Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI-L] Selamat buat Indra

From "Indra I.A.S" <indraias @ somewhere.in.the.world>
Date Mon, 23 Dec 2002 16:02:27 -0800 (PST)

--Lutfi menulis:
> 
> Amal, mungkin yang lebih tepat adalah:
> "...pertimbangkan posisi sebagai pemilik modal,
> walau
> kecil, tapi menjadi bos dengan uang sendiri".
> (Ini juga yang membuat Silicon Valley menjadi besar
> spt. sekarang).
> 
--Indra merespon:

Tidak mudah menjadi pemilik modal walau kecil. Saya
dan beberapa teman-teman (termasuk @mal kalau nddak
salah) pernah (dan bahkan saya sampai sekarang masih)
terjun di dunia 'investasi' kecil-kecilan ini dan
memang hasilnya selama ini tidak pernah optimum.
Beberapa hal yang membuat hasilnya tidak pernah
optimum (dan bahkan sama sekali gagal) adalah budaya
kita sendiri yang bukan pedagang.

Boleh diakui boleh tidak, seperti yang diceritakan Mas
Robert Kiyosaki, bahwa sejak kecil sebagian besar dari
kita tidak belajar bagaimana menjadi pedagang. Orang
tua kita lebih banyak me-"nyemangati" kita untuk
belajar supaya kelak jadi orang pintar sehingga dapat
kerjaan yang bagus.

Lalu apa salahnya? Sederhana. Ilmu bisnis dan
turunannya (berdagang, berinvestasi, negosiasi, dll)
dan ilmu yang kita pelajari dari SD sampai ITB memang
jauh berbeda. Belum lagi ditambah 'godaan' lain (misal
menjadi kuli seperti saya) yang membuat berbisnis
menjadi betul-betul 'high-risk' dan 'low-return'
dibandingkan bekerja untuk pebisnis. 

Bandingkan dengan rekan-rekan kita yang memang sejak
kecil sudah dibekali ilmu bisnis. Bagi mereka, mencari
peluang pasar, memperbesar payung networking,
bernegosiasi, mempengaruhi orang, dan mencari hutangan
sudah menjadi hal biasa dan relatif 'low-risk'.
Sedangkan bagi kita-kita yang biasa membuat
grafik-grafik indah di Excel, jago buat laporan di
word, ahli IT, jagoan teori-teori Mas Einstein
(contoh: Anto), ahli nujum (contoh: Rizki) akan susah
payah  begitu disuruh cari peluang pasar sandal di
Irian Jaya, atau disuruh cari rekanan bisnis di
Shanghai, atau disuruh meyakinkan bank untuk pinjam 5
milyard. Dengan kata lain, bisnis jadi betul-betul
'high-risk' dan cuapek buanget.

Walaupun memang belum tentu dengan menjadi pemodal
sendiri akan lebih mapan dibanding menjadi pekerja,
tetapi kembali ke pernyataan Lutfi tentang menjadi
pemodal sendiri, kesimpulannya adalah "Memang berat
menjadi pemodal sendiri kalau memang niat kita belum
betul-betul bulat".

Wassalaam,
indra i

__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
DVD Rentals with No Late Fees - Try Netflix for FREE!
http://us.click.yahoo.com/.ZSp6B/dlOFAA/46VHAA/IYOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10