Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Agun Gunardi <agun @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Fri, 06 Aug 1999 17:43:12 +0700 |
| Sender | owner-piksi-l @ somewhere.in.the.world |
Mbo..ya ..kalo nge-nye' yg ikhlas ..yg kaya gini nih ..yg menyebabkan seorg kakek bisa nimbun duit sampe tujuh turunan .. mbo ya ngomong aja .."Bull sit ..!!" paling nanti cuma dinasehatin sama ali ...ngga sampe dikarungin segala ..apalagi dipetrus .. pake terharu segala ...Bull sit...skambeg !! Ikhlasul Amal wrote: > Kalau membaca tulisan Agun seperti di atas, rasanya terharu sekali: ada > seorang muda yang baru lulus dari perguruan tinggi terus menyumbangkan > tenaga, pikiran, dan keringatnya di tempat yang sangat jauh sekali dari > keramaian ibukota. Menghadang siang yang panas-terik, malam yang > gelap-sepi. Seolah-olah tanpa pamrih, sekalipun bertiup kabar trilyunan > rupiah dikorupsi di Pertamina. (Orang-orang di KPS langsung punya > dalih, "Tuh, makanya gue bilang apa: yang nggak bener itu bukan karena > kite kerja dengan kumpeni, tapi tikus-tikus di perusahaan negara itu! > Kita kan sudah setor 80% keinginan mereka, belum lagi resiko ngebor > gagal") Apalagi sedemikian baiknya beliau sampai memutar VCD di kantor > saja khawatir menyalahgunakan fasilitas rakyat. (Iya rakyat siapa? > Rakyat kumpeni?) > > Jadi mudah-mudahan opini di atas menggantikan keluhan sebelumnya bahwa > Balikpapan itu kecil dan membosankan. Semoga sikap di atas memang > berlanjut bukan karena sekarang berada di lingkungan yang bisa > mendapatkan penghasilan di atas rata-rata. > > Bukan apa-apa, lebih jauh lagi, supaya kata-kata indah di atas tidak > menjadi nina-bobo untuk mereka yang memang secara materiil tidak > tercukupi. Supaya tidak kaget kalau didamprat penjual mangga-kecut, > "Carpak sampeyan Cak, duit banyak tapi beli mangga sekilo saja nawar > sampek semaput!" > > "Carpak" itu bahasa Madura-Suroboyoan untuk "omong kosong, besar > mulut", biasanya digunakan dalam konteks realisasi janji-janji. > > -- > @mal > iamal @ somewhere.in.the.world > ----------------------- > Yogya sangat hidup khusyu' di malam hari, > seolah-olah mereka membenci siang yang merupakan > panggung modern peradaban modern yang sengsara. > -- Emha Ainun Nadjib, "Jog Ya!" > ----------------------------------------------------------- > Milis ini diperuntukkan untuk keluarga besar PIKSI > Untuk join/keluar, mail ke majordomo @ somewhere.in.the.world > Isi mail : > Untuk join : subscribe piksi-l > Untuk keluar : unsubscribe piksi-l > ----------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- Milis ini diperuntukkan untuk keluarga besar PIKSI Untuk join/keluar, mail ke majordomo @ somewhere.in.the.world Isi mail : Untuk join : subscribe piksi-l Untuk keluar : unsubscribe piksi-l -----------------------------------------------------------
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:17 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10