Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | "i_am_hendarwin <hendarwin @ somewhere.in.the.world>" <hendarwin @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Fri, 03 Jan 2003 02:10:43 -0000 |
| User-agent | eGroups-EW/0.82 |
Saya sudah baca 3 buku dari Kiyosaki dan juga antitesis-nya si john treed tsb, dan sejauh yang saya pernah baca banyak juga hal2 yang diklaim pada tulisan antitesis tsb yang tidak saya temukan di buku Kiyosaki yang saya baca... disamping perbedaan cara penafsiran dia atas poin2 pemikiran si Kiyosaki... dan ini wajar saja karena selalu ada dua sisi dari sebuah mata uang, tinggal apakah kita mau menarik hikmah dari suatu kejadian atau menjadi orang yang senantiasa sinis dan skeptis, yang selalu melihat segala sesuatu dari balik lensa hitam... Sejauh yang saya pahami (maaf juga kalo ternyata pemahaman saya juga bisa beda dengan pak "treed" amal :-)) tidak ada kesan bahwa untuk mencapai bahagia harus kaya lebih dahulu... Yang saya rasakan tulisan RK tsb menguliti defense saya atas kelemahan2 saya, yeitu dalam masalah finansial... Padahal bukankah Allah memerintahkan kita untuk bertebaran di muka bumi ini... Bukankah Rasul menyuruh seorang Badui untuk mengikat untanya terlebih dahulu baru lalu tawakal... Bahkan yang lebih mengenaskan lagi adalah jika timbul pemikiran bahwa untuk mencapai kekayaan itu haruslah lewat jalan2 maksiat... apalagi kalau dilontarkan oleh para cendekia kita ? he..he..he.. no offenselah buat para cendekia kita... Anyway ada poin2 penting yang berbeda paradigma dari si Kiyosaki ini adalah : 1. jujurlah apakah anda menjadi budak uang dimana seluruh hidup anda diatur oleh aktivitas mencari uang tanpa henti... ataukah anda menyadari bahwa justru pada saat memiliki uang tersebut ada peluang untuk memanfaatkan the bright power of the money untuk menolong diri sendiri, keluarga dan orang lain... ataukah di-atur oleh the dark side of the power... (wah ini pake jargon2-nya star wars, nanti bisa- bisa di anti-tesis lagi...) 2. jujurlah apakah anda memiliki rencana masa depan finansial anda ataukah anda menyerahkan rencana tersebut ke tangan perusahaan anda bekerja, pemerintahan anda, atau anak2 anda... dan berargumen menutupi ketidaktahuan anda tersebut... 3. apakah sistem pendidikan konvensional (yang berorientasi menciptakan pekerja rajin dan patuh) masih relevan dengan abad informasi dan tantangannya ? Untuk yang satu ini tampaknya si RK berfikiran sejalan dengan para pencetus Quantum Learning (silakan baca buku Accelerated Learning...) yang menantang konsep konvensional yang hanya melatih 1-2 type intelegencia saja... 4. de el el silakan baca sendiri buku si Kiyosaki... Satu hal yang saya peroleh sekarang saya memperoleh kembali impian saya yang sudah lama saya lupakan, impian yang diteriakkan dengan kekuatan jiwa oleh si Robert Wallace (BraveHeart), yang mampu menggerakkan pengorbanan jiwa para petani yang dungu, namun meng-ketar-ketirkan hati para bangsawan yang cendekia, yaitu... freedom... freedom to live your life in time and financial... freedom of fears of loss the time, the job, the money.. bisakah tercapai ? wallahu a'lam.. hasbiyallaahu wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal nashir... let's fight our fears... hendarwin "you can go home and die in your beds, but if you take this chance, this one chance, to prove what is the meaning of freedom..." (wild & free translation of R. Wallace in Brave Heart movie) --- In piksi-l @ somewhere.in.the.world, Ikhlasul Amal <iamal @ somewhere.in.the.world> wrote: > Ternyata banyak juga fans Robert Kiyosaki (RK) yang tulisannya ingin > memuji bapak yang kaya karena lebih dapat mencukupi kehidupan > keluarganya. Bagi fans RK, coba baca tulisan lain tentang RK supaya > seimbang, a.l. di http://www.johntreed.com/Kiyosaki.html . > > Buat saya, tulisan yang "mendidik agar kita kaya/sukses dulu baru > bahagia," kok rasanya sekarang ini kurang pas, kurang dapat mencerahkan, > dan -- maaf saja -- seperti terdapat jarak antara yang dipaparkan dengan > saya sebagai pembaca. Ringkasnya, seperti saya baca legenda Cinderela > atau Cinde Laras. Ini murni resensi tulisan dan pandangan pribadi saya > atas buku, jadi tidak melibatkan oknum penulis atau pembaca. > > Sebaliknya, saya seperti mendapat teguran baru bahwa bersyukur, bahagia, > itu sepanjang waktu dan tidak usah menunggu. Barangkali konyol, namun > saya punya anggapan bahwa sampai liang lahat, orang boleh tidak sukses, > orang boleh tidak kaya, dan orang boleh "seadanya"; namun ia diminta > oleh Allah untuk bahagia dan bersyukur. Terkadang saya sedikit menyadari > bahwa menjadi sangat kaya dekat sekali dengan sangat miskin, sangat > sukses juga menjadi sangat sepi. > > Saya terkesan dengan cara Emha menafsirkan salah satu penggalan ayat > dalam Al Quran, "Engkau menyukai sesuatu yang sebenarnya buruk bagimu, > dan engkau membenci sesuatu yang sesungguhnya baik bagimu.", > > http://www.gatra.com/print_edition.php3? id=2002121304414967&rubrik=GI%20Kolom > > Kalau tidak salah, ayat itu terdapat di surah An-Nisa' tentang pandangan > laki-laki terhadap isterinya, dan saya kira bisa bermakna lebih luas. > > > Sebelum bangsa Indonesia menjadi lebih kaya, lebih sukses, atau lebih > pintar, saya berdoa semoga terlebih dahulu menjadi lebih mudah > bersyukur. > > > -- > amal > iamal @ somewhere.in.the.world > ----------------------- > Pacak mencerca biduk orang, biduk sendiri tak terkayuh: > pandai mengkritik orang lain, tetapi kehidupan sendiri tidak > keruan ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10