Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | fauziah <fauherklots @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Tue, 21 Jan 2003 19:11:12 -0800 (PST) |
Hehehe... Ini sih udah sering gua denger... Ekonom UI emang "dimusuhin" oleh ekonom non-UI. Tapi ujung2nya semua bermuara pada soal rebutan power. Siapa ekonom non-UI? Mantan pejabat bulog? (liat bagaimana dia waktu pegang bulog, dan apakah kebijakan populis dia buat membeli semua gabah petani diatas harga pasar berdampak positif pada ekonomi? yg jelas spekulan beras yg untung besar sementara burden negara membengkak) Budiono? itu sih menkeu kita sekarang :-) Staf ahli menkeu alumni UGM? Ini juga gua denger semua sepak terjangnya (lebih baik nggak usah disebut disini, soalnya ini milis) Mantan menkeu alumni UGM? yang begitu tau mau dipecat dari menkeu, langsung mengganti semua jajaran pejabat didepkeu dg alumni UGM dan memanipulasi nama ISEI buat dukungan politik. Umar Juoro? (ssst.. sebenarnya dia bukan doktor, tapi selalu ngaku dr) Ekonom2 dari IPB? yg kebanyakan lulusan ekonomi kehutanan tapi bisa ngomong segala macem terutama soal moneter. Gua nggak mau komen banyak deh... Gua nggak fanatik belain LPEM (gua sendiri nggak selalu sepakat dg pendapat direktur atau mantan direkturnya). Tapi gua lihat bahwa yg teriak keras selalu diluar pemerintah dan solusi yg mereka tawarkan hampir 100% nggak bisa diterapkan. Ketika giliran pegang jabatan hilang semua deh jargon ekonomi kerakyatan itu. Ada yg bisa ngasih bukti betapa ekonom non-UI pada waktu pegang amanah dipemerintahan sangat berpihak pada rakyat kecil? Dan adakah negara yg ekonominya maju dg hanya bertumpu pada pertanian? Gua pikir masalah negara kita terutama bukan terletak pada lulusan mana dia (wong sesama alumni FEUI aja berantem kok). Yang penting pas jadi pejabat orang mesti kompeten, amanah dan menjaga hati nuraninya. Teori2 ekonomi itu banyak mazhabnya dan kalau diperdebatkan sampe mulut berbusa2 juga semua akan merasa benar sendiri. Tau kan Joseph Stiglitz? Bukunya, Globalization and Its Discontent bikin heboh IMF dan WB karena kritik pedasnya. BTW, gua enjoy banget baca bukunya walaupun memang ada bagian yg bisa diperdebatkan lagi. Nah, satu hal kecil yg menarik: di ch 4 yg membahas The East Asia Crisis, dia menawarkan alternatif strategi sepanjang kurang lebih 2 halaman, tapi berapa banyak kritiknya? 30 halaman! Gua cuma mau bilang kalau mengkritisi itu jauh lebih mudah daripada menawarkan solusi bahkan untuk levelnya seorang Stiglitz yang ke-akademiannya sudah diakui dunia (walau dia belum pernah menjadi "pemerintah"). Terus terang soal kenaikan harga BBM banyak yg sudah sepakat bahwa itu memang harus naik, masalahnya how, when, with what requirements... Semua tau pemerintah korup (dan mereka bukan cuma lulusan FEUI lho..) bahkan kompensasi subsidi pun diembat. Siapa yg salah? Gua pikir ini dosa kolektif. Siapa suruh pilih Mega? (yg ultah suaminya cuma 10M) Menteri pertanian dari jaman dulu alumni IPB tapi toh pertanian kita gak maju2. Menteri Teknologi dari dulu juga alumni ITB toh tetap aja kita ketinggalan. Belum soal Laks yg janji 30M ke IA ITB? Sudahlah.. jangan ngomong soal almamater, walau gua bangga lulus dari ITB tapi berapa kali malu sekali karena kalau bidding proyek ke Bappenas, LPEM kalah dari ITB soalnya ITB berani ngasih kickback sampe 50 persen sedangkan kita paling banter 10% (sama2 buruk juga sih.. cuma gua pernah diolok2 kolega soal ini; apa mutu kerjaan ITB dg uang proyek segitu? yg penting dosennya kaya, hasilnya sih ambil aja dari kerjaan mahasiswa). Well, kepanjangan kali... ini soal lama sih.. sejak zaman dahulu kala :-) Tapi pls keep comment saya diatas terbatas buat milis PIKSI aja. Gua sedih liat kondisi negara kita, krisis ekonomi, krisis moral, krisis politik... banyaknya sih orang pintar memanipulasi publik (tau nggak bahwa banyak pengamat itu mbayar wartawan spy selalu disorot jadi dia laku buat diundang seminar, fulus mengalir...). Siapa tau kalau teriak lebih kencang dapat bonus jabatan empuk... Sudahlah... thanks atas kesediaan membaca uneg2 ini.. regards, fau --- julian @ somewhere.in.the.world wrote: > Fau-san, > Oleh-oleh dari kampung halaman nich..... > Mo komen, kah? > > JZ > -justkeepcool- > > ----- Original Message ----- > From: Basuki Suhardiman <basuki @ somewhere.in.the.world> > To: <itb @ somewhere.in.the.world> > Sent: Friday, January 10, 2003 12:00 PM > Subject: Re: [itb] katanya pak djatun itu keynesian.... > > On Fri, 10 Jan 2003, adnan b wrote: > > > On Thu, 9 Jan 2003 13:42:02 +0700 > > "Roy I. Mirazudin" <mirazudin @ somewhere.in.the.world> wrote: > > >mungkin seharusnya ekonom ui memakai matematika untuk > > >ekonomi, bukan ekonomi untuk matematika. bisa liat gak > > >mainstream ekonom ui versus ekonom ipb (dan itb) dalam > > >menyikapi masalah kenaikan harga ini? dan siapa think > > >tank di balik ini semua? > > > > LPEM UI... pak purnomo yus udah ngomong soal ini waktu di > > wawancarai di SCTV > > Memang dari dulu FE UI (LPEM ? ) > selalu bikin masalah dan bikin rusak negara ... > bagusnya dicuci otak saja orang orang itu ... > Ganti sama ekonom ekonom dari Gajahmada , Unpad , Unair dan universitas > lainnya yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat di grass root .. > > > __________________________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now. http://mailplus.yahoo.com ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:23 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10