Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] DUEL MENCARI KEADILAN Pentium 4 2GHz vs. Tbird 1.4GHz

From Asep Abdurohman <IMCEAEX-_O=TRISULA_OU=TTI_CN=RECIPIENTS_CN=ASEPA @ somewhere.in.the.world>
Date Mon, 15 Apr 2002 12:19:59 +0700

Bagi yg tertarik untuk ulasan H/W komputer, berikut tulisan ttg AMD vs Intel
dari Bang Budz dari www.reviewland.com
Salam,
-asp-

 DUEL MENCARI KEADILAN
 Pentium 4 2GHz vs. Tbird 1.4GHz 
 

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 17 October 2001

 
Intel telah meluncurkan jagoan terbarunya yg berkecepatan 2GHz. Dengan
tenaga baru dan platform RDRAM, prosesor intel yg diklaim sebagai tercepat
itu mencoba menyeruduk Tbird 1.4GHz.
Sementara itu Tbird 1.4 mencoba melawan dengan menggunakan platform SDR
(KT133A) dan DDR (AMD761)
Mampukan Tbird 1.4GHz menangkis serangan Pentium4 2GHz?
Mungkinkah Pentium4 bakal terjungkal dalam pertarungan di kecepatan tinggi
ini?
Simak saja pertarungannya...

Harga Pentium4 mulai turun dan banyak orang yg mulai melirik untuk mencicipi
keping buatan Intel tsb. Sayangnya turunnya harga Pentium4 dibarengi dgn
maraknya motherboard i845 SDRAM yg performanya memalukan.
Cukup banyak orang yg memadukan Pentium4-nya dgn platform i845 SDRAM.
Padahal tidak mungkin melawan Tbird 1.4GHz yg perkasa dengan menggunakan
platform SDRAM, apalagi kini Tbird mulai menggunakan platform DDR.
Intel sendiri juga meng-klaim bahwa performa terbaik Pentium4 hanya bisa
didapat JIKA menggunakan platform i850 RDRAM.
Memang harga memory RDRAM lebih mahal dibanding DDR, tapi paling tidak sudah
tidak semahal dulu lagi.
Bila Pentium4 menggunkan platform i845 pasti ia akan mati konyol jika harus
melawan Tbird 1.4 yg berplatform DDR.
Buruknya platform i845 SDRAM dapat anda lihat situs-situs seperti
Tomshwardware dan Anandtech, jadi tak perlu lagi saya bahas disini.
Karena itulah pengujian kali ini menggunakan platform i850 RDRAM, yg
merupakan platform terbaik bagi Pentium4

PENTIUM4 2 GHz (Socket 423)

Pentium 4 2GHz (socket 423)
Distributor resmi: Intel Indonesia
Harga: $500 THUNDERBIRD 1.4GHz

Thunderbird 1.4 GHz
Distributor resmi:
PT. Data Benua Persada
(021) 63863836
Harga: $130 

MASALAH KEADILAN DALAM DUEL 2 GHz vs 1.4 GHz 

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa duel Pentium4 2 GHz vs Tbird 1.4 GHz
adalah pertarungan yg tidak adil karena 2GHz diadu dgn 1.4GHz.
Mereka seharusnya tahu bahwa Tbird 1.4GHz memiliki Pentium Rating setara
1.8GHz. Ini bisa dilihat pada program Sisoft Sandra, disitu tertera jelas
bahwa Tbird 1.4 memiliki PR1900 (1.9 GHz).
Jadi pertarungan ini boleh dibilang cukup adil.
Memang penggunaan RDRAM pada Pentium4 akan memberikan keuntungan sendiri
pada Pentium4. Namun perlu diingat bahwa Tbird menggunakan FSB 133 sedangkan
Pentium4 cuma FSB 100.
Jadi keunggulan RDRAM agak ter-netralisir oleh FSB yg lebih rendah pada
Pentium4.
Pernyataan yg mengatakan bahwa Pentium4 memilki FSB400 adalah OMONG KOSONG
alias imajinasi para pedagang komputer yg berharap komisi rebate dari Intel.
Sebagai informasi, Pentium4 dengan FSB133 baru akan diluncurkan tahun depan,
dgn code name TULOCH

Terlepas pertarungan ini adil atau tidak adil, keadilan sebenarnya baru akan
diketahui pada hasil benchmark. Tapi sebelumnya simak dulu penjelasan
masing-masing petarung di bawah ini....

