Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Hadi" <hadi_st @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Tue, 3 Dec 2002 13:12:23 +0700 |
| Cc | "Asisten Piksi" <asisten @ somewhere.in.the.world> |
| Importance | Normal |
'An Abiy Hurayrata yaquwlu qaala nNabiyyu Sh M shuwmuw liru'yatihi wa
afthuruw liru'yatihi fain ghubbiya 'alaykum fakmiluw 'iddata sya'baana
tsalaatsiyn (RB), artinya: Dari Abu Hurayrah (ia) berkata: Nabi SAW (telah)
bersabda puasalah kamu apabila melihatnya (al Hilal) dan berbukalah apabila
kamu melihatnya dan jika bulan tertutup atasmu maka sempurnakanlah bilangan
Sya'ban tiga puluh (diriwayatkan oleh Bukhari).
Ahlu rRu'yah (dari Ra, Alif,Ya, melihat) yang mempergunakan pendekatan
tekstual memahamkan bulan sabit (al Hilal) baru spb: Timbulnya al Hilal baru
apabila setelah matahari terbenam, al Hilal dapat diru'yah, yaitu berdasar
atas
'ainulyaqin. Al Hilal barulah dapat diru'yah, jika tingginya di atas ufuk
antara 3.4 - 4 derajat, karena saat itu mata ataupun instrumen tidak silau
lagi
oleh sinar matahari. (Karena matahari bergeser ke utara dan selatan, maka
jarak
titik terbenam bulan dengan titik terbenam matahari bervariasi. Untuk jarak
paling dekat, al Hilal baru dapat dilihat jika tingginya 4 derajat untuk
jarak
terdekat, dan 3.4 derajat untuk yang terjauh). Demikianlah Ahlu rRu'yah
memakai
prinsip ainulyaqin, atau legitimasi formal.
Ahlu lHisab (dari ha,Sin,Ba, menghitung) yang mempergunakan pendekatan
kontekstual memahamkan al Hilal baru spb: Timbulnya al hilal baru apabila
setelah matahari terbenam, al Hilal sudah ada di atas ufuk, walaupun al
Hilal
tidak dapat diintizhar (dipantau) karena mata ataupun instrumen masih silau
walaupun matahari telah terbenam. Pendekatan kontekstual ini ditopang oleh
ayat: FMN SYHD MNKM ALSYHR FLYSHMH (S. ALBAQRT, 185), dibaca: fa man syahida
mingkumush shayra falyashumhu, artinya maka barang siapa menyaksikan
"asysyahr", maka mestilah mempuasakannya (2:185). Syahr(un) tidak
diterjemahkan, sebab tidak ada bahasa Indonesianya. bahasa Inggrisnya ialah
month. Menurut ayat (2:185) syahr (month) itu disaksikan (syahida). Jadi
sabda
Nabi Muhammad SAW: shuwmuw liru'yatihi, berpuasalah karena melihatnya,
hendaklah dipahamkan dalam konteks ayat syahida mingkumusy syahra,
menyaksikan
asysyahr (month). Syahr (month) tidak dapat dilihat dengan mata kasar,
karena
itu bukan benda kasar, melainkan "hitungan bulan", maksudnya Ramadhan, yang
hanya dapat disaksikan dengan hisab. Demikianlah, ahlu lHisab memakai
prinsip
ilmulyaqin, atau legitimasi faktual.
Jadi Ahlu rRu'yah memfokuskan pada teks "melihat" al Hilal, sedangkan Ahlu
lHisab memfokuskan pada konteks "menyaksikan" asysyahr dengan perhitungan
(hisab), yaitu al Hilal di atas ufuk.
Yang menjadi masalah sejak dahulu sampai dewasa ini ialah legitimasi formal
dengan faktual itu belum dapat dipertemukan, masih dalam status quo. Lalu
sebagai realitas status quo itu, bagaimana seharusnya kita bersikap supaya
tidak kebingungan?
Pada tempat-tempat di permukaan bumi di mana matahari dan bulan terbenam
pada detik yang sama, artinya tinggi al Hilal tatkala matahari terbenam
adalah
0 derajat, maka tempat-tempat tersebut merupakan daerah perbatasan antara
akhir
bulan Ramadhan dengan permulaan bulan Syawwal. Tempat-tempat perbatasan
tersebut berupa kurva (garis lengkung).
Tidak sama dengan garis batas International Date Line yang tetap, garis
batas sistem qamariyah itu bergerak, karena dibina oleh bumi mengorbit
matahari, bulan mengorbit bumi yang berotasi pada sumbunya. Setiap mathla'
di
globa ini mendapat giliran secara adil dilalui oleh garis batas itu. Di
sebelah
timur garis batas itu baru merupakan akhir Ramadhan, baik menurut hisab
maupun
menurut ru'yah, karena al Hilal masih di bawah ufuk tatkala matahari
terbenam
dan dengan sendirinya pula tidak dapat diru'yah. Karena dilihat dari bumi
pada
bola langit, gerak matahari lebih cepat dari bulan, maka sebelah barat garis
batas itu matahari lebih dahulu terbenam mendahului bulan, artinya bulan
sudah
di atas ufuk tatkala matahari terbenam. Bagi daerah yang setelah matahari
terbenam tinggi al Hilal 3.4 - 4 derajat ke atas, maka akan terjadilah
kecocokan antara ru'yah dengan hisab.
