Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "Asep Abdurohman" <asepa @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Thu, 26 Dec 2002 09:53:30 +0700 |
> From: Ikhlasul Amal [mailto:iamal @ somewhere.in.the.world]
>
> Pada 24 Dec 2002, 02:28:47, akhmadhs menulis (diringkas):
> % My opinion is 50-50 Jadi musti imbang antara keinginan buka bisnis
> % sendiri (a) dan masih menekuni karir ('tukang') sampai setinggi
langit
> % (b). Kalau boleh berandai-andai waktu tak terbatas dan pembagian
waktu
> % ('time management') bukan masalah, karena aktifitas (b) diperlukan
> % untuk mengumpulkan modal fisik (uang) --itu kalau bisa saving loh,
> % modal pengetahuan bisnis (bagi lulusan itb yang banyakan
di-brain-wash
> % jadi 'kuli' bertitel Ir. atau ST, SSi,), dan modal kepercayaan
> % (minimal bisa pakai KTA - Kredit Tanpa Agunan, daripada ngurus
sendiri
> % KUK -- ya nggak mas Risky? Vice President ABN Amro untuk wilayah
> % Tulungagung..:).
Sebelumnya saya ucapkan selamat juga kepada Mas Indra :-)
Kalau saya diberi kesempatan untuk sekolah lagi, saya mungkin akan pilih
MM/MBA semacamnya lho.
Ngomong2 bisnis, saya setuju kepercayaan dan keberanian menjadi modal
utama juga dlm wiraswasta , bahkan mungkin melebihi modal pengetahuan
bisnis dan infrastruktur bisnis. Itu salah satu yg saya lihat dari
teman2 chinese di sini selain modal 'hepeng' hopeng.
Tentang "mengikis mental kuli" seperti Mas Anto bilang, saya teringat
rekan saya yg mengusulkan untuk mulai hal ini sedini mungkin. Katakanlah
"jual" , "membuat" kepada anak2 kita daripada "membeli", "jajan" adalah
salah satu usulan mendidik mental wirausaha. Walau demikian saya masih
menikmati belajar jadi "kuli".
> ---akhir kutipan---
>
> Kelihatannya anggapan lama tentang wirausaha masih berlaku di
> Indonesia. Pertama: jangan terlalu tinggi sekolah (soalnya
> semakin tinggi sekolah, semakin takut mendorong gerobak mi
> ayam); dan kedua harus terdesak, tidak ada pilihan lain
> (sekalipun pilihan lainnya hanya menjadi juru tulis kelurahan,
> bisa mematikan semangat wirausaha).
Jadi teringat juga dg judul provokatif sebuah buku popular bisnis yg
jadi polemik di milis tetangga: kira2 judulnya "If you want to be rich
and happy, DONT go to school"
Salam,
-asp-
> Sebagian juga berlaku di Amerika: untung Bill Gates ogah
> melanjutkan kuliah, kalau lulus nanti malah ingin membuat klon
> UNIX. :-)
>
> Sebenarnya untuk hidup, dengan jual martabak yang agak gosong
> sedikit juga mencukupi; hanya saja karena kita manusia punya
> ambisi, "hidup" saja tidak cukup, tapi ingin "menghidupi." Kalau
> di Indonesia, ada tuntutan "menghidupi keluarga [besar]"; di
> Amerika barangkali "menghidupi ambisi masuk Fortune 100"; dan di
> tempat lain berbeda lagi.
>
> --
> amal
> iamal @ somewhere.in.the.world
> -----------------------
> Sia-sia mengiring angin, terasa ada tertangkap tidak:
> jangan mengharapkan hal yang bukan-bukan karena akan
> mengecewakan saja
>
----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.
Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.
Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10