Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | ratna pertiwi <ratna @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Wed, 18 Jul 2001 14:36:24 +0700 |
Republika - Kamis, 12 Juli 2001
Politik Bohong
Oleh: Nur Zaini MR
''... sesungguhnya dusta itu menunjukkan pada kejelekan, dan
kejelekan menunjukkan kepada neraka.'' (Al-Hadits)
Seorang penggembala domba pernah berteriak-teriak minta tolong di
ujung desa, ''Tolong... tolong... ada serigala!'' Warga desa berhamburan
menuju ujung desa. Sesampai mereka di sana ternyata tidak ada apa-apa.
Sang pengembala dengan santainya cuma bilang, ''Lha wong saya bohong, kok
repot amat.''
Demikianlah peristiwa itu berulang beberapa kali, sehingga warga desa
tidak percaya lagi pada penggembala. Hingga pada suatu hari sang
penggembala berteriak-teriak minta tolong karena benar-benar ada
serigala. Tapi, warga desa tak menghiraukannya.
Mereka yakin bahwa si penggembala pasti berdusta. Apa yang terjadi?
Seluruh domba yang digembalakannya habis diterkam serigala. Dia menelan
habis semua akibat kebohongan yang dilakukannya.
Kebohongan adalah perbuatan yang menimbulkan efek domino. Sekali
berbohong, selamanya seseorang akan melakukan kebohongan serupa untuk
menutupi kebohongan sebelumnya. Dari situ lahirlah rantai kebohongan yang
tak berujung.
Adalah Adolf Hitler, laki-laki dari Jerman, yang oleh sejarah dicatat
sebagai pemimpin Nazi yang membangun kekuasaannya atas dasar kebohongan.
Melalui Joseph Goebbels, menteri propaganda sekaligus penasihat
politiknya, Hitler menciptakan isu, merekayasa peristiwa, membuat
skenario, dan menciptakan ''kebenaran mutlak'' setiap hari untuk
menaklukkan dunia di bawah pimpinan Jerman Raya.
Kini, aura kebohongan yang dulu pernah berhembus di langit Jerman
berhembus di langit negeri ini. Rakyat dengan mudah mengendus ajang
perpolitikan nasional saat ini diwarnai berbagai trik dan intrik yang
berhiaskan kebohongan. Sebagai warga negara yang berakal sehat, kita
harus tahu cara menepis dan menghindari kebohongan.
Pertama, kita harus mengetahui definisi kebohongan. Menurut Sissela Bok,
kebohongan adalah mengkomunikasikan pesan untuk menyesatkan orang lain,
untuk membuat orang lain percaya terhadap apa yang kita sendiri tidak
percaya.
Kedua, kita harus meneliti apa yang menyebabkan orang atau lembaga
tertentu melakukan kebohongan. Menurut para arifin, ada tiga hal yang
mendorong manusia melakukan kebohongan: kebiasaan, kerakusan, dan
kedengkian.
Tidak ada satu alasan apa pun yang membenarkan kebohongan untuk menzalimi
orang lain. Percayalah, Allah tidak akan melimpahkan hidayah dan
anugerahNya pada orang-orang yang berbohong (QS 40:28).
-----------------------------------------
RP
http://www.trabas.com
----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.
Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.
Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:01 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10