Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] Re: Santri di Istana Negara

From Ikhlasul Amal <amal @ somewhere.in.the.world>
Date Wed, 3 Nov 1999 10:26:20 +0700
Sender amal @ somewhere.in.the.world

On Tue, Nov 02, 1999 at 12:59:49PM +0700, Moh. Firdaus wrote (probably edited):
% 
% 
% Kompas vs Republika
% 
% Kompas hari ini menyerang habis Amien Rais / Poros Tengah dengan dalih
% intervensi pemerintah dan kepentingaa poros tengah menguasai aset BPPN
% yang tiga kali lipat APBN.
% 
---end quoted text---

   Sebenarnya yang *lebih* aku sesalkan bukan dalam konteks Kompas dan
   Republika mewakili "umat" seperti anggapan khalayak ramai. Yang lebih
   tidak mengenakkan kubaca, kenapa kok Republika tega sekali "nyinyir"
   terhadap saudaranya di pondok pesantren? (atau lebih tepatnya:
   terhadap orang-orang di luar golongannya?)

   ====

   Tapi Si Gus memang "sakti", tuahnya banyak. Penggede Walhi protes
   keras atas kebijaksanaan pemerintah, eh, setelah LSM dikumpulkan ke
   istana, kok terus minta maaf, cium tangan, dan diekspos media. Para
   pinisepuh Depsos juga begitu: sorak-sorai waktu pelantikan kabinet.
   Gus Dur datang tanpa pengawal, eh, semua "ngapurancang" dengan takdim
   di depan Presiden.

   Memang benci, dendam urusan dunia jangan berlebihan, sebagaimana
   cinta juga tidak perlu keterlaluan. Tidak perlu menyindir kaum
   Nahdliyin yang disangka menobatkan Gus sebagai wali, sebagaimana
   tidak usah juga berteriak-teriak antek zionis hanya karena ada
   rencana pembukaan urusan dagang dengan Israel. Nabi saja bertandang
   dan berdagang dengan orang Yahudi. Sampaikan saja dengan bahasa
   nJombang, "Mbok ya-o Gus, daripada repot-repot berurusan dengan
   Rabin, kan lebih baik kita tambah volum perdagangan kafiyeh, kurma,
   susu onta dengan Baghdad misalnya."

   Tapi Cak, kita kan sekarang menghadapi serbuan budaya kafir, jadi
   harus waspada dong!

   Benar, waspada kan bukan berarti takut dan mundur sebelum berperang?
   Coba saja, bagaimana mau menghadapi budaya asing, Barat, kafir --
   atau apalah namanya -- baru pakai sarung, kopiah, dan sandal saja
   sudah minder?
   
-- 
@mal
amal @ somewhere.in.the.world

------------------------------------------------------------------------
---
Berlangganan: piksi-l-subscribe @ somewhere.in.the.world
Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Arsip: http://www.egroups.com/group/piksi-l


eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/piksi-l
http://www.egroups.com - Simplifying group communications



 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:18 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10