Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Asep Abdurohman <asepa @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Fri, 31 May 2002 09:43:57 +0700 |
Dari Kompas, menggunakan teknologi PLC (powerline carrier) bukan PLC nya Programmable Logic Controller DCS/SCADA itu. Kalo gak salah dan kata orang: masalahnya belum bisa lewat trafo distribusi. -asp- ---- Original Message ----- From: M. Mirza <mirza @ somewhere.in.the.world> Katanya produk komersil alat seperti semacam ini, Homeplug (www.homeplug.com) misalnya, nggak bisa melewati transformer listrik. Kalau keluarga PLN sampai bisa berinternet ria dan melakukan pembicaraan jarak jauh lewat listrik PLN mereka pakai apa ya..???? Mirza -----Original Message----- From: c4c3m @ somewhere.in.the.world [mailto:c4c3m @ somewhere.in.the.world] Kabel Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum TIDAK terbayang kenyamanan yang dirasakan Ratna Paramitha (15), pelajar kelas tiga SMA III Jakarta yang dipanggil Mira, dia bisa mengakses Internet dengan cepat dan bebas hambatan. Selain itu, dengan teknologi jaringan telepon kabel tersebut, dia bebas mengakses Internet tanpa menutup peluang jika ada telepon yang akan masuk. Apa yang dirasakan Mira, merupakan kelebihan yang nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik yang dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menghubungan dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Sayangnya sambungan tersebut baru dirasakan 20 keluarga karyawan PLN di Perumahan Karyawan PLN Duren Tiga Jakarta. "Pokoknya selamat tinggal Telkom deh untuk berinternet ria," ujar Mira singkat ketika ditemui sedang aset di depan komputer. Bagi pelajar putri itu, sejak tahun lalu dia bebas mengakses Internet, tanpa melalui saluran telepon yang disediakan PT Telkom. Padahal, semula teknologi tersebut kurang ditanggapi karena banyak peminat yang ragu-ragu, takut kesetrum dan merasa belum aman. Namun, kini para pengguna jasa yang diselenggarakan anak perusahaan PLN, PT Indonesia Comnets Plus (Icon+), dapat dinikmati benar kemudahan yang tersedia. Icon+ adalah perusahaan yang sejak awal didirikan untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi mutakhir. Icon+ dapat menyediakan kelebihan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan akan jasa jaringan atau bandwidth yang lebih besar dan cakupan area lebih luas dengan memanfaatkan right of ways. Kehadiran Icon+ khususnya bagi keluarga besar PLN terutama yang tinggal di Jawa-Bali, dapat menekan penggunaan pulsa telepon dari Telkom. Keluarga PLN yang tinggal di Jakarta tidak perlu memikirkan pembengkakan rekening tagihan telepon setiap bulan, meski harus berbicara ngalor ngidul interlokal. "Mau ngobrol 24 jam juga tidak masalah, yang penting lampu tidak padam. Anak saya meski sekarang main Internet tidak pernah berhenti, ya tidak masalah wong cuma menambah beban listrik yang nilainya paling maksimal Rp 10.000 setiap bulannya, dibanding sebelum ada saluran telepon dengan memanfaatkan arus listrik," kata Ny Adi, penghuni perumahan PLN itu mempromosikan kecanggihan teknologi alat komunikasi via arus listrik itu . Ny Adi menuturkan, sejak dioperasikannya telepon dari aliran listrik itu tahun lalu, anak-anaknya makin sering chatting (ngobrol via Internet) dan surfing (menjelajah situs Internet) dengan leluasa. "Sebelumnya, menggunakan Internet sangat dibatasi karena di rumah ini hanya tersedia satu line telepon yang dipasang Telkom. Sekarang dengan kehadiran Icon+, penggunaan Internet dibebaskan saja, toh tidak membebani pulsa telepon dan tidak