Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Ikhlasul Amal <amal @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Sat, 10 Aug 2002 11:55:50 +0200 |
| Cc | asisten @ somewhere.in.the.world |
| Organization | UPT Komputer Piksi ITB |
| User-agent | Mutt/1.3.28i |
[10 Aug 2002, 12:27:23] Andhy W menulis (diringkas):
%
% Sebetulnya isi SK Rektor itu isinya apa sich ? Soalnya barang satu itu
% entah kemana dan kami nggak pernah menemukannya. Bayangan saya Piksi
% ada di bawah IF dan tetap berjalan seperti semula. Tapi yang terjadi.....
Isi SK itu tidak semisterius Supersemar, jadi tidak perlu
terlalu heboh sekali untuk mencarinya. Kalian berusaha mencari
di mana? Kan surat-surat resmi seperti itu tidak akan diekspos
secara terbuka, ditempel di papan pengumuman misalnya.
Setahun y.l. seingat saya salinan surat tentang perubahan status
Piksi itu sempat ditunjukkan ke beberapa orang. Kalau kalian
berusaha melihat berkas tsb. coba kontak pihak-pihak yang
terkait resmi: bagian arsip rektorat dan bagian arsip Teknik
Informatika.
Menurut hemat saya, tidak perlulah melacak sampai sejauh itu.
Toh, keputusan itu terbuka dan diamati _semua_ badan yang
terdapat di ITB. Tidak usah sampai menjadi detektif terhadap
surat tsb. Lebih baik fokus pada hak-hak kalian.
% Komputer, fasilitas diembat... Orang-orangnya ditendang. Bahkan kursi,
% meja ruang tamu asisten pun di tek.
Kalau semua barang itu milik Piksi, maka memang secara otomatis
dengan status yang ada sekarang, menjadi milik Lab. Piksi
Jurusan Teknik Informatika. Itu logis, namanya juga milik Piksi.
Sepengetahuan saya juga, di tahun 2001 y.l. sudah dilakukan
inventarisasi. Saya sempat melihat sendiri di R. Litbang (waktu
itu), dicatat barang milik Piksi dan barang milik pribadi.
Soal orang ditendang, coba periksa kasus itu dilihat dari status
orang-orang tsb. PNS, honorer, staf, atau cuma sopir tembak
seperti saya? Saya kira itu pilihan manajemen -- sekalipun
memang sakit. Yang saya ingat di tahun y.l. permasalahan itu
bukan pada 'ditendang atau diajak' (toh, kita tidak bisa memaksa
memilih salah satu), tapi pada ketidakjelasan status di antara
keduanya. Itu yang bisa diprotes.
% Soalnya saya ada kecurigaan penyalahgunaan wewenang ? Atau emang pada
% awalnya sudah kongkalingkong.
Andhy, dan adik-adik asisten lainnya, pertama dan penting:
jangan terlalu mengikuti perasaan menghadapi kondisi sekarang
ini. Cobalah pelajari dari berkas-berkas atau cerita koas
sebelumnya, apa saja yang telah terjadi dalam setahun y.l. Atau
bicarakan dengan beberapa staf Piksi yang masih ada di sana.
Bukan saya meremehkan semangat kalian, namun cerita Piksi-IF
itu sudah berlangsung setahun lebih, sehingga kalau asisten
mengungkit hal-hal dasar pada perubahan status itu, kalian
mundur ke belakang berlangkah-langkah. Ada beberapa kondisi yang
memang harus kalian terima dari keputusan suprastruktur, dan ada
beberapa aktivitas yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Saya
sendiri waktu itu sempat berkomentar, "Apa nanti korps asisten
tidak akan bentrok dengan kegiatan HMIF?"
Kalau alasan kalian karena selama ini tidak tahu, saya kira hal
itu malah menjadi titik lemah asisten, "Ke mana saja kalian
selama ini?" (maaf kalau kasar)
Saya sendiri agak 'kaget' dengan beberapa pertanyaan yang
dikemukakan tentang akuisisi Piksi oleh asisten sekarang ini.
Pertanyaan itu seharusnya muncul tahun lalu. Sekarang ini proses
sudah berlangsung dan tampaknya mendekati tahap akhir, jadi
lebih penting pada masalah mempertahankan hak asisten, terhadap
barang dan sumber daya misalnya. Kalau misalnya beberapa barang
diaku milik Lab. Piksi (c.q. IF), kalian bisa periksa-silang
dengan inventarisasi yang dilakukan tahun lalu -- mengapa waktu
itu bisa sampai diteken sebagai milik Piksi?
% Oh,ya... Mas Amal keluar dari PIKSI waktu itu alasannya apa ?
Saya meninggalkan Piksi pada akhir Agustus 2001, karena alasan
pribadi, tidak bertaut dengan perubahan status Piksi. Sekalipun
saya alumni Informatika, pendapat saya dalam beberapa email
beberapa hari ini sama sekali tidak ada hubungan dengan jurusan
tsb. Saya tetap dengan pendapat seperti itu, seandainya pun yang
mengakuisisi Piksi dari badan lain di ITB.
Oke, selamat berjuang.
Andhy dkk., apa tidak ingin berbuat untuk OpenSource di
Indonesia?
---akhir kutipan---
--
amal
amal @ somewhere.in.the.world
-----------------------
Api padam puntung hanyut:
perkara sudah selesai, tidak ada lanjutannya lagi; cerita
sudah selesai
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:12 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10