PENTIUM 4  2GHZ  RDRAM 

Ketika menyaksikan keping Pentium4 2GHz di genggaman tangan, seseorang pasti
membayangkan apa saja yg bisa ia dapat dengan uang $500. 
Dengan uang sebanyak itu, satu set komputer lengkap pun pasti bisa ia
dapatkan.
Bahkan mungkin masih ada sisa utk ia gunakan mencicipi gadis-gadis penjaja
cinta.
Dengan uang setara Pentium4 2GHz, seorang preman terminal mungkin malah
berpikir utk pensiun dan membuka warung rokok.

 
Masalahnya, konsumen intel Pentium4 2GHz pastilah bukan seorang preman
terminal yg kehidupannya hanya diwarnai dgn dgn pesta bir dan bermalam di
pelukan grandong kelas teri.

Segmen konsumen Intel adalah orang-orang yg kelebihan uang dan orang yg
menganggap bahwa bila belum mahal berarti belum OKE.

Intel berpikir bahwa sandal jepit branded seharga 200 ribu saja bisa laku,
kenapa prosesor pelan seharga $500 tidak laku?
Pemikiran Intel ada benarnya, sebab buktinya ada juga orang yg telah membeli
Pentium4 2 GHz tanpa diwarnai penyesalan.
Para pembeli Pentium4 2GHz mungkin tidak pernah menyesal, karena umumnya
mereka tidak terlalu mempedulikan performa, bagi mereka yg penting adalah
KEBANGGAAN memiliki CPU termahal.
Sama seperti orang yg membeli celana dalam merk VERSACE, motivasinya
pastilah kebanggan semata. Sebab si empunya ia pasti tidak akan menemukan
perbedaan "performa" dari celana dalam VERSACE dgn celana dalam hasil
rajutan BANG PELE. Apalagi ketika hendak "beraksi", semua celana dalam merek
apapun pastilah harus dilepas.


AMD harus belajar dari Intel dalam hal ini. 
Karena konsumen Intel biasanya kalangan atas dan bukan dari kalangan teknis,
maka Intel berusaha memanjakan penggunanya dengan berbagai kemudahan
sehingga cukupo aman bagi pengguna yg buta teknis. 
Salah satu kemudahan yg patut diacungi jempol adalah sistem clip
heatsinknya.
Memasang heatsink tidak akan pernah semudah pada Pentium4.
Anda tinggal meletakkan heatsink diatas CPU, lalu menekan tangkai pengunci
cukup dgn 1 jari saja, setelah itu CPU sudah siap dioperasikan.
Memasang heatsink pada Pentium4 tergolong sangat mudah, BAHKAN SEORANG BAYI
YG TERLATIH PASTI DAPAT MELAKUKANNYA.
Berbeda dgn memasang heatsink pada Tbird yg memerlukan tenaga extra &
pengalaman khusus. Seorang bayi yg sudah terlatih sekalipun pasti tidak akan
bisa memasang clip heatsink Tbird.
Jangankan bayi, orang dewasa sekalipun tidak akan pernah bisa memasang clip
heatsink pada Tbird dgn hanya 1 jari.
AMD seharusnya belajar dari Intel dalam hal kemudahan pemasangan heatsink
prosesornya.
Hal ini tampaknya sepele, tapi pemasangan clip heatsink pada Tbird telah
menelan korban cukup banyak.
Bila dilakukan dgn tidak benar, core Tbird bisa retak. Pada Pentium4 hal
semacam itu mustahil terjadi, karena selain pemasangan clip sangat mudah,
core Pentium4 dilindungi lempengan IHS (Intel Heat Spreader). 
Lempengan IHS ini juga menjadikan Pentium4 masih tetap aman bila heatsink
dipasang tanpa thermal paste. Pada Tbird, bila thermal paste terlewatkan,
resiko overheat sangat besar.


