Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] Ke Masjidil Haram Aku Berbecak

From Agus Salim <Agussalim @ somewhere.in.the.world>
Date Fri, 10 Jan 2003 17:13:44 +0700

Salam,
Mohon maaf buat yang sudah pernah membacanya. Tulisan ini menarik hati saya,
karenanya saya forward ke milis ini. Sosok 'Poor Dad' yang menyentuh hati.

Salam,

Gus Lim


------ Original Message ----- 
From: Edy 
Ke Masjidil Haram Aku Berbecak 

WANITA berjilbab kembang-kembang itu melompat pelan. Pengemudi becak yang
ditumpanginya, dengan napas kembang kempis, menyeka keringat yang berleleran
di keningnya.  Bercelana pendek dan bertopi koboi, Wamir, pengemudi becak
itu, masuk ke pelataran kantor Departemen Agama Brebes, Jawa Tengah. 

Istrinya, wanita tua berjilbab tadi, mengekori. "Pak, pinten ongkosipun
mangkat kaji tiyang kalih (Pak, saya mau naik haji, berapa ongkosnya
berdua,)" kata Wamir kepada petugas urusan haji.  Sesaat si petugas menakar
tak yakin, lalu memberikan keterangan lengkap dan mengantarkannya ke bank
BRI. 

Lelaki sepuh berumur 65 tahun itu mengarahkan becaknya ke bank.  Uang
sejumlah Rp 35.516.000 yang dibungkus kain pun berpindah tangan. "Saya sudah
pasrah, uang itu untuk naik haji.  Sekarang uang saya tinggal puluhan ribu
saja," lanjut Wamir usai membayar.  Ditemani hujan rintik-rintik, pasangan
itu pulang dengan senyum sumringah. 

Wamir dan Suri'ah pantas gembira.  Biaya memenuhi rukun Islam kelima itu
didapatnya dari menggenjot becak dan menjual sayuran.  Saban harinya, lelaki
berperawakan kecil itu mangkal di pasar Brebes.  Seusai salat subuh, bersama
Suri'ah yang sudah siap dengan sayur dan bumbu masak dagangannya, mereka
berangkat bersama. "Saya tak pernah ngoyo.  Ada rezeki, alhamdulillah,
dikumpulkan.  Tak ada, ya berdoa dan berusaha," kata Wamir. Tetangganya di
Kampung Pasarbatang menyebut pasangan itu seperti mimi lan mintuna alias
Romeo dan Juliet.  Padahal, sejak menikah pada l950, kehidupan mereka amat
miskin.  Orangtuanya hanya mewariskan rumah kumuh. Maklum, orangtua Wamir
hanya petani penggarap. 

Waktu melaju, hingga menapaki usia perkawinan ke-10.  Saat dikaruniai satu
anak, Wamir berpikir untuk mengganti pekerjaan.  Wamir mencari utangan untuk
membeli sebuah becak seharga Rp 15.000.   Hari pertama mengayuh becak
menjadi pengalaman menyakitkan buat Wamir.  Dari pasar Brebes (kota) ke
Tegal yang jaraknya sekitar 15 kilometer cuma dibayar Rp 10.  Karena Wamir
prigel dan ramah, dia cepat mendapat langganan.  Selain pesaingnya masih
sedikit, Wamir melengkapi becaknya dengan pelbagai aksesoris, macam lampu
dan bel.  "Berbeda dengan mencangkul yang hanya menggerakkan tangan dan
badan, mbecak bergerak seluruh badan.  Rasanya tulang mau patah-patah,"
kenangnya. Obatnya murah, pijatan sayang sang istri.   

Serbuan becak-becak ke Brebes, pada l976, membuat langganan Wamir berkurang.
Uang tabungan sejak l960 dialihkan ke usaha bawang merah.  Dia juga
berjualan ayam dan kayu bakar. Meski sedikit, Wamir telaten menyimpannya.
"Pikiran saya suatu saat akan naik haji, seperti pak kyai," katanya polos.
Wamir yang buta huruf seolah hanya berkarya dan bekerja, tanpa pamrih. "Bisa
menabung Rp 1.000, sudah lumayan," tambahnya.  Tiga tahun lampau, ketika
Indonesia belum dilanda krisis moneter, biaya haji baru Rp 8 juta.  Tapi,
uang Wamir belum cukup.  Alhamdulillah, sepanjang tiga tahun ini, rezeki
Wamir mengalir lancar. Penumpang yang biasanya hanya lima, terkadang
mencapai puluhan sehari.  Apalagi, harga bawang merah juga ikut melonjak.  

Sampai suatu ketika, beberapa pekan lalu, Wamir dan Su'riah menyisakan
waktunya selama tiga hari untuk menghitung uang yang disimpan di rumah.
Masya Allah, jumlah uang yang terkumpul ada sekitar 35,5 juta. "Saat itu
saya berpikir, wah ini untuk bangun rumah saja," katanya.  Tapi, istrinya
marah-marah. "Dulu, kita kumpulin uang untuk naik haji. Rumah kan tak dibawa
mati," kata Suri'ah, mengingatkan suaminya. Wamir terhenyak.  Paginya,
mereka sepakat mendaftar haji. Ternyata, masa pendaftaran sudah ditutup.
Oleh tetangganya yang kerja di sana, diberitahu akan ada pendaftaran susulan
menunggu hitungan kuota provinsi Jawa Tengah.  Harap-harap cemas menunggu,
kabar dari Semarang pun tiba, jamaah Brebes bisa ditambah. "Kami mendaftar
di urutan kedua," kata Wamir dengan wajah cerah. 

Kini, di rumahnya yang sederhana, hanya berisi satu set kursi lusuh, lemari,
dan dipan, Wamir dan Su'riah -yang ditemani empat dari sepuluh cucunya-
setiap malam mengaji, salat tahajud, dan salat taubat.  Karena sibuk manasik
haji, maka Wamir sementara stop mbecak.  Meski begitu, mereka sesekali
kelihatan di pasar. "Kami tetap bekerja untuk bekal di Makkah dan ditinggal
buat cucu," kata Wamir.  Keduanya berniat tak akan berganti pekerjaan
sepulang dari tanah suci.  Hanya frekuensinya akan dikurangi, sebab Wamir
akan berkonsentrasi ke bawang merah.  Berhaji dengan perasan keringat,
mudah-mudahan mabrur. Amien. 
PRIVILEGED AND CONFIDENTIAL
This e-mail message is intended only for the use of the individual or entity
to which it is addressed and may contain information that is privileged,
confidential and exempt from disclosure. 
If you are not the intended recipient, please do not disseminate,
distribute, or copy this communication, by e-mail or otherwise, or take any
action in reliance on it.
Instead, please notify us immediately by return e-mail (including the
original message in your reply) to help_desk @ somewhere.in.the.world, and then delete
and discard all copies of the e-mail.



----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:23 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10