Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] Revolusi Damai dengan Euro 2000

From "Awal P Kurnianto" <Awal_P_Kurnianto @ somewhere.in.the.world>
Date Wed, 21 Jun 2000 14:19 -0400

     Warning :
     Email ini hanya berisi celotehan saya semata dan agak panjang dari
     biasanya. Juga tidak tersedia imbalan apapun meskipun diforwardkan
     kepada 10 rekan anda.   
    
     =========
    
     Semula saya biasa-biasa saja ketika sekelompok mahasiswa saat berdemo
     di depan Kejakgung berteriak-teriak tentang Revolusi. Tapi mau tidak
     mau saya harus berpikir ulang ketika Farid Faqih dari Government Watch
     (GOWA) mengeluarkan statemen yang senada dengan ide kelompok mahasiswa
     itu. Dalam sekilas info Radio Ramaco FM kemarin, Farid pesimis
     bagaimana mungkin Kejakgung mampu menuntaskan kasus korupsi jika
     jajaran lembaga itu pun tidak bebas dari penyakit kronis tersebut.
     Farid malah setuju dengan apa yang disebut 'pengadilan rakyat' dimana
     para koruptor diarak ramai-ramai dan digantung di lapangan Monas,
     persis seperti apa yang diteriakkan mahasiswa pendemo. Ketika hukum
     positif tak digubris dan justru pengadilan jalanan yang diutamakan,
     ini kan pertanda awal munculnya Revolusi.
    
     Pesimisme diam-diam sudah menyergap di banyak kalangan. Sebelumnya,
     Teten Masduki jauh-jauh hari sudah berputus asa atas tegaknya hukum
     menyusul dikeluarkannya SP3 kasus Texmaco. Belum juga Bulogate tuntas,
     Sofjan Wanandi yang dicekal lantaran belum beresnya hutang Danahutama,
     malah diajak jalan-jalan Gus Dur. Pusing juga saya yang awam ini
     dengan itung-itungan Pemerintah. Dan tawaran Revolusi bakal bisa makin
     berarti jika sudah terlampau banyak orang yang pusing di negeri ini.
    
     Sssst, ini cuma obrolan warung kopi. Isunya, Armada AS sudah siaga di
     perairan sekitar Selat Sunda. Dan Jepang sudah di Indocina. Konon
     mereka  bersiap untuk evakuasi warganya jika Revolusi benar terjadi di
     sini. Itulah kenapa saat Bengkulu diguncang gempa, mereka cepat tiba
     di sana. Mungkin saja mereka punya alat canggih untuk memantau
     pergerakan lempengan bumi sepanjang Krakatau, pesisir Barat Sumatera
     hingga pegunungan Himalaya. Dan untuk kesekian kalinya, negara-negara
     'powerful' itu lah yang kemudian bisa beraksi lebih dulu. Baik gempa
     politik maupun gempa betulan yang melanda, lagi-lagi justru mereka
     yang sudah selangkah di depan ketimbang kita sendiri. Ironis.
    
     Gemas juga melihat ketidakberdayaan kita pada negara-negara kreditor
     itu. Setelah sedikit banyak berkontribusi atas carut marutnya ekonomi,
     mereka juga akhirnya yang jadi tumpuan penyelamat aset-aset negara
     yang berharga murah. Dan John Dodsworth, perwakilan IMF di Indonesia,
     rasanya patut berterimakasih atas kondisi ini sehingga bisa masuk
     dalam ranking orang-orang terkuat di Asia versi Asiaweek akhir Mei
     lalu.
    
     Untung saja ada Euro 2000 yang bisa sedikit menghibur kegalauan ini.
     Yang paling gress, Inggris dan Jerman tersingkir. Tinggal  Perancis,
     Belanda dan Italia menunggu giliran. Kita tunggu saja. Setelah dipaksa
     melihat begitu berkuasanya negara-negara kapitalis dalam day-to-day
     periuk nasi kita, masak sih lagi-lagi kita dicekoki dengan keperkasaan
     mereka di lapangan hijau. Dan siapa bilang Euro 2000 menghambat
     tahajjud. Dari sesi pertandingan yang paling malam, pukul 01.45,
     paling-paling cuma butuh 2 jam. Artinya, masih ada waktu di akhir malam
     menjelang shubuh untuk bertahajjud. Tinggal maunya kita saja. Justru
     gegap gempitanya Euro Cup bisa membantu membangunkan diri di tengah
     malam, sesuatu yang mungkin sulit untuk dimulai kecuali dengan motivasi
     yang tinggi. Dan Saya kira Euro 2000 bisa jadi batu loncatan.
    
     Memang Euro Cup kali ini banyak menjungkirbalikkan perkiraaan orang.
     Dan mudah-mudahan dengan lolosnya negara-negara 'garis belakang Eropa'
     yang selama ini dipandang sebelah mata, semisal  Portugal, Rumania, dan
     terlebih Turki, bisa menjadi penawar hati orang-orang yang merasa
     tertindas oleh kecongkakan kaum Kapitalis Dunia. Dan dengan bertahajjud
     setelah tontonan habis akan bisa menjernihkan hati kita agar tak perlu
     sampai berbunuh-bunuhan justru dengan saudara sendiri. Siapa yang rugi
     nantinya.
    
     Peace man, peace !!
    
     Dari Kawasan MegaKuningan
     with love...
    
    
    




Piksi-L merupakan mailing-list alumni asisten Piksi. Opini yang disampaikan di forum ini *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi secara formal.

Berhenti: piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world

 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:41:29 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10