Dibanjiri fasilitas... 
Fasilitas kemudahan juga ada pada motherboard ABIT TH7 yg berchipset i850.
Meskipun bukan sesuatu yg sangat penting, namun adanya tombol POWER ON dan
RESET pada motherboard membuat kita tidak perlu menggunakan obeng utk
menyalakan komputer apabila motherboard sedang berada di luar casing.
Selain itu adanya indikator POST DIAGNOSTIC mempermudah diagnosa akan
masalah yg mungkin timbul.
Seperti ciri khas motherboard ABIT,semua setting tetap diatur lewat BIOS,
alias full-jumperless..

Uniknya, tidak seperti mobo ABIT yg lain, TH7-RAID dilengkapi sound onboard.
Namun bila anda berencana men-disable sound onboard, pastikan dulu anda
menggunakan BIOS terbaru (versi ZG). Sebab bila anda men-disable
sound-onboard dgn BIOS lama, akan dapat menimbulkan masalah.

VISIPRO BERULAH LAGI

Sewaktu menginstall Windows pada Pentium4 2GHz, terjadi BLUE SCREEN yg cukup
mencengangkan saya. Bagaimana mungkin BLUE SCREEN terjadi dgn CPU seharga
$500???
Meski Windows akhirnya dapat terinstall, namun tayangan layar biru kerap
muncul sewaktu-waktu.
Tuduhan langsung ditujukan pada memory VISIPRO RDRAM yg di-bundle bersama
Pentium4 2 GHz.
Setelah menggantinya dengan RDRAM KINGSTON semua problem seakan sirna.
Pihak Intel mengakui memang cukup banyak memory RDRAM VISIPRO yg rusak. Ini
tidaklah mengherankan mengingat REPUTASI VISIPRO YANG JUGA CUKUP BURUK di
platform AMD.


VISIPRO PC800 RDRAM - Tingkat kerusakannya tinggi 

Sayang sekali harga RDRAM KINGSTON lebih mahal $10 dibanding VISIPRO. Namun
saya yakin para konsumen Pentium4 adalah orang yg kelebihan uang, sehingga
apalah artinya $10 bagi mereka.
Dan lagi VISIPRO adalah KELAS KACANGAN bila dibandingkan dgn KINGSTON.
Saya yakin konsumen Pentium4 bukanlah orang yg suka dgn barang kacangan.


KINGSTON PC800 RDRAM - Semua problem langsung sirna 

Sayang sekali Intel Indoesia tampaknya menjalin kerjasama dgn distributor
VISIPRO, sehingga kebanyakan Pentium4 di-bundle dgn RDRAM merk VISIPRO.
Sebenarnya Pentium4 + VISIPRO adalah sebuah perpaduan yg kontras. Prosesor
Intel kelas mewah dibundle dgn memory kacangan.

ATHLON THUNDERBIRD 1.4 GHz DDR

Thunderbird merupakan prosesor AMD yg cukup populer di mata orang yg
mendambakan performa dahsyat dgn harga murah. Harga Tbird yg kian hari kian
murah membuat PIII menjadi barang yg SANGAT TIDAK LAYAK DIBELI LAGI. Sebab
dalam benchmark apapun mustahil PIII bisa mengalahkan Tbird. Apalagi PIII
cuma mentok di 1 GHz.
Tbird 1.4 GHz yg harganya cuma sekitar $130 pastilah tergolong sangat murah
dan sangat layak dibeli, apalgi mengingat perfromanya setara Pentium4 2 GHz
yg harganya $500.

 
Memilih platform yg tepat utk Tbird juga menjadi faktor penting yg dapat
menentukan performa.

Chipset KT133A (SDRAM) memang telah cukup lama melekat di hati para pengguna
Tbird.
Namun keterbatasan bandwith memory SDRAM akhirnya juga membatasi perfroma
Tbird 1.4GHz pula.
Demi mendapat perfroma lebih hebat dgn prosesor yg sama, maka platform DDR
WAJIB digunakan.

