Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | Tiko <tiko_piksi @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Mon, 6 Jan 2003 21:21:53 -0800 (PST) |
Temen2, Anda2 pasti sudah sibuk lagi. Ini tulisan penutup saya untuk diskusi ttg MBA org ITB. Dasar tulisan saya sebelumnya adalah. Kekhawatiran melihat berlomba2nya lulusan ITB mengambil MBA/MM dan kenyataannya posisi yang mestinya diisi oleh Engineer2 ITB ( Menjadi Pioner di bidang Engineering ( bukan Enginer yang kerja di perusahaan orang )) di negara ini masih banyak kosong dan banyak diisi oleh orang asing. Banyak komentar2 yang tidak sejalan dengan pikiran saya. contoh: Fau: "MIT yang jadi kiblatnya ITB menghasilkan top Economists dan sociologists. Bahkan ranking economics-nya bertengger di top school-nya US." Komentar ini juga dilontarkan oleh seorang profesor TI-ITB di sebuah rapat dosen. Jelas kondisi US dan RI sangat berbeda. MIT juga urusan bidang engineeringnya sudah mumpuni lulusannya sudah mendunia. Engineer yang kreatif di US sudah berjibun malah sudah keseluruh dunia. Wajar kalau mereka merambah kebidang lain. Lha di RI...lulusan bidang engineeringnya masih pada kerja di perusahaan orang lain belum kerja sendiri. Bagi saya Intinya untuk posisi sekarang ITB mesti fokus kebidang Engineering dan Science. Cetak engineer yang kreatif yang bakal ngolah hasil alam sendiri. Beberapa minggu lalu saya ngobrol dengan temen dari ekonomi ( dia S1, Master di ekonomi dan lagi ngambil PhD dibidang ekonomi juga, beberapa kali jadi RA dan TA di deptartementnya ). Dia juga bilang banyak kebijaksanaan IMF tidak berlaku di RI karena kondisi RI dan US/Negara maju lain. Anyway...ini yang saya seneng orang yang stay focus dibidangnya...Jadi ekonomist yang pakar/fokus. Bukan yang sudah mapan jadi "Engineer" terus bal2an jual sepatu NIKE/ sandal. Salah satu kekurangan orang kita tidak fokus, semua di embat, ya Enginer ya tukang jual sandal dsb....jadi tidak pakar dibidangnya. Saya masih inget dulu ada toko jual segala macem. Beras, komputer, eskrim, ikan hias, AKI...ya kagak laku..! Stay focus kalau jual beras jual lah beras saja...tapi murah sumbernya kuat, macem2, Ilmu ttg cara kemas, cara simpan dsb...pakar beras orang pasti beli keanda. Kepala orang terbatas kemampuannya. Makanya pakar dibidang masing2..lalu kita kerja tim....Maju dah negara. Falsafah ini lah yang saya pakai kalau maen Catur. Syarat menang Catur adalah Matinya raja lawan. Jadi semua resouce kita diarahkan ke matinya raja lawan. Lawan kita dan kita memiliki jumlah resource yang sama ( jumlah bidak dan perwira ). Semua ancaman kita harus diarahkan ke Raja lawan. Buat apa mati2an ngejar Mentrinya atau bentengnya. Dalam kesehari2 juga begitu resource kita terbatas ( kemampuan/waktu ) maka stay focus dibidangnya dan PAKAR. Makanya dulu saya cuma ambil bidang di PIKSI, LAN dan AutoCAD. Terakhir cuma CAD. Tapi AutoCADnya tidak cuma pakai tapi semuanya termasuk customize, API programming with C/C++, walau pun bertahun2 tetap dibidang ini tetep saja tidak PAKAR. Memang kursusnya tidak tiap hari. Tapi kalau ada urusan AutoCAD orang cari saya ..(masak sih..?). Makanya dompet saya tetep jendol. Pernah dulu sekali kualat....diajak ngajar WordStar...saya sudah nolak...tapi Ko'as alasannya kurang asisten dan katanya di Farmasi banyak cewe kece...alasan yang terakhir yang membuat saya ikutan..awalnya berjalan sempurna sampai pada waktu terkahir cewe yang saya keceng-i nanya TOC...saya belum pernah pakai....!!!! Orang kita masih berpendapat Kekayaan/Kemapanan sebagai tolok ukur kesuksesan ( Termasuk dilingkungan ITB ) lihat saja alumni kalau kumpul yang dilihat posisinya sudah jadi apa, mobilnya apa, rumahnya apa. Padahal semestinya tolok ukur nya adalah apa kontribusinya ke Masyarakat/Negara dibidangnya. Bagi saya lulusan ITB yang punya workshop buat mesin pemroses padi yang datang naik motor bebek lebih bernilai dibanding lulusan ITB yang jadi manager tukang jual sepatu Nike Import yang naik Mercy. Sukses juga kadangan dinilai dari "Banyak duit kerja sedikit". Padahal dinegara maju orang2nya sangat ulet dan sibuk dibidangnya masing2. Tapi kalau lagi musim liburan/break...bener2 liburan. Kita melihat di TV waktu mereka liburan saja. Well kepanjangan lagi. Udahan....lah...ini tulisan buat saya sendiri supaya tetap fokus dengan kerjaan saya sekarang. Good luck man....!!! __________________________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now. http://mailplus.yahoo.com ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10