Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI-L] Tulisan Penutup versi saya

From Ikhlasul Amal <iamal @ somewhere.in.the.world>
Date Sun, 12 Jan 2003 23:52:59 +0100
Organization Hati yang Lapang
User-agent Mutt/1.3.28i

	Ada humor yang agak seksis begini,
	"Apapun yang dilontarkan seorang perempuan, itu sudah menjadi
	kata akhir; sedangkan apapun jawaban yang diberikan seorang
	laki-laki justru menjadi awal keributan berikutnya."

	Saya ingin melihat tulisan Fauziah dari sisi lain, tidak terlalu
	terkait dengan topik sebelumnya, Pendidikan dan Pekerjaan, dan
	karena subjeknya sudah diklaim oleh Fau, jadi biar saja.


Pada 12 Jan 2003, 07:04:50, Fauziah Swasono menulis (diringkas):
% Kalaulah kita percaya ITB selalu menyedot putra/i terbaik bangsa
% mengapa kita tidak coba juga menjadi yg terbaik dibidang lintas
% disiplin ini?

	Dulu kan sempat ramai dengan materi kuliah humanisme, terus ada
	tambahan olah raga. Bagaimana itu?	;-)

	Atau malah muncul olok-olok baru, "yang ada tidak terurus,
	ditambah yang baru tapi malah bidang 'lucu-lucu'."

	Namun saya dengar sendiri dari salah seorang dosen ITB yang
	sedang mengambil S3 di sini, katanya sekarang Kampus Ganesha
	lebih akomodatif terhadap arah lulusannya untuk menjadi insinyur
	atau peneliti. Ya, syukur saja jika memang seperti itu.

% Tidak semua orang yg sekolah disatu bidang terus menerus dijamin bakal
% jadi pakar dibidang tsb dan sebaliknya pindah bidang bukan pasti
% berarti setengah hati. Hampir semua pemenang nobel dibidang ekonomi
% latar belakang undergrad-nya bukan ekonomi tapi matematika, fisika,
% teknik. Kurang mumpuni apa mereka dibidang ekonomi? 

	Diskusi saya dengan salah seorang mahasiswa Matematika di sini
	menghasilkan kesimpulan kecil bahwa nyaris semua Nobel untuk
	Matematika jatuh pada kasus-terapan di Ekonomi. Termasuk kasus
	skisofrenia spektakuler yang difilmkan, "Beautiful Mind" John
	Nash. Fisika juga sempat mengalami pertanyaan introspeksi yang
	keras pada ungkapan terkenal di Universitas Washington berupa
	sebuah keranda dan pertanyaan retoris, "Physic is Dead." Kalau
	menurut pengantar terjemahan buku populer Stephen Hawking versi
	Indonesia, "ternyata setelah itu tumbuh persoalan baru,
	superstring." Untunglah...

	Memang kriteria Nobel "ilmu dan amaliah", jadi tidak cukup aspek
	teoritis saja. Einstein mendapat Nobel juga bukan pada Teori
	Relativitas yang sohor itu, namun untuk Efek Fotoelektron.
	Nobel Fisika terakhir juga aplikasi untuk Astronomi yang secara
	luar biasa berusaha menjawab pertanyaan "anak-anak": mengapa
	matahari bisa bersinar?

% Ada pula yg sejak kecil jadi tukang bakso dorong sampe tua juga tetap
% tukang bakso dorong yg tidak sempat buka semacam es teler 77 misalnya.
% Mungkin masalah potensi yg tidak diberdayakan maksimal atau mungkin
% pula guratan takdir... :-)

	Itu cerita lain lagi, Fau.
	Coba baca salah satu dari koleksi tulisan Emha tentang
	"berdagang adalah bagian hidup itu sendiri" yang mengungkap
	secara jenaka fenomena "orang-orang yang menjalani hidup
	dengan berjualan" di emperan-emperan Jogja.

	Kasus-kasus itu sudah cukup aneh dan unik, jadi jangan dibahas
	menggunakan tolok-ukur ilmu manajemen Barat yang menurut saya
	tetap saja "terlalu Freudian atau Maslovian." Sekalipun Mas Epsi
	pernah mengomentari "aneh" pada beberapa diskusi kita y.l., saya
	tetap menggemari lelucon ekonomi versi Emha (lagi!), "Kalau kita
	kedapatan naik bis tanpa uang, kita disuruh turun; kalau uang
	kedapatan naik bis tanpa kita, dia tidak disuruh turun."

	Barangkali "guratan takdir" itu sebuah rasionalisme ala Adam
	Smith yang disebut "invisible hand" sehingga sistem-bebas dapat
	stabil; atau dalam romantisme Karl Marx disebut "candu bagi kaum
	proletar."

% Tapi itu pendapat saya pribadi lho... kita boleh tidak sepakat kan?
% btw, terimakasih atas

	Kalau kita SELALU HARUS sepakat, 'mailing-list' ini mati dan
	saya minta Asep segera membubarkannya dari Yahoogruops.	:-)
	Dan jika itu terjadi, alhasil lebih menyakitkan ketimbang Piksi
	dijadikan lab. oleh Informatika.

---akhir kutipan---

Just my 2 Eurocent opinion.

-- 
amal
iamal @ somewhere.in.the.world

----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:23 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10