Chipset motherboard DDR yg digunakan untuk meningkatkan performa Tbird
1.4GHz adalah AMD761.
Dalam hal performa, performa chipset AMD761 jauh lebih baik dibanding VIA
KT266 dan Ali Magik.

 
Meski performa AMD761 mampu disaingi oleh chipset-chipset baru seperti VIA
KT266A , NForce, Sis735, namun dalam hal kompatibiltas AMD761 pastilah tetap
RAJANYA.
Para pengguna Athlon Slot-A tentu tahu bagaimana rasanya dihajar masalah
pada motherboard ber-chipset VIA KX133. Padahal saat itu mobo Slot-A yg
berchipset AMD751 (Irongate) ternyata tidak menemukan masalah. Itu tampaknya
karena AMD lebih teliti dalam meracik chipsetnya dibanding VIA.
Baru-baru ini, para pengguna Tbird yg menggunakan mobo VIA KT133A pasti juga
pernah mengalami Bug 686B yg diakibatkan oleh problem kompatibilitas chipset
VIAKT133A dengan southbridge VIA 686B.
Anehnya, problem ini hanya muncul bila chip Nortbridge yg digunakan adalah
VIA KT133A, sedangkan bila northbridge menggunakan AMD761 maka problem tidak
muncul. 
Meski akhirnya ditemukan solusi utk bug 686B, namun semua itu tetap
menunjukkan bahwa VIA selalu dirundung problem kompatitibitas, dan VIA
tampaknya lebih suka memperbaikinya seiring waktu dgn berbagai macam patch &
driver. Jadi ibaratnya VIA selalu meluncurkan chipset dalam kondisi yg
setengah matang.
Ini berbeda dgn chipset AMD761 yg SUDAH MATANG dan SUPER KOMPATIBEL. 
Kompatibiltas AMD761 sebenanrya tidaklah mengherankan, karena chipset AMD761
memang dibuat oleh AMD sendiri.
Sama seperti mobo Pentium4 yg menggunakan chipset buatan intel, karena
dibuat oleh sang pencipta CPU sendiri, maka tidak akan mengidap problem
kompatibiltas pula.


Memerlukan penanganan khusus & perhatian extra 
Harga murah dan performa dahsyat memang keunggulan Tbird 1.4GHz.
Namun kendala utama yg cukup mengganjal adalah rapuhnya core Tbird.
Berebda dgn Pentium 4 yg dilengkapi lempengan IHS, core Tbird tampil bugil
sehingga tekanan dari heatsink akan langsung menghajar core.
Hal ini diperparah dengan sulitnya pemasangan clip heatsink.
Bagi orang yg berpengalaman hal ini bukanlah masalah, tapi bagi pemula hal
ini dapat berujung pada hilangnya nyawa Tbird kesayangannya.

Selain itu kualitas heatsink yg kacangan sering menyebabkan overheat pada
Tbird.
Tbird yg keluar dari pabrik pada umumnya memang tanpa disertai heatsink,
tidak seperti Intel yg sudah dikemas bersama Heatsink standard-nya.
Situsi tsb tentu memungkinkan para penjual Tbird utk menganti-ganti heatsink
sendiri demi meraup lembaran dollar yg lebih banyak.
Belum lagi penggunaan thermal paste yg salah atau buruk kualitasnya juga
dapat menyebabkan overheat.
Tbird memang sangat rentan dgn kondisi thermal paste. Ini berbeda dgn
Pentium4 yg oke-oke saja meski tanpa dioles Thermal Paste.

