Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] Warning...Tulisan ini Panjang...Kalau Baca tanggung sendiri.

From Tiko <tiko_piksi @ somewhere.in.the.world>
Date Sat, 28 Dec 2002 14:46:54 -0800 (PST)

Sebelumnya mohon ma'af tulisannya panjang. Enaknya
kita Diskusi tatap muka dan langsung mengambil
kesimpulan dan tindak lanjut.
Saya juga terimakasih buat rekan2 yang sudah kasih
respon Percayalah sudah saya baca semua komentar2
anda.
No Hard Feeling Please.

----WARNING...!! BACA DENGAN RESIKO BOSEN...!!!----

Karapan Sapi..... 
> 	Pembuatnya alumni Ganesha 10 dan punya alamat
> kontak di Kebon
> 	Bibit Utara.
Ini yang saya maksud....Create Something....

< POLTEK JUAL SEPATU IMPORT >
--Amal--
" Kita prasangka baik dulu.
Barangkali oknum tersebut baru sampai pada kondisi
harus "menyelamatkan diri" dulu,.. "

--akhmadhs --
" Ada cerita dari kakak iparku tentang 
temannya (lulusan  Poltek Mek. Swiss -- sekarang PMB)
posisi karirnya sudah tinggi dan sudah kaya. Idealisme
& semangat untuk punya bisnis sendiri dimulai dengan
pengkikisan mental 'kuli' caranya? Setiap pagi jualan
sepatu Nike "abal-abal" di Senayan..."

--Komentar--
Kalau dibaca dari cerita --akhmadhs-- bung Poltek
tidak dalam Posisi "menyelamatkan diri" karena 
"posisi karirnya sudah tinggi dan sudah kaya"
Langkah ini "Jual barang orang lain IMPORT lagi"
sangat berbahaya, kalau jual sepatu cibaduyut masih
lebih baik. Memajukan ekonomi lokal.
Tidak semua orang dikaruniai kepinteran dibidang
teknik ( untuk masuk Poltek Mek Swiss saingannya juga
berat ). Kok malah jualan barang orang lain saingan
dengan orang pedagang lapak K5 ? 
Sekali lagi bagi saya that's a Totaly WRONG..!! dari
segi prasangka baik/buruk atau tidak berprasangka sama
sekali.

Mau sukses dagang kuncinya kita mesti tahu barang
dagangan kita ( kelemahan dan kelebihannya ) dengan
pengetahuan teknis yang detil dengan demikinan bisa
meyakinkan pembeli bahwa barang kita yang dia
butuhkan. Sehingga Penjual/Pedagang terbaik adalah
Orang yang buat produk tsb. Percayalah karena saya
juga mantan pedagang ( maka dari itu saya paling benci
dengan pedagang ). Kecangihan berkomunikasi bukan
nomer 1.  

--Amal--
Memangnya kenapa dengan MM/MBA?
Indonesia itu kekurangan profesi APA SAJA. 

