Arsip Piksi-L

Tanggal Sebelumnya Tanggal Berikutnya Ulir Sebelumnya Ulir Berikutnya

Indeks - Tanggal   Indeks - Ulir Diskusi

Re: [PIKSI-L] Re: pendidikan dan pekerjaan

From "M. Lutfi" <mlutfi @ somewhere.in.the.world>
Date Fri, 27 Dec 2002 02:32:38 -0800

>% Mengenai peningkatan kemampuan produksi, itu baru satu dari sekian
>% banyak pandangan mengenai growth factors. Dan lagi produksi bukan cuma
>% manufaktur toh? Di negara maju services sector lebih banyak
>% menghasilkan uang. 
>
>	Saya punya kecurigaan tinggi tentang hal ini, sudah mendekati
>	konspirasi multinasional lah! (jadi... sst... simak baik-baik)
>
>	Kenapa industri manufaktur banyak direlokasi ke negara melarat?
>	Sedangkan jasa-jasa yang relatif "bersih" dan mengandalkan otak
>	dihidupkan di negara kaya? Coba lihat cerita pabrik rakitan
>	Microsoft XBox yang juga menangani pesanan "gadget" dari
>	Ericsson, Nokia, dll. ada di Mexico, dan kabarnya industri
>	serupa mulai dilirik RRC. Orang-orang Redmond di Seatle hanya
>	berkutat pada pembuatan cetak-biru dan strategi pemasaran, semua
>	keributan dan belepotan-oli manufaktur terjadi di Mexico.
>
>	Ini konspirasi kejam: mentang-mentang penduduk negara melarat
>	suka melihat pabrik megah dan ribuan buruh keluar-masuk ke
>	dalamnya, diciptakan impian itu. Lengkap dengan pembuangan
>	limbah dan ekses manufaktur. Lebih kejam lagi, karena di sekitar
>	pabrik banyak penjual Indomie rebus dan bandrek, tarif pekerja
>	"disesuaikan" lokasi.
>

Amal, 

Tidak seluruhnya konspirasi, atau malah mungkin karena "ketololan" negara2 melarat itu sendiri yang enggan menaikkan derajat ke posisi lebih tinggi.  Perusahaan2 internasional tsb. hanya "menerapkan" prinsip, dalam hal ini, prinsip kapitalisme  (the higher profit the better).

Mengapa masalah relokasi ini tidak kita jadikan "challenge and opportunity" dan bukan dilihat sebelah mata.
Jangan salah, penghasilan bangsa Cina di RRC jika dilihat perkapitanya akan kecil, tetapi mereka sekarang menjadi salah satu mesin industri terbesar dunia.  Mengapa bisa demikian? Karena pertama, mereka berani "menantang" resiko dan berjiwa enterpreneur.  Rakyatnya (dulu) miskin2 (sehingga banyak yang merantau ke penjuru dunia).  
Produk2 industrinya yang dulu dikenal di Indonesia berupa peralatan sekolah, alat2 rumah tangga sederhana, kini merambah jauh ke depan.
Wuih....hampir semua produk yang ditemui di Amerika serikat berlabel "Made in China".  Dari laptop, printer, tool ini-itu, dsb.
Jadi, menurut saya, bukan semata-mata konspirasi asing, tetapi juga hasil buah tangan bangsa sendiri.  Bangsa yang ingin maju harus berusaha (secara integral dan komprehensif dengan pemerintahnya) secara keras dan giat untuk maju; menyisihkan perbedaan dan menyatukan pandangan (duh, bahasanya spt. kuliah Kewiraan saja nih...he..he)
Contoh lain: Singapura.  Merdeka lebih akhir dibanding Indonesia, tetapi merupakan salah satu "Tiger of Asia".