Kalangan overclocker dan hobbyst biasanya lebih suka memilih Heatsink
sendiri utk Tbird mereka.
Pada umumnya mereka menggunakan heatsink Copper yg memiliki pendinginan yg
jauh lebih baik.
Fan yg digunakan umumnya 7000RPM, dan bahkan ada yg 10.000RPM
Heatsink Copper dgn fan 7000RPM tsb antara lain GlobalWin CAK38 ($35).
Selain itu thermal paste standar biasanya cukup diharamkan oleh para
overclocker, mereka umumnya menggunakan Arctic Silver 2 yg mampu
menghantarkan panas jauh lebih baik.
Memang utk mendapatkan segala pernak-pernik asesoris tambahan tsb dibutuhkan
uang extra, tapi bila dibandingkan dgn harga Pentium4 2GHz yg mahal itu,
pengeluaran utk haetsink dan thermal paste yg bagus masih tergolong kecil.

Sebenarnya masalah panas pada Tbird justru menguntungkan para produsen
Heatsink. Berbagai macam jenis heatsink yg bertampang keren laris terjual
berkat makin banyaknya pengguna Tbird.
Sedangkan para pengguna Pentium4 umumnya merasa sudah puas dgn heatsink
standard, dan lagi kalaupun mereka berniat mengganti heatsink Pentium4
pastilah cukup kesulitan, karena heatsink-heatsink keren yg bereda di
pasaran biasanya utk Socket-A, sehingga tidak kompatibel utk Pentium4. 

MEMORY DDR: PENENTU KEMENANGAN ATHLON 


Setting pada FSB133 CL2 TURBO adalah syarat minimum utk mendapatkan performa
terbaik dari Tbird DDR 
Banyak orang yg mengatakan bahwa performa Tbird dgn platform DDR tidak
berbeda jauh dgn Tbird di platform SDRAM (KT133A).
Umumnya itu disebabkan karena setting BIOS yg belum di-optimalkan.
Memang saat ini kebanyakan memory DDR tidak mampu di-optimalkan (di-tweak). 
Utk memory SDRAM memang sudah cukup banyak yg mau jalan dalam setting
Full-Tweak CL2 Turbo.
Sedangkan utk memory DDR, hanya segelintir yg mampu berjalan di setting CL2
Turbo.

Memory DDR merk VISIPRO dan APACER termasuk memory yg menolak bekerja pada
setting FSB133 CL2 Turbo. Memory tsb hanya bisa berjalan di CL2 Auto,
akibatnya performa keseluruhan system tidak berbeda jauh dgn platform SDRAM.
Jangan pernah sekali-kali me-set memory timing di BIOS pada posisi AUTO
ataupun NORMAL, sebab itu akan menghasilkan performa TERBURUK dari mobo DDR.

Tapi bila pada setting TURBO komputer hang, berarti memory DDR yg anda pakai
kacangan.
VISPRO dan APCER boleh dicap sebagai memory kacangan karena keduanya rewel
di setting CL2 Turbo.

Memang tidak banyak memory DDR yg mampu di-tweak. Crucial Micron DDR yg
terkenal itu rupanya agak bermasalah dgn setting tweaking pada motherboard
ABIT KG7, sehingga meski dapat berjalan di FSB133 CL2 TURBO, namun kenaikan
FSB sedikit saja akan menimbulkan gejala kestidakstabilan pada motherboard
ini.
Sepertinya setting TURBO pada amotherboard ABIT KG7 kurang menyukai memory
Crucial ini..
Ketika Crucial Micron DDR di-tweak dgn setting FSB150 CL2 Turbo, memory ini
langsung pingsan. Sehingga tidak mungkin saya melakukan pengujian benchmark
menggunakan memory ini.


CRUCIAL MICRON DDR CL2.5 - Tidak stabil pada setting TURBO FSB150 CL2 pada
motherboard ABIT KG7 

Utk mendapatkan performa terbaik dari Tbird di platform DDR, akhirnya saya
gunakan memory NANYA HIGH PERFORMANCE yg notabene memory CL2. Memory ini
masih sanggup berlaga di FSB150 CL2 TURBO, sehingga score benchmark dapat
diambil. 
Uniknya, harga memory NANYA High Performance ini ternyata MALAH LEBIH MURAH
dibanding Crucial Micron.
Karena DDR Crucial agak rewel dengan setting TURBO pada motherboard ABIT
KG7, maka saya menggunakan memory DDR NANYA HIGH PERFORMANCE  agar dapat
menggunakan setting TURBO pada FSB150 dengan motherboard ini.