--Komentar--
Tidak Ada Masalah/Salah dengan MM/MBA. Saya juga
dukung program MBA.
Kalaulah yang ambil programnya sesuai/tepat. Kalau
yang ambil orang yang berasal dari ekonomi..that's
good. Kalau yang ambilnya orang ( Engineer ) yang
sudah punya pengalaman kerja dibidangnya dan karena
tuntutan kerjaannya dia harus ambil MBA that's good. (
makanya syarat MBA adalah sudah punya pengalaman kerja
). 
Contoh: seorang lulusan teknik elektro atau ECE yang
buat pabrik Video Card komputer. Dia mulai dari garasi
sendirian atau bareng temen ( mirip HP dan Microsoft )
lalu perusahaannya sudah berkembang punya banyak
karyawan. Posisinya dulu sebagai Desainer sudah
dialihkan keorang lain sehingga dia lebih banyak
diposisi managemen/jual, baru baik belajar
managemen/MBA.
Dengan kata lain dia sudah punya produk yang akan di
managenya, tahu detil teknis cara produksinya, alur
suplai materialnya dsb. dst. yang jadi masalah dia
belum bisa memanage dengan optimal.
Tapi apa yang terjadi di kita....lulus S1 langsung
ambil MBA....What????
Apa yang mau dimanage...? barang orang lain? enggak
punya pengalaman kerja. Institusi penganjar MBA,
Universitas2 termasuk MBA Tek ITB sih oke2
saja....dapet duit..SPP. Malah yang parah lagi
ditambahin kelas Pre MBA, atau BBA. 
Prinsip ini yang saya tentang habis. Terutama kalau
prinsip ini ada di ITB. ITB institusi yang seharusnya
menghasilkan produk Engineer. Yang akan mengisi
kekosongan posisi Engineer dinegara ini. Yang bakal
buat usaha pertambangan, industri komponen elektronika
mekanika industri Software ( KARAPAN SAPI..!!! ), Buat
usaha konstruksi dsb dst. Kalau sekarang perusahanan
Tambang: VICO,ARCO,CALTEX,MOBIL OIL entah apa lagi,
Mobil:TOYOTA dsb. Semua asing. Usaha konstruksi
kebanyakan Korea...yang buat jalan layang/tol..malah
ada yang dari philipina/malaysia.
Engineer Indonesia/ITB.....MBA, MBA, MBA, jual sepatu,
jual beras, jual sapi, jual melon.
Amal bilang kita kekurangan semua posisi. Terus apa
yang terjadi kalau kita yang dipersiapkan untuk satu
posisi ( Sebagai engineer ) lalu ambil posisi lain (
Administratif ( baca MBA )). Siapa yang ngisi
kekosongan posisi engineer....Lulusan Ekonomi UI/UNPAD
???. Contoh Extrem : Bayangin kalau lulusan kedokteran
pada rebutan sekolah MBA kerja jualin obat luar negri
Viagra. Enggak ada yang jadi dokter......mati semua
kita. Kalau lulusan Engineering rebutan MBA kita
enggak langsung mati, IMPORT saja barang2
engineringnya Mobil,motor,pompa air,TV,SAPI, bayarnya
pakai hutang, pakai honor TKW, matinya
pelan-pelan...mati banyak hutang.

--Amal--
"
Barangkali di situ kita perlu tim level doktoral atau
pandangan yang lebih "negarawan" dari pelaku bisnis
kita."

Saya tidak percaya dengan gelar ( dinegara maju orang
tidak nanya gelar tapi "Kamu bisa APA" makanya kalau
tidak bisa apa2 sekolah (S1,S2,S3)). Yang saya percaya
orang terbatas kemapuannya dan memiliki keahlian
masing2. Dak perlu gelar Doktor/Master untuk beresin
negara ini. Yang diperlukan adalah Akal Sehat dan
Kemauan kunci utama KRATIF. Dan masing-masing pakar
dibidangnya dan kita kerja sebagai satu tim.
Pimpinannya mungkin petani kacang/atau bintang film
tapi negarawan. ( Pimpinan AS sekarang lulusan MBA...,
lihat ekonominya wang angpau kacau balau )
Kalau kita lihat dosen2 kita dulu yang ke ilmuannya
tinggi biasanya tingkahnya aneh2 ( Makanya sesama
dosen musuh2an ) tapi yang hubungan inter-personelnya
baik biasanya enggak ada ilmunya/tidak pakar. Atau
kalau bagus dua2nya...mungkin kakinya bau. Manusia
Enggak ada yang lebih semuanya. Makanya pilih satu
bidang...dan pakar disitu dijamin enggak bakal melarat
dah. (Ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan
kiri-kanan). Dan kita kerja sebagai satu tim.

--Fauziah--
" Kalau soal banting setir, saya pikir banyak diantara
kita dulunya pilih ITB bukan karena sudah bisa
mastikan pilihan hidup sebagai engineer/scientist."