Lalu bagaimana yang di sebelah barat garis batas dimana tatkala matahari
terbenam tinggi al Hilal antara 0 dengan 3.4 - 4 derajat, yaitu terjadi
perbedaan antara ru'yah dengan hisab, berhubung al Hilal sudah di atas ufuk
namun tak mungkin diru'yah karena mata ataupun instrumen masih silau oleh
sinar
matahari? Tidaklah perlu bingung. Resepnya, pahamkanlah secara rasional
latar
belakang perbedaan itu. Kemudian PULANGKAN KE QALBU KITA MASING-MASING,
pilihan
mana yang kita rasakan paling menenteramkan (liyuthma'inna Qalby), seperti
ungkapan Nabi Ibrahim AS. Saya sendiri memilih legitimasi faktual
('ilmulyaqin), karena hal itu lebih menentramkan qalbu saya.
***
Data hasil iqra medan gravitasi bagian dari TaqdiruLlah yang menggerakkan
bumi mengorbit matahari, bulan mengorbit bumi yang berotasi pada sumbunya,
seperti berikut:
Ijtima' (conjuction) terjadi pada hari Rabu, 4 Desember 7:35:27 Terrestrial
Dynamic Time = 10:34:15 Local Time untuk Makkah = 15:34:15 Local Time untuk
Makassar. Maka pada hari Rabu, 29 Ramadhan 1423 H / 4 Desember 2002 di:
MAKKAH (Lihat tambahan informasi di bawah)
Matahari terbenam: 17:37:52 Local Time
Bulan terbenam: 17:48:08 Local Time
Tinggi al Hilal: 1 derajat 33' 27" ==> tidak bisa dilihat
MAKASSAR:
Matahari terbenam: pukul 18:05:46 Local Time
Tinggi al Hilal: 0 derajat 5' 16" ==> tidak bisa diru'yah
JAKARTA
Matahari terbenam: pukul 17:56:49 Local Time
Tinggi al Hilal: 0 derajat 30' 19" ==> tidak bisa diru'yah
TOKYO
Matahari terbenam: 16:27:28 Local Time
Tinggi al Hilal: -1 derajat 24' 00" ==> al Hilal di bawah ufuq
Ahlu lHisab dan Ahlu rRu'yah lebaran Jum'at 6/12 - 2002
HONOLULU
Matahari terbenam: 18:49:03 Lokal Time
Tinggi al Hilal: 7 derajat 21 menit 46' ==> bisa diru'yah
Ahlu lHisab = Ahlu rRu'yah lebaran Kamis 5/12 - 2002. WaLlahu a'lamu
bishshawab.
*** Makassar, 1 Desember 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
-------------------------
Tambahan Informasi
sumber: http://www.jas.org.jo/sau.html
Dr. Zaki Al-Mostafa (The Institute of Astronomical & Geophysical Research at
King Abdulaziz City for Science & Technology, which is the official Saudi
authority which prepares Umm Al-Qurah Calendar) mentioned in his paper
presented at the 2nd Islamic Astronomical Conference that starting from the
year 1423 AH Saudi will adopt another new criteria to start the lunar
months.
The new criterion says: If on the 29th day of the lunar month these two
conditions are satisfied, then the next day is the first day of the new
lunar
month:-
1.. The geocentric conjunction occurs before Sunset.
2.. The Moon sets after the Sun.
Notice that the new criteria still ignore the visibility of the crescent!
Terjemahan [HMNA}
Dr. Zaki Al-Mostafa (The Institute of Astronomical & Geophysical Research at
King Abdulaziz City for Science & Technology, which is the official Saudi
authority which prepares Umm Al-Qurah Calendar) menyebutkan dalam makalahnya
yang disajikan pada 2nd Islamic Astronomical Conference bahwa mulai tahun
1423
Sesudah Hijrah Saudi memakai kriteria baru yang lain dalam hal permulaan
hitungan bulan qamariyah. Kriteria baru itu berbunyi: Apabila pada hitungan
hari ke-29 dari bulan qamariyah kedua kriteria yang berikut dipenuhi, maka
pada
hari berikutnya adalah hari pertama (tanggal satu) dari bulan baru
qamariyah.
Kedua kriteria itu spb:
1. Ijtima' geosentris terjadi sebelum matahari terbenam.
2. Bulan terbenam setelah Matahari terbenam lebih dahulu.
Perhatikan bahwa kriteria baru itu masih mengabaikan al Hilal dapat
diru'yah.
Maka itu berarti berdasar sumber ini di Makkah insya Allah 1 Syawwal 1423 H,
jatuh pada hari Kamis 5 Desember 2002, karena telah memenuhi kedua kriteria
tersebut:
1. Ijtima' geosentris terjadi sebelum matahari terbenam, yaitu pada hari
Rabu, 29 Ramadhan 1423 H / 4 December 2002 pukul 10:34:15 Waktu
Setempat.
2. Bulan terbenam setelah Matahari terbenam lebih dahulu, yaitu Matahari
terbenam lebih dahulu pada pukul 17:37:52 Waktu Setempat, barulah Bulan
menyusul terbenam pada 17:48:08 Waktu Setempat.
WaLlahu a'lamu bishshawab [HMNA]
----------------------------------------------------------------------------
Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai
----------------------------------------------------------------------------
----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.
Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.
Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10