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka2 ini berangkat dari sekedar negeri penerima "sampah industri" atau sekedar pabrik rakitan.  Namun dengan kesadaran pemerintah mereka dan support yang besar dari para tenaga teknis dan pebisnis lokal, mereka mencoba "mereorientasi" sedikit demi sedikit lahan manufaktur menjadi lahan riset dan pengembangan.

Di Indonesia, peran pemerintah kurang, atau jika ada sudah terlambat dibanding negara2 tetangga. Masih Ingat riwayat pabrik Fairchild di Bandung yang akhirnya hengkang gara2 "dipaksa" untuk menjadi padat-karya alih2 "full automated factory"? atau cerita2 lainnya.  

Beberapa rekan2 Indonesia di sini beberapa waktu lalu berusaha untuk menumbuhkan sejumlah startup sebagai perintis "lembah silikon" di Indonesia (tepatnya Bandung!).  Mereka sudah kontak sana-sini (baik birokrat maupun pakar), tapi nyatanya hasilnya "anget-anget tahi-ayam".  Salah satu problema yang dilontarkan rekan saya itu adalah kesetengah-hatian pengusaha muda kita, selain faktor2 teknis lainnya. (Waktu itu sejumlah petinggi ikut terlibat spt. menteri perindustrian, pakar2 dari ITB spt. Pak Samaun dan staf2 PAU, beberapa businessmen Indonesia di Silicon Valley dan Konsulat Jenderal Indonesia San Francisco).

Selain itu, pembangunan infrastruktur di Indonesia menurut saya benar2 amburadul dan simpang-siur.  Di satu sisi cukup maju (malah terlalu maju sehingga overwhelmed, misalnya cellphone), tetapi disisi lain spt misalnya sarana jalan transportasi darat sbg. tulang punggung distribusi masih "acak-adut".

Pernah jalan2 ke Singapura, Malaysia, atau Shanghai dan kawasan industrinya? jalan2 disana sangat diutamakan.  Port-to-factory link dinomorsatukan.  Lupakan jalan2 di negara2 maju spt. Jepang dan US (yang jalan2 kampung ['country road'] nya saja mulusnya spt. tol di Indonesia).

Kelatahan para pebisnis Indonesia juga sering menjadi bumerang.  Tragedi "Internet bubble", masalah finansial paska suharto, beberapa peristiwa ekstrim (pemboman Bali dll) dsb. juga menjadi penyumbang keterpurukan bangsa kita di ekonomi dan industri.  Namun saya juga tidak menafikan adanya tangan2 asing yang sengaja menjadikan Indonesia sapi perahan para kapitalis.

Sudahlah.  Terlalu panjang untuk dipaparkan disini.  Dulu sempat saya posting diskusi mengapa Indonesia selalu tersendat-sendat dalam kancah perindustrian dan perbisnisan dunia di beberapa mailing-list (pau-mikro, Bandung HiTech Valley, IECI-list).  Cari2 arsipnya belum ketemu nih.

Di dalam Al-Qur'an pun dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan merubah satu kaum sampai kaum itu sendiri berusaha melakukan perubahan.

Mungkin tulisan saya terdengar skeptis.  Tapi, yah itulah adanya.

That's all of my 2 cents.

Santa Rosa dini hari...:-)


----------
Piksi-L @ somewhere.in.the.world merupakan 'mailing-list' alumni asisten Piksi,
ITB, Indonesia.

Opini yang disampaikan di forum ini merupakan pendapat/sikap
pribadi, kecuali secara eksplisit dinyatakan lain, dan *sama sekali*
tidak berkaitan dengan kelembagaan Piksi ITB secara formal.

Untuk berhenti, kirim email ke piksi-l-unsubscribe @ somewhere.in.the.world
Pengelola Piksi-L: piksi-l-owner @ somewhere.in.the.world
Informasi Piksi-L: http://www.yahoogroups.com/group/piksi-l
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


 

Dihasilkan pada Thu Sep 22 18:42:22 2005 | menggunakan mhonarc 2.6.10