Agak bingung saya dengan komentar ini. Saya milih MS
ITB karena punya cita2 ( waktu SMP ) mau buat sesuatu
yang ilmunya ada diMS. Sebelumnya sempet 1thn PMDK di
PTN level menegah, juga teknik Mesin ( Enggak berani
ikut sipenmaru...kalau tidak Negri enggak ada duit
buat bayar SPP ). Tahun berikutnya baru Ikut sipenmaru
pilihan Utama MS-ITB kedua MS-UGM. tidak ambil IPC (
orang lain ada yang ambil MS-ITB, Kedokteran-UI,
Akutansi-UnCen....what???? Yang penting
PTN....Whatt??). 3 bulan sebelum sipenmaru kaki saya
patah kecelakaan motor nginep di-RS 2 bulan gratis,
kaki diteraksi ( ditarik ). Ikut sipenmaru pangkal
paha kiri masih digips sampai lutut. jarak tempat
sipenmaru dari rumah 40KM ditempuh pakai motor GL
dibonceng temen, tiap masuk lobang kaki nyut2an,
lokasi ruangannya dilantai 3, naik tangga pakai kruk.
Sampai diruangan dapet lokasi didepan, saya noleh ke
belakang muka orang2 pada stress, tegang. Sipenmaru
cuma bisa 2 kali seumur hidup. Bayarnya mahal lagi.
Buat apa saya cerita ini...biar pupoler ??? ( malah
konyol malu2in...go public ....!!!!). Saya cuma mau
kasih contoh nyata bahwasannya kita masuk ITB sudah
menyisihkan beratus2 ribu lulusan terbaik se Indonesia
dan jangan lupa faktor LUCKY nya tinggi ( bayak yang
gagal test gara2 sakit perut, sakit gigi, ketinggalan
bis, salah urat, salah lokasi, mules, atau berkas
ujiannya keselip, hilang dsb ). Berapa banyak orang
yang lebih parah kondisinya dibanding saya dan tidak
lulus lagi. Lha kalau sudah masuk lalu milih jadi
pedagang sandal.....Whatttt ?????
Gimana kalau dulu saya kagak masuk terus ketemu
pedagang sandal lulusan MS-ITB...tak tabokin.
Setelah masuk juga ada temen sangkatan yang lebih bego
dibanding temen SMA saya yang juga milih ITB tapi
tidak lulus Sipenmaru.

--Fauziah--
" Dan lagi produksi bukan cuma manufaktur toh? Di
negara maju services sector lebih banyak menghasilkan
uang."

Mereka konsentrasi di sektor manufaktur yang lebih
tinggi dan R/D. Manufaktur yang kacangan dan banyak
limbah di relokasi kenegara lain, otaknya tetep
dimereka. Tujuannya: Lebih murah, limbahnya kagak
kebagian, mematikan pesaing dinegara tujuan. Bayangin
kalau Cina ikut2an reverse engineering seperti AMD,
produsen prosessor AS bakal terjengkang semua. Mereka
belajar dari mobil jepang.

Jangan coba2 prinsip "Negara maju Lebih fokus ke
sektor service di banding Manufaktur " dinegara kita.
Karena yang krusial di RI adalah manufaktur, ini yang
lebih utama karena bahan bakunya sudah didepan
mata...!!! dan Orang asing yang mengolahnya. Negara2
maju sudah insyaf, balik lagi ke Manufaktur ( Contoh
AS sudah mengakui kesalahannya kurang fokus ke
manufaktur akibatnya kalah dengan Jepang ( Mobil
Jepang lebih tahan banting ) metalnya kuat2 )). Contoh
lain Dot.Com yang tepental2.
Sektor yang diservice mesti kokoh dan tetap maju agar
sektor sevice bisa jalan.
Kalau orang kita apa yang mau diservice....kagak ada.
Akibatnya coba nyervice orang asing (Contoh TKW....).
Akibat berikutnya tergantung sama orang asing. 
 
--Amal--
" Engineer kita membuat terus tapi tidak dapat dijual
atau tidak dapat dipakai"
 
Ini prinsip yang berbahaya buat kondisi RI.
Lha yang jadi problem.....Engineer kita tidak buat
apa2 ( Malah berlomba2 MBA..AAAA ). Prinsip seperti
ini cuma mencari pembenaran kenapa gue kagak buat
sesuatu. 
Prinsip saya yang penting buat dulu kalau tidak laku
perbaiki, negara yang maju sekarang dulunya juga
begitu. Mobil Jepang, Korea dulu juga dikata2in sama
orang Amerika kalau sekarang orang AS lebih milih
Toyota Camry atau Honda Accord dibanding Ford Taurus.
Lihat orang kita, Contoh IPTN, diketawain, produknya
dilawak2in padahal gaji mereka kecil. Yang ngetawain
calo tanah ber hand phone, Ir. ITB pedagang beras
import ber HP juga, atau Ir. SI-ITB penceramah arisan
berantai ber HP. Yang ngetawain kaya2 sih...banyak
duit...tapi apa produknya..UTANG LUAR NEGRI ??? Siapa
yang bayar $ untuk import HPnya, siapa yang bayar $
seluruh infrastruktur jasa HP...????. TKW, Produk
Helikopter/pesawat IPTN.

Eh... sorry kepanjangan....



__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10