Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

[PIKSI-L] Re: Menyukai sesuatu yang buruk, membenci sesuatu yang baik

From Ikhlasul Amal <iamal @ somewhere.in.the.world>
Date Fri, 3 Jan 2003 09:51:28 +0100
Organization Hati yang Lapang
User-agent Mutt/1.3.28i

Pada 03 Jan 2003, 02:10:43, i_am_hendarwin <hendarwin @ somewhere.in.the.world> menulis
(diringkas):
% Yang saya rasakan tulisan RK tsb menguliti defense saya atas 
% kelemahan2 saya, yeitu dalam masalah finansial...
% Padahal bukankah Allah memerintahkan kita untuk bertebaran di muka 
% bumi ini...
% Bukankah Rasul menyuruh seorang Badui untuk mengikat untanya terlebih 
% dahulu baru lalu tawakal...
% Bahkan yang lebih mengenaskan lagi adalah jika timbul pemikiran bahwa 
% untuk mencapai kekayaan itu haruslah lewat jalan2 maksiat... apalagi 
% kalau dilontarkan oleh para cendekia kita ? he..he..he.. no 
% offenselah buat para cendekia kita...
% 
---akhir kutipan---

	Iya memang, seperti halnya tulisan dengan "sense" motivasi-diri
	gaya Amerika (atau Barat) lainnya, selalu dimulai dengan usaha
	keras agar berhasil. Itu bagus. Etos kerja di dalam Islam juga
	meminta umatnya menjadi pekerja yang keras, bukan peminta-minta
	dan bukan juga penimbun kapital. Unta harus diikat dulu, dan
	imbangannya Qarun dilaknat gara-gara punya gudang dan menjadi
	angkuh dengan isinya.

	Yang masih menggelitik bagi saya (dan tidak selalu diametral
	dengan RK) adalah fenomena di Indonesia yang "lucu." Beredar
	banyak ungkapan bahwa "hidup ini seperti roda pedati, kadang di
	bawah, suatu saat di atas." Di Indonesia, atau barangkali negara
	kacau administrasi lainnya di dunia juga, kenyataannya tidak
	seperti itu: seseorang bisa saja -- dan sangat mungkin -- berada
	terus-menerus di bawah sekalipun sudah bekerja keras.

	Saya tidak pesimis dengan menyebut itu, justru ingin agar
	kebahagiaan dan rasa syukur senantiasa tetap bersama semua orang
	yang mengalami kondisi tersebut. Barangkali itu resiko kalau
	menyebut "nama Tuhan" dalam pekerjaan kita hari ini: dianggap
	skeptis atau pasrah terhadap nasib. Sama tragisnya jika membuat
	janji ditambahi "insya Allah", lawan bicara malah ragu-ragu!

	Menurut hemat saya, dalam skala kelompok (komunitas sampai
	negara) memang perlu diterapkan manajemen, kerekayasaan, dan
	suatu kondisi yang optimal untuk meraih target-target yang
	terukur. Itu perlu, agar anggota kelompok itu mendapatkan
	gambaran global tujuan organisasi. Sementara itu pada sisi
	individu, perlu diterapkan "penjelasan yang lebih batiniah" agar
	"nasib orang-orang di dalamnya" mendapatkan keyakinan yang kuat
	untuk tetap bersyukur dan beribadah.

	Ringkasnya, selain memotivasi orang yang punya peluang di satu
	sisi (yang dengan istilah konvensional disebut "sukses"),
	penting juga memberi tempat terhormat untuk mereka yang berada
	di sisi lain.

-- 
amal
iamal @ somewhere.in.the.world
-----------------------
You have the right to remain silent, so please SHUT UP
		-- Women's slogans, Humor-L

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10