mengganggu telepon yang masuk atau keluar," kata perempuan asal Yogyakarta itu. Menurut ibu dari empat anak remaja itu, penggunaan Internet oleh putra dan putrinya untuk mencari informasi sekolah, baik di dalam maupun di luar negeri serta mencari katalog buku dan barang-barang yang diproduksi di luar negeri. Pemakaian Internet melalui arus listrik mempunyai keunggulan yakni lebih cepat diakses dibanding jika melalui konvensional dan jelas lebih murah karena hanya mengandalkan arus listrik. Fasilitas itu dapat dipakai di seluruh ruangan selama ada jaringan listrik milik PLN. Pengguna cukup mencolokkan kabel telepon ke stop kontak listrik menggunakan powerline communication (PLC). Selain untuk Internet, mereka biasanya mengunakan bercakap dengan keluarganya di luar Jakarta, tetapi masih komunitas keluarga besar PT PLN. Jika PLN membuka sambungan di kota-kota lain, maka pengguna yang berada di Jakarta akan bisa saling berhubungan dengan pengguna di kota lainnya. Enaknya, percakapan itu juga bebas pulsa dan jernih. Nomor telepon yang dipakai pun hanya tiga sampai lima digit. Jika sudah terbuka di kota lain, bahkan untuk bercakap keluar kota atau interlokal tidak perlu menggunakan kode area sebagai tanda bayarannya lebih mahal karena interlokal. Adanya teknologi via kabel listrik juga membuat pengguna tidak takut dengan ribut-ribut kenaikan tarif telepon. Untuk Internet, pengguna cukup membayar biaya langganan per bulan ke provider, sedangkan biaya pulsa, tidak perlu pusing-pusing lagi. Selama setahun digunakan, pengguna di Perumahan PLN belum pernah mengalami alat bermasalah. Semua lancar, kecuali jika listrik padam yang berarti terputus pula jaringan telepon. Dalam memanfaatkan Internet, tidak perlu takut putus di tengah jalan saat asyik chatting atau surfing. Adanya alat itu membuat seluruh anggota keluarga yang lain tetap dapat menggunakan saluran telepon dari Telkom meski ada anggota keluarga yang tengah berinternet. Selain itu, tidak perlu ada tambahan kabel yang artinya mengurangi keruwetan kabel di rumah. Jadi, kalau pemerintah mengizinkan Icon+ melebarkan sayap untuk menggarap pelanggan umum, bukan hanya keluarga besar PLN, bukan mustahil suatu saat masyarakat terutama yang kesulitan menjadi pelanggan Telkom, ramai-ramai memasang peralatan telekomunikasi sendiri di rumahnya. Apalagi dengan memanfaatkan aliran listrik dalam berkomunikasi, tidak ada istilah biaya pulsa telepon membengkak karena terlalu banyak penggunaan telepon. Paling banter pengguna Internet secara terus-menerus hanya mengalami peningkatan penggunaan arus listrik. Meskipun menurut Icon+ kenaikan daya listrik yang dipakai pelanggannya tidak terlalu signifikan, karena memang relatif kecil. Kini 20 keluarga yang sudah menikmati jaringan telepon ini, sudah tidak sabar menunggu rencana PLN untuk mencoba membuka 400 sambungan baru tahun ini. Sebab dengan tambahan sambungan baru sebanyak 400 unit, berarti berhubungan tidak perlu hanya di antara 20 keluarga itu. Lucunya, banyak ibu-ibu di Perumahan Duren III yang sudah bertanya-tanya dan tidak sabar menunggu, kapan di daerah lain dapat disambung jaringan telepon serupa. Maklum, mereka punya banyak kerabat di daerah lain, karyawan PLN sering berpindah-pindah kota atau keluarga yang lain masih ada hubungan keluarga yang dekat. (TIA/BOY/ETA) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Stock for $4 and no minimums. FREE Money 2002. http://us.click.yahoo.com/orkH0C/n97DAA/Ey.GAA/IYOolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:10 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10