Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya
Indeks - Tanggal Indeks - Ulir Diskusi
| From | fauziah <fauherklots @ somewhere.in.the.world> |
| Date | Sun, 12 Jan 2003 07:04:50 -0800 (PST) |
Dear all, Wah saya sibuk sekali minggu2 terakhir ini.. sampe nggak sempet nongkrongin email :-) A very well done summary dari Amal (spt kata Luthfi). Tapi sedikit saja saya ingin mengomentari apa yg ditulis Tiko. --- Tiko <tiko_piksi @ somewhere.in.the.world> wrote: > Jelas kondisi US dan RI sangat berbeda. MIT juga > urusan bidang engineeringnya sudah mumpuni lulusannya > sudah mendunia. Engineer yang kreatif di US sudah > berjibun malah sudah keseluruh dunia. Wajar kalau > mereka merambah kebidang lain. Lha di RI...lulusan > bidang engineeringnya masih pada kerja di perusahaan > orang lain belum kerja sendiri. Menurut saya kalau institut teknik mempunyai jurusan non-pure-science/engineering, bukan otomatis berarti merambah bidang lain. Ada bbrp jurusan lintas disiplin yg berkaitan, misalnya ekonomi dan teknik. Di bbrp MBA school yg bagus mereka punya juga bidang financial engineering, OR, dsb yg memerlukan latar belakang eksak buat studentnya. Kalaulah kita percaya ITB selalu menyedot putra/i terbaik bangsa mengapa kita tidak coba juga menjadi yg terbaik dibidang lintas disiplin ini? > > Beberapa minggu lalu saya ngobrol dengan temen dari > ekonomi ( dia S1, Master di ekonomi dan lagi ngambil > PhD dibidang ekonomi juga, beberapa kali jadi RA dan > TA di deptartementnya ). Dia juga bilang banyak > kebijaksanaan IMF tidak berlaku di RI karena kondisi > RI dan US/Negara maju lain. > Anyway...ini yang saya seneng orang yang stay focus > dibidangnya...Jadi ekonomist yang pakar/fokus. Bukan > yang sudah mapan jadi "Engineer" terus bal2an jual > sepatu NIKE/ sandal. > Tidak semua orang yg sekolah disatu bidang terus menerus dijamin bakal jadi pakar dibidang tsb dan sebaliknya pindah bidang bukan pasti berarti setengah hati. Hampir semua pemenang nobel dibidang ekonomi latar belakang undergrad-nya bukan ekonomi tapi matematika, fisika, teknik. Kurang mumpuni apa mereka dibidang ekonomi? Ada pula yg sejak kecil jadi tukang bakso dorong sampe tua juga tetap tukang bakso dorong yg tidak sempat buka semacam es teler 77 misalnya. Mungkin masalah potensi yg tidak diberdayakan maksimal atau mungkin pula guratan takdir... :-) Saya tetap menganggap bahwa kunci kemajuan adalah pada right person in the right place, dimana orang harus mengenali potensi dia ada dimana dan memberdayakannya sesuai dg ideologi yg dipegang; sekolah hanyalah salah satu sarana buat mengenali ini dan tidak mesti mengunci mati gerakan kita. Tapi itu pendapat saya pribadi lho... kita boleh tidak sepakat kan? btw, terimakasih atas semua masukan dalam diskusi ini.. saya mendapat pencerahan yg berarti... Selamat bekerja semua.. regards, :-)fau __________________________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now. http://mailplus.yahoo.com ---------- Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi, ITB, Indonesia. Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali* tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal. Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:23 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10