Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | fauziah <fauherklots @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Thu, 26 Dec 2002 03:49:19 -0800 (PST) |
Kalo menurut saya, jadi apapun asal halal dan SERIUS akan bermanfaat. Seperti Amal bilang Indonesia kekurangan apa saja (sebenarnya tidak juga, kita kelebihan koruptor, pembohong dkk *smile*), kita butuh engineer, dr, ekonom, atlet, pengusaha, dll. Tapi yang sungguh2. Soal penambangan, itu masalah dilevel policy, kalau mau nyari salah2an, yang salah adalah pemerintah. Soal MM/MBA nggak terlalu penting (asal jangan ngambil sekolah yang jualan ijazah aja), toh dimana2 adalah sekolah, hidup sendiri adalah sekolah yang panjang; hanya ada sekolah formal dan non-formal. Kalau soal banting setir, saya pikir banyak diantara kita dulunya pilih ITB bukan karena sudah bisa memastikan pilihan hidup sebagai engineer/scientist. Setelah lulus, dan sesuai dg kebutuhan manusia versi Maslow, kita "nengok" kiri-kanan, toh jadi engineer bukan stempel yang tidak bisa dihapus. Makanya ada yang kemudian jadi sales (non-engineer), kerja di perbankan, usaha sendiri, dll.. mungkin memang kebutuhan hidup mengarahkan seperti itu, atau tingkat kepuasan yang berbeda pada tiap individu. Saya pernah kerja jadi engineer di perusahaan UK dan merasa bosan sekali, makanya saya stop dulu dan sekolah lagi di ITB, setelah itu saya kerja ditempat sekarang dan merasa bahagia dg pekerjaan saya. Sebagai engineer durhaka, saya bisa bilang kalau saya banting stir karena jiwa saya ada disini, dipekerjaan saya sekarang. Dan pendidikan di ITB dulu memberikan kontribusi yang besar bagi ability dan attitude saya sekarang. Kalau mau nyari sebab, secara kolektif mungkin pendidikan dasar dan menengah kita tidak jelas mengarahkan siswa untuk memilih pendidikan tinggi yang sesuai. Saya pernah bercita2 jadi pilot, dokter, sampai insinyur, eh sekarang malah menjadi peneliti dibidang ekonomi. Tapi cerita ini bukan cuma milik Indonesia, di US, Jepang, Eropa pun banyak graduate student berlatar belakang yang berbeda dg jurusannya. Mengenai peningkatan kemampuan produksi, itu baru satu dari sekian banyak pandangan mengenai growth factors. Dan lagi produksi bukan cuma manufaktur toh? Di negara maju services sector lebih banyak menghasilkan uang. Alokasi resources yang optimal mungkin adalah salah satu kata kunci yang penting. Seperti kata Amal, di londo kalau "cuma" programmer biasa cukup ambil lulusan SMA. Kenapa lulusan IF ITB yang pinter2 juga "cuma" jadi programmer biasa? mestinya jadi programmer yang luas biasa dong... tapi lagi2 kita dihadapkan pada problem sistem: kesempatan kerja, kebutuhan rumah tangga, salah jurusan, dll; selain problem individu: tidak serius dibidangnya. Saya lihat hutan di Kalimantan dan Sulawesi sudah banyak sekali "menjadikan" (bukan sekedar menghidupi) scientists/sociologists dari berbagai negara. Dari yang mengusung isu kelestarian lingkungan, community development sampai yang tampak "sepele": meneliti kupu2, gibbon, beruang, atau jamur. Dan sayangnya sedikit sekali org Indonesia dijajaran ini, alumni IPB lebih sibuk mencari makan dikota2 besar. Bukan kesempatan itu tertutup tapi banyak yang tidak sungguh2 mencari jalan dan mungkin jiwanya bukan disitu. Padahal saya yakin selama kita serius dan "habis2an" pasti ada jalan untuk "jadi" (lebih dari sekedar buat makan). Di zaman internet ini siapa aja bisa bikin proposal yang bagus dan apply buat grant penelitian dari berbagai sumber donor international. Masalahnya siapa mau dan mampu? Ya.. kepanjangan deh... udah ah, stop dulu.. wassalam fau --- Tiko <tiko_piksi @ somewhere.in.the.world> wrote: > Apa khabar...temen2. > Ma'af saya sendiri banyak yang tidak kenal. > Tapi rasanya semua kita lulusan ITB. > Yang semestinya memiliki tanggung jawab mengisi > kekosongan posisi engineer dinegara kita. Yang > mestinya menambang/mengolah hasil bumi kita dengan > keahlian engineering yang didapat dari ITB. Kita __________________________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now. http://mailplus.yahoo.com ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10