NANYA HIGH PERFORMANCE CL2 - Meski harganya lebih murah, namun kompatibel
dengan setting TURBO pada ABIT KG7 yg dipakai utk pengujian 

PERBANDINGAN SUHU CPU 

Masalah suhu tampaknya menjadi momok yg cukup dikhawatrikan para pengguna
ataupun calon pengguna Thunderbird. Namun problem suhu tsb sebagian besar
disebabkan karena penggunaan heatsink yg kurang baik.
Tak dapat dipungkiri, banyak penjual Thunderbird yg mencoba mencuri beberapa
dollar dari saku konsumen dgn cara memberikan heatsink yg kualitasnya kurang
bagus.
Bila anda membeli Tbird 1.4 dari distributor resmi, biasanya sudah
disertakan heatsink yg kualitasnya cukup bagus, seperti ThermalTake Volcano
6CU+ dan Globalwin WBK38.
Dengan menggunakan heatsink yg kualitasnya lebih bagus lagi seperti
GlobalWin CAK38, suhu Full-Load Tbird 1.4 bahkan bisa jauh lebih rendah
dibanding Pentium4 2 GHz.
Memang harga heatsink yg bagus berkisar dari $20-$35, namun jumlah ini tidak
ada artinya bila dibanding dgn harga Pentium4 2GHz yg tergolong mahal meski
cuma menggunakan heatsink standar dan fan 3000RPM yg loyo.

Suhu ruangan: 25ºC . . Temperature CPU
    yg dideteksi software MB Monitor 
. . IDLE . . FULL LOAD 
Tbird 1400  (fsb 133 x 10.5)      $130
ABIT KG7 (AMD761)
Globalwin CAK38 Copper Heatsink
7000 RPM fan                          $35  43ºC 
  49ºC 
 
Pentium4 2000  (fsb 100 x 20)  $500
ABIT TH7 (i850)
Standard Heatsink
Standard 3000 RPM fan  39ºC 
  54ºC 
 

 

KALKULASI HARGA

Orang Intel selalu bilang "....seandainya harga tidak masalah....". Dari
kata-kata tsb terlihat bahwa orang-orang Intel sepertinya hidup di DUNIA
IMPIAN dimana uang bukan masalah.
Seharusnya mereka DIBANGUNKAN DARI MIMPI BASAHNYA agar dapat melihat realita
di alam nyata. 
Realita jelas-jelas berkata bahwa Uang umumnya jadi masalah. 
Kalau uang memang tidak jadi masalah buat orang-orang Intel, untuk apa
mereka bekerja untuk Intel????

 Tbird 1.4
platform SDR Tbird 1.4
platform DDR Pentium4 2GHz
platform DDR 
Harga CPU $130 $130 $500 
Harga motherboard $110 (Abit KT7A-RAID) $145 (Abit KG7-RAID) $160 (Abit
TH7-RAID) 
Harga memory 256MB $30    (Seitec 6ns) $45 (NANYA High Perf) $90
(Kingston) 
TOTAL $270 $330 $850 

Melihat harga diatas mungkin anda bertanya-tanya kenapa tidak menggunakan
Pentium4 platform SDRAM saja yg harganya lebih murah???.
Seperti sudah saya katakn sebelumnya, Pentium4 platform SDRAM tidak
disertakan karena pengujian pada artikel ini adalah utk melihat kemampuan
Pentium4 yg menggunakan PLATFORM TERBAIK.
Sampai saat ini RDRAM masih merupakan Platform terbaik utk Pentium4. Jadi
bila dgn platform terbaik saja Pentium4 kalah, anda tentu bisa mengira-ngira
sendiri bagimana kinerja Pentium4 bila menggunakan platform yg lebih buruk
(SDRAM)

 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Stock for $4
and no minimums.
FREE Money 2002.
http://us.click.yahoo.com/k6cvND/n97DAA/ySSFAA/IYOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:09 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10