujab Fachni, adiknya berpergian. Menurut Yasak,
pembantunya, Gus Mujab belum bisa dipastikan pulangnya. "Biasanya kalau
pergi seperti ini ya cukup lama," kata Yasak per telepon.

Hanya Kapolres Tuban AKBP Drs H Gufron yang membenarkan insiden itu. Namun,
dia keberatan membenarkan penyebab paniknya para santri itu akibat mahluk
halus. "Masak polisi disuruh membuktikan sesuatu yang tak kasat mata,"
katanya.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Small business owners...
Tell us what you think!
http://us.click.yahoo.com/vO1FAB/txzCAA/ySSFAA/IYOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:01 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10