Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI] Gaji Buta (offensive-friendly to Agun)

From "Ikhlasul Amal" <iamal @ somewhere.in.the.world>
Date Thu, 5 Aug 1999 14:29:04 +0700
Organization Kampung Angin Berdesir
Sender owner-piksi-l @ somewhere.in.the.world

On Wed, Aug 04, 1999 at 07:01:37PM +0700, Agun Gunardi wrote:
% Beginilash jadinya kalo segala sesuatu dinilai secara materiil...
% 
% bukan tamasya kalo ngga ke dufan..
% bukan piknik kalo ngga ke puncak..
% bukan makan kalo ngga di mc donald..
% bukan shopping kalo ngga di matahari ..
% 
% sepi atau tidak ...merdeka atau tidak ..itu hanyalah permasalahan hati ...
---end quoted text---

    Kalau membaca tulisan Agun seperti di atas, rasanya terharu sekali: ada
    seorang muda yang baru lulus dari perguruan tinggi terus menyumbangkan
    tenaga, pikiran, dan keringatnya di tempat yang sangat jauh sekali dari
    keramaian ibukota. Menghadang siang yang panas-terik, malam yang
    gelap-sepi. Seolah-olah tanpa pamrih, sekalipun bertiup kabar trilyunan
    rupiah dikorupsi di Pertamina. (Orang-orang di KPS langsung punya
    dalih, "Tuh, makanya gue bilang apa: yang nggak bener itu bukan karena
    kite kerja dengan kumpeni, tapi tikus-tikus di perusahaan negara itu!
    Kita kan sudah setor 80% keinginan mereka, belum lagi resiko ngebor
    gagal") Apalagi sedemikian baiknya beliau sampai memutar VCD di kantor
    saja khawatir menyalahgunakan fasilitas rakyat. (Iya rakyat siapa?
    Rakyat kumpeni?)

    Jadi mudah-mudahan opini di atas menggantikan keluhan sebelumnya bahwa
    Balikpapan itu kecil dan membosankan. Semoga sikap di atas memang
    berlanjut bukan karena sekarang berada di lingkungan yang bisa
    mendapatkan penghasilan di atas rata-rata.

    Bukan apa-apa, lebih jauh lagi, supaya kata-kata indah di atas tidak
    menjadi nina-bobo untuk mereka yang memang secara materiil tidak
    tercukupi. Supaya tidak kaget kalau didamprat penjual mangga-kecut,
    "Carpak sampeyan Cak, duit banyak tapi beli mangga sekilo saja nawar
    sampek semaput!"

    "Carpak" itu bahasa Madura-Suroboyoan untuk "omong kosong, besar
    mulut", biasanya digunakan dalam konteks realisasi janji-janji.
    
-- 
@mal
iamal @ somewhere.in.the.world
-----------------------
Yogya sangat hidup khusyu' di malam hari,
seolah-olah mereka membenci siang yang merupakan
panggung modern peradaban modern yang sengsara.
		-- Emha Ainun Nadjib, "Jog Ya!"
-----------------------------------------------------------
Milis ini diperuntukkan untuk keluarga besar PIKSI
Untuk join/keluar, mail ke majordomo @ somewhere.in.the.world
Isi mail :
Untuk join   : subscribe piksi-l
Untuk keluar : unsubscribe piksi-l
-----------------------------------------------------------

